alexametrics
24.9 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Temukan Energi Ramah Lingkungan, Berharap Karyanya Dilirik Pabrik dan Pemerintah

Belum lama ini, siswa SMA Nuris kembali mencatatkan nama dalam lomba tingkat nasional. Melalui karya esai bertema energi terbarukan, siswa berbakat ini sukses menyulap limbah menjadi bahan bakar ramah lingkungan dengan kadar hingga 95 persen.

Mobile_AP_Rectangle 1

Namun, saat presentasi di depan dewan juri, remaja 18 tahun ini cukup sukses. Ia pun dinobatkan sebagai juara satu menyaingi kompetitor lainnya. “Kata juri saat itu, andai ada 10 anak Indonesia yang meneliti energi seperti saya, pasti Indonesia bisa lebih mandiri,” kenang Tegar, saat mengisahkan ke Jawa Pos Radar Jember, kemarin (11/6).

Baginya, penelitian itu sangat perlu untuk dikembangkan di kemudian hari. Ia meyakini, jika dalam skala besar, penelitian tentang energi terbarukan seperti itu bisa sangat membantu perekonomian suatu daerah. Bahkan negara. “Harapan saya, ini bisa menjadi perhatian pabrik besar atau pemerintah daerah. Mereka yang bisa menggerakkan ke arah sana. Kalau hanya warga, peneliti, itu ya sulit,” imbuh remaja yang bercita-cita menjadi sejarawan ini.

Sementara itu, Koordinator Ekstra Kurikuler (Ekskul) Bidang Sains Nuris Jember Najibullah menambahkan, pembinaan terhadap siswa seperti Tegar selama ini dilakukan cukup intens. Para dewan guru tak hanya membina anak-anak dalam tim, namun juga per individu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Malah, dia berkata, anak-anak ditarget tidak sekadar menghasilkan karya dalam satu tim, tapi tiap individu juga bisa menghasilkan karya. “Mereka bisa lebih inovatif lagi dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada di lingkungan sekitar. Sehingga hasilnya nanti bisa bermanfaat untuk masyarakat luas dalam jangka panjangnya,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Namun, saat presentasi di depan dewan juri, remaja 18 tahun ini cukup sukses. Ia pun dinobatkan sebagai juara satu menyaingi kompetitor lainnya. “Kata juri saat itu, andai ada 10 anak Indonesia yang meneliti energi seperti saya, pasti Indonesia bisa lebih mandiri,” kenang Tegar, saat mengisahkan ke Jawa Pos Radar Jember, kemarin (11/6).

Baginya, penelitian itu sangat perlu untuk dikembangkan di kemudian hari. Ia meyakini, jika dalam skala besar, penelitian tentang energi terbarukan seperti itu bisa sangat membantu perekonomian suatu daerah. Bahkan negara. “Harapan saya, ini bisa menjadi perhatian pabrik besar atau pemerintah daerah. Mereka yang bisa menggerakkan ke arah sana. Kalau hanya warga, peneliti, itu ya sulit,” imbuh remaja yang bercita-cita menjadi sejarawan ini.

Sementara itu, Koordinator Ekstra Kurikuler (Ekskul) Bidang Sains Nuris Jember Najibullah menambahkan, pembinaan terhadap siswa seperti Tegar selama ini dilakukan cukup intens. Para dewan guru tak hanya membina anak-anak dalam tim, namun juga per individu.

Malah, dia berkata, anak-anak ditarget tidak sekadar menghasilkan karya dalam satu tim, tapi tiap individu juga bisa menghasilkan karya. “Mereka bisa lebih inovatif lagi dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada di lingkungan sekitar. Sehingga hasilnya nanti bisa bermanfaat untuk masyarakat luas dalam jangka panjangnya,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

Namun, saat presentasi di depan dewan juri, remaja 18 tahun ini cukup sukses. Ia pun dinobatkan sebagai juara satu menyaingi kompetitor lainnya. “Kata juri saat itu, andai ada 10 anak Indonesia yang meneliti energi seperti saya, pasti Indonesia bisa lebih mandiri,” kenang Tegar, saat mengisahkan ke Jawa Pos Radar Jember, kemarin (11/6).

Baginya, penelitian itu sangat perlu untuk dikembangkan di kemudian hari. Ia meyakini, jika dalam skala besar, penelitian tentang energi terbarukan seperti itu bisa sangat membantu perekonomian suatu daerah. Bahkan negara. “Harapan saya, ini bisa menjadi perhatian pabrik besar atau pemerintah daerah. Mereka yang bisa menggerakkan ke arah sana. Kalau hanya warga, peneliti, itu ya sulit,” imbuh remaja yang bercita-cita menjadi sejarawan ini.

Sementara itu, Koordinator Ekstra Kurikuler (Ekskul) Bidang Sains Nuris Jember Najibullah menambahkan, pembinaan terhadap siswa seperti Tegar selama ini dilakukan cukup intens. Para dewan guru tak hanya membina anak-anak dalam tim, namun juga per individu.

Malah, dia berkata, anak-anak ditarget tidak sekadar menghasilkan karya dalam satu tim, tapi tiap individu juga bisa menghasilkan karya. “Mereka bisa lebih inovatif lagi dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada di lingkungan sekitar. Sehingga hasilnya nanti bisa bermanfaat untuk masyarakat luas dalam jangka panjangnya,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/