alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Temukan Energi Ramah Lingkungan, Berharap Karyanya Dilirik Pabrik dan Pemerintah

Belum lama ini, siswa SMA Nuris kembali mencatatkan nama dalam lomba tingkat nasional. Melalui karya esai bertema energi terbarukan, siswa berbakat ini sukses menyulap limbah menjadi bahan bakar ramah lingkungan dengan kadar hingga 95 persen.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Karya dan prestasi para siswa SMA Nuris Jember kian bersinar. Teranyar, ada nama Tegar Ramadani, yang baru saja menyabet juara satu lomba esai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, beberapa pekan lalu.

Dalam lomba yang berlangsung daring itu, Tegar beradu kreativitas dengan sekitar 50-an peserta lain dari berbagai lembaga di Indonesia. Dalam lomba itu, ia membawakan hasil penelitian tentang konsep energi terbarukan berjudul Future Energy from Nicotiana and Musa with Multiple Distillation and Horse Boat Concept. Disingkat Fenisa.

Dalam penelitiannya, siswa asal Sidomulyo, Kecamatan Silo, ini meneliti tentang kandungan limbah batang pisang dan limbah batang tembakau. Kedua bahan itu dipilih bukan tanpa alasan. Sebab, selama ini kedua jenis limbah itu banyak dan cukup mudah ditemukan. “Salah satu tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan limbah yang ternyata bisa menghasilkan sumber energi,” kata Tegar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, penelitian itu sebenarnya menjadi penelitian pengembangan atau lanjutan atas penelitian terdahulu yang juga meneliti kandungan etanol dalam kedua limbah tersebut. Namun, kadarnya baru sekitar 70-80 persen saja. “Sebelum meneliti, saya diarahkan baca-baca literatur, referensi, jurnal ilmiah, dan lainnya untuk memperkaya bahan,” akunya.

Selama penelitian, Tegar membutuhkan sekitar 1,5 bulan. Proses itu dilakoninya seorang diri. Dari awal pengamatan, hingga akhirnya mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan juri. Ia juga menguraikan beberapa tahapan penelitian itu saat di laboratorium.

Awalnya, kedua limbah itu dibersihkan dan dihaluskan untuk proses pencampuran hingga berbentuk adonan. Lalu, diambil sampel 100 gram yang masing-masing berisikan 50 gram limbah batang tembakau dan 50 gram batang pisang.

Selanjutnya, pada campuran itu adalah penguraian zat untuk memecah molekul air atau hidrolisis. Kemudian, dipanaskan dengan asam klorida sekitar satu jam dengan suhu di atas 78 derajat. Setelah proses itu, adonan difermentasi selama tujuh hari dan diakhiri dengan proses pemisahan etanol dari kandungan air. Katanya, proses inilah yang menentukan kadar besar atau kecilnya etanol tersebut. “Dari 100 gram sampel saya, ketemu kadar etanolnya mencapai 94,75 persen,” ungkapnya.

Ia meyakini jika penelitian tersebut masih jauh dari sempurna. Sebab, hanya dituntaskan dalam kurun waktu 1,5 bulan. Andai bisa sedikit lebih lama, kata Tegar, mungkin sudah bisa mencapai 98 persen yang sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Karya dan prestasi para siswa SMA Nuris Jember kian bersinar. Teranyar, ada nama Tegar Ramadani, yang baru saja menyabet juara satu lomba esai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, beberapa pekan lalu.

Dalam lomba yang berlangsung daring itu, Tegar beradu kreativitas dengan sekitar 50-an peserta lain dari berbagai lembaga di Indonesia. Dalam lomba itu, ia membawakan hasil penelitian tentang konsep energi terbarukan berjudul Future Energy from Nicotiana and Musa with Multiple Distillation and Horse Boat Concept. Disingkat Fenisa.

Dalam penelitiannya, siswa asal Sidomulyo, Kecamatan Silo, ini meneliti tentang kandungan limbah batang pisang dan limbah batang tembakau. Kedua bahan itu dipilih bukan tanpa alasan. Sebab, selama ini kedua jenis limbah itu banyak dan cukup mudah ditemukan. “Salah satu tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan limbah yang ternyata bisa menghasilkan sumber energi,” kata Tegar.

Menurut dia, penelitian itu sebenarnya menjadi penelitian pengembangan atau lanjutan atas penelitian terdahulu yang juga meneliti kandungan etanol dalam kedua limbah tersebut. Namun, kadarnya baru sekitar 70-80 persen saja. “Sebelum meneliti, saya diarahkan baca-baca literatur, referensi, jurnal ilmiah, dan lainnya untuk memperkaya bahan,” akunya.

Selama penelitian, Tegar membutuhkan sekitar 1,5 bulan. Proses itu dilakoninya seorang diri. Dari awal pengamatan, hingga akhirnya mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan juri. Ia juga menguraikan beberapa tahapan penelitian itu saat di laboratorium.

Awalnya, kedua limbah itu dibersihkan dan dihaluskan untuk proses pencampuran hingga berbentuk adonan. Lalu, diambil sampel 100 gram yang masing-masing berisikan 50 gram limbah batang tembakau dan 50 gram batang pisang.

Selanjutnya, pada campuran itu adalah penguraian zat untuk memecah molekul air atau hidrolisis. Kemudian, dipanaskan dengan asam klorida sekitar satu jam dengan suhu di atas 78 derajat. Setelah proses itu, adonan difermentasi selama tujuh hari dan diakhiri dengan proses pemisahan etanol dari kandungan air. Katanya, proses inilah yang menentukan kadar besar atau kecilnya etanol tersebut. “Dari 100 gram sampel saya, ketemu kadar etanolnya mencapai 94,75 persen,” ungkapnya.

Ia meyakini jika penelitian tersebut masih jauh dari sempurna. Sebab, hanya dituntaskan dalam kurun waktu 1,5 bulan. Andai bisa sedikit lebih lama, kata Tegar, mungkin sudah bisa mencapai 98 persen yang sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Karya dan prestasi para siswa SMA Nuris Jember kian bersinar. Teranyar, ada nama Tegar Ramadani, yang baru saja menyabet juara satu lomba esai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, beberapa pekan lalu.

Dalam lomba yang berlangsung daring itu, Tegar beradu kreativitas dengan sekitar 50-an peserta lain dari berbagai lembaga di Indonesia. Dalam lomba itu, ia membawakan hasil penelitian tentang konsep energi terbarukan berjudul Future Energy from Nicotiana and Musa with Multiple Distillation and Horse Boat Concept. Disingkat Fenisa.

Dalam penelitiannya, siswa asal Sidomulyo, Kecamatan Silo, ini meneliti tentang kandungan limbah batang pisang dan limbah batang tembakau. Kedua bahan itu dipilih bukan tanpa alasan. Sebab, selama ini kedua jenis limbah itu banyak dan cukup mudah ditemukan. “Salah satu tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan limbah yang ternyata bisa menghasilkan sumber energi,” kata Tegar.

Menurut dia, penelitian itu sebenarnya menjadi penelitian pengembangan atau lanjutan atas penelitian terdahulu yang juga meneliti kandungan etanol dalam kedua limbah tersebut. Namun, kadarnya baru sekitar 70-80 persen saja. “Sebelum meneliti, saya diarahkan baca-baca literatur, referensi, jurnal ilmiah, dan lainnya untuk memperkaya bahan,” akunya.

Selama penelitian, Tegar membutuhkan sekitar 1,5 bulan. Proses itu dilakoninya seorang diri. Dari awal pengamatan, hingga akhirnya mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan juri. Ia juga menguraikan beberapa tahapan penelitian itu saat di laboratorium.

Awalnya, kedua limbah itu dibersihkan dan dihaluskan untuk proses pencampuran hingga berbentuk adonan. Lalu, diambil sampel 100 gram yang masing-masing berisikan 50 gram limbah batang tembakau dan 50 gram batang pisang.

Selanjutnya, pada campuran itu adalah penguraian zat untuk memecah molekul air atau hidrolisis. Kemudian, dipanaskan dengan asam klorida sekitar satu jam dengan suhu di atas 78 derajat. Setelah proses itu, adonan difermentasi selama tujuh hari dan diakhiri dengan proses pemisahan etanol dari kandungan air. Katanya, proses inilah yang menentukan kadar besar atau kecilnya etanol tersebut. “Dari 100 gram sampel saya, ketemu kadar etanolnya mencapai 94,75 persen,” ungkapnya.

Ia meyakini jika penelitian tersebut masih jauh dari sempurna. Sebab, hanya dituntaskan dalam kurun waktu 1,5 bulan. Andai bisa sedikit lebih lama, kata Tegar, mungkin sudah bisa mencapai 98 persen yang sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/