alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Diajari Mengaji hingga Target Hafal Alquran Lima Juz

Keseriusan belajar anak-anak kecil dalam menghafal Alquran tidak pernah surut. Seperti para santri yang mengikuti Program Tahfidz Quran (PTQ) di Pesantren Nuris Jember. Sejak usia dini, mereka sudah belajar ngaji. Bahkan, selain belajar, mereka juga ditarget hafalan.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Ungkapan itu pas disematkan kepada santri yang mengikuti Program Tahfidz Quran (PTQ) di Pesantren Nuris, Antirogo. Anak-anak yang masih duduk di bangku PAUD, RA, dan MI memang dibentuk untuk memunculkan ketertarikan dalam belajar Alquran, bahkan hingga menghafalnya.

Waka Kurikulum PTQ Pesantren Nuris Ustad Abdul Halim menyebutkan, PTQ itu memang dikhususkan untuk balita dan anak-anak. Terutama yang masih duduk di bangku PAUD, RA, dan MI. Di dalamnya, ada yang belajar dari awal mengaji, ada yang baru melancarkan, dan ada pula yang tinggal melancarkan hafalan.

Dengan menggunakan sejumlah metode khusus, anak-anak itu cukup terbiasa dan menikmati belajar dan menghafal Alquran selama di PTQ Nuris. “Ada metode seperti talakki, talkin, atau murojaah. Tergantung kemampuan anak-anak, bisanya enak menggunakan metode mana,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, di PTQ para santri diberikan waktu masuk mulai Senin hingga Jumat, dengan jam masuk pukul 13.30-16.30 WIB. Mereka didampingi 15 fasilitator inti, para ustad atau ustadahnya, serta ditambah tiga fasilitator pengganti.

Semua santri di PTQ itu, lanjut dia, juga memiliki target belajar dan menghafal Alquran. Menurut Ustad Halim, mereka bisa ditarget hafal minimal satu juz. Bahkan, yang terakhir ada yang sudah hafal tiga dan lima juz.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Ungkapan itu pas disematkan kepada santri yang mengikuti Program Tahfidz Quran (PTQ) di Pesantren Nuris, Antirogo. Anak-anak yang masih duduk di bangku PAUD, RA, dan MI memang dibentuk untuk memunculkan ketertarikan dalam belajar Alquran, bahkan hingga menghafalnya.

Waka Kurikulum PTQ Pesantren Nuris Ustad Abdul Halim menyebutkan, PTQ itu memang dikhususkan untuk balita dan anak-anak. Terutama yang masih duduk di bangku PAUD, RA, dan MI. Di dalamnya, ada yang belajar dari awal mengaji, ada yang baru melancarkan, dan ada pula yang tinggal melancarkan hafalan.

Dengan menggunakan sejumlah metode khusus, anak-anak itu cukup terbiasa dan menikmati belajar dan menghafal Alquran selama di PTQ Nuris. “Ada metode seperti talakki, talkin, atau murojaah. Tergantung kemampuan anak-anak, bisanya enak menggunakan metode mana,” jelasnya.

Selain itu, di PTQ para santri diberikan waktu masuk mulai Senin hingga Jumat, dengan jam masuk pukul 13.30-16.30 WIB. Mereka didampingi 15 fasilitator inti, para ustad atau ustadahnya, serta ditambah tiga fasilitator pengganti.

Semua santri di PTQ itu, lanjut dia, juga memiliki target belajar dan menghafal Alquran. Menurut Ustad Halim, mereka bisa ditarget hafal minimal satu juz. Bahkan, yang terakhir ada yang sudah hafal tiga dan lima juz.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Ungkapan itu pas disematkan kepada santri yang mengikuti Program Tahfidz Quran (PTQ) di Pesantren Nuris, Antirogo. Anak-anak yang masih duduk di bangku PAUD, RA, dan MI memang dibentuk untuk memunculkan ketertarikan dalam belajar Alquran, bahkan hingga menghafalnya.

Waka Kurikulum PTQ Pesantren Nuris Ustad Abdul Halim menyebutkan, PTQ itu memang dikhususkan untuk balita dan anak-anak. Terutama yang masih duduk di bangku PAUD, RA, dan MI. Di dalamnya, ada yang belajar dari awal mengaji, ada yang baru melancarkan, dan ada pula yang tinggal melancarkan hafalan.

Dengan menggunakan sejumlah metode khusus, anak-anak itu cukup terbiasa dan menikmati belajar dan menghafal Alquran selama di PTQ Nuris. “Ada metode seperti talakki, talkin, atau murojaah. Tergantung kemampuan anak-anak, bisanya enak menggunakan metode mana,” jelasnya.

Selain itu, di PTQ para santri diberikan waktu masuk mulai Senin hingga Jumat, dengan jam masuk pukul 13.30-16.30 WIB. Mereka didampingi 15 fasilitator inti, para ustad atau ustadahnya, serta ditambah tiga fasilitator pengganti.

Semua santri di PTQ itu, lanjut dia, juga memiliki target belajar dan menghafal Alquran. Menurut Ustad Halim, mereka bisa ditarget hafal minimal satu juz. Bahkan, yang terakhir ada yang sudah hafal tiga dan lima juz.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/