alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Menko Airlangga: VISA-ALTO Kolaborasi Tingkatkan Inklusi Keuangan Nasional

Mobile_AP_Rectangle 1

Secara spesifik Presiden Joko Widodo juga menargetkan bahwa indeks inklusi keuangan dari sisi penggunaan akun akan meningkat menjadi 90 persen pada tahun 2024.

Untuk itu, lanjut Ketua Umum Golkar ini, pemerintah pada tahun 2020 telah menerbitkan Perpres tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Langkah ini guna menghadirkan kondisi di mana masyarakat dapat mengakses berbagai produk dan layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, aman dengan biaya terjangkau. Juga sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi, mempercepat penanggulangan kemiskinan, menurunkan kesenjangan antar individu dan daerah. Yang secara umum diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Dalam mewujudkannya, pemerintah melalui SNKI berupaya melakukan perluasan akses dan jangkauan layanan keuangan formal, peningkatan literasi dan perlindungan konsumen. Selain itu, juga penguatan akses permodalan dan dukungan pengembangan UMKM, peningkatan produk dan layanan keuangan digital, serta penguatan integrasi kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif melalui layanan keuangan digital.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Inovasi teknologi dalam bidang jasa keuangan digital, infrastruktur, serta kerangka regulasi yang ramah diharapkan mampu mendorong pengembangan model jasa keuangan digital baru yang mendukung peningkatan inklusi keuangan di Indonesia,” ujarnya.

 

 

Reporter: –
Fotografer: Kemenko for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

Secara spesifik Presiden Joko Widodo juga menargetkan bahwa indeks inklusi keuangan dari sisi penggunaan akun akan meningkat menjadi 90 persen pada tahun 2024.

Untuk itu, lanjut Ketua Umum Golkar ini, pemerintah pada tahun 2020 telah menerbitkan Perpres tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Langkah ini guna menghadirkan kondisi di mana masyarakat dapat mengakses berbagai produk dan layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, aman dengan biaya terjangkau. Juga sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi, mempercepat penanggulangan kemiskinan, menurunkan kesenjangan antar individu dan daerah. Yang secara umum diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Dalam mewujudkannya, pemerintah melalui SNKI berupaya melakukan perluasan akses dan jangkauan layanan keuangan formal, peningkatan literasi dan perlindungan konsumen. Selain itu, juga penguatan akses permodalan dan dukungan pengembangan UMKM, peningkatan produk dan layanan keuangan digital, serta penguatan integrasi kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif melalui layanan keuangan digital.

“Inovasi teknologi dalam bidang jasa keuangan digital, infrastruktur, serta kerangka regulasi yang ramah diharapkan mampu mendorong pengembangan model jasa keuangan digital baru yang mendukung peningkatan inklusi keuangan di Indonesia,” ujarnya.

 

 

Reporter: –
Fotografer: Kemenko for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih

Secara spesifik Presiden Joko Widodo juga menargetkan bahwa indeks inklusi keuangan dari sisi penggunaan akun akan meningkat menjadi 90 persen pada tahun 2024.

Untuk itu, lanjut Ketua Umum Golkar ini, pemerintah pada tahun 2020 telah menerbitkan Perpres tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Langkah ini guna menghadirkan kondisi di mana masyarakat dapat mengakses berbagai produk dan layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, aman dengan biaya terjangkau. Juga sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi, mempercepat penanggulangan kemiskinan, menurunkan kesenjangan antar individu dan daerah. Yang secara umum diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Dalam mewujudkannya, pemerintah melalui SNKI berupaya melakukan perluasan akses dan jangkauan layanan keuangan formal, peningkatan literasi dan perlindungan konsumen. Selain itu, juga penguatan akses permodalan dan dukungan pengembangan UMKM, peningkatan produk dan layanan keuangan digital, serta penguatan integrasi kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif melalui layanan keuangan digital.

“Inovasi teknologi dalam bidang jasa keuangan digital, infrastruktur, serta kerangka regulasi yang ramah diharapkan mampu mendorong pengembangan model jasa keuangan digital baru yang mendukung peningkatan inklusi keuangan di Indonesia,” ujarnya.

 

 

Reporter: –
Fotografer: Kemenko for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/