alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Penuh Semangat Songsong Ijen Geopark

Rakor Pra-Asesmen Dipimpin Wabup Irwan Bachtiar

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso punya semangat tinggi dalam mempersiapkan kunjungan Tim Asesor Ijen Geopark dari UNESCO. Keberadaan Ijen Geopark dipastikan akan mengangkat kawasan Kawah Ijen dan sekitarnya. Baik secara ekonomi, sosial, pelestarian budaya, maupun alam. Bahkan, keberadaan Ijen Geopark akan meningkatkan daya saing ke tingkat internasional.

BACA JUGA : Eksplorasi Panas Bumi, Sesalkan Jalan Rusak di Jalur Ijen

Geopark merupakan sebuah wilayah geografi tunggal atau gabungan yang memiliki situs warisan geologi (geosite) dan bentang alam yang bernilai. Terkait aspek warisan geologi (geoheritage), keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity). Geopark dikelola secara profesional untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan, dengan keterlibatan aktif dari masyarakat dan pemerintah daerah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nah, dalam menyongsong Ijen Geopark, Pemkab Bondowoso melakukan rapat koordinasi (rakor) lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat. Rakor yang digelar di Aula Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Diparbudpora) untuk menyambut kedatangan asesor yang akan melakukan penilaian terhadap Bondowoso Ijen Geopark.

Ikut dalam rakor tersabur sejumlah OPD yang menjadi stakeholder Bondowoso Ijen Geopark. Antara lain Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Disparbudpora, Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK), Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Diskoperindag), dan UMKM, Dinas Kesehatan (Dinkes). Kemudian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta), Dinas Komunikasi dan Informatika (Dikominfo), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), satpol PP, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Dinas permukiman, hingga Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP dan Naker).

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso punya semangat tinggi dalam mempersiapkan kunjungan Tim Asesor Ijen Geopark dari UNESCO. Keberadaan Ijen Geopark dipastikan akan mengangkat kawasan Kawah Ijen dan sekitarnya. Baik secara ekonomi, sosial, pelestarian budaya, maupun alam. Bahkan, keberadaan Ijen Geopark akan meningkatkan daya saing ke tingkat internasional.

BACA JUGA : Eksplorasi Panas Bumi, Sesalkan Jalan Rusak di Jalur Ijen

Geopark merupakan sebuah wilayah geografi tunggal atau gabungan yang memiliki situs warisan geologi (geosite) dan bentang alam yang bernilai. Terkait aspek warisan geologi (geoheritage), keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity). Geopark dikelola secara profesional untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan, dengan keterlibatan aktif dari masyarakat dan pemerintah daerah.

Nah, dalam menyongsong Ijen Geopark, Pemkab Bondowoso melakukan rapat koordinasi (rakor) lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat. Rakor yang digelar di Aula Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Diparbudpora) untuk menyambut kedatangan asesor yang akan melakukan penilaian terhadap Bondowoso Ijen Geopark.

Ikut dalam rakor tersabur sejumlah OPD yang menjadi stakeholder Bondowoso Ijen Geopark. Antara lain Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Disparbudpora, Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK), Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Diskoperindag), dan UMKM, Dinas Kesehatan (Dinkes). Kemudian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta), Dinas Komunikasi dan Informatika (Dikominfo), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), satpol PP, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Dinas permukiman, hingga Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP dan Naker).

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso punya semangat tinggi dalam mempersiapkan kunjungan Tim Asesor Ijen Geopark dari UNESCO. Keberadaan Ijen Geopark dipastikan akan mengangkat kawasan Kawah Ijen dan sekitarnya. Baik secara ekonomi, sosial, pelestarian budaya, maupun alam. Bahkan, keberadaan Ijen Geopark akan meningkatkan daya saing ke tingkat internasional.

BACA JUGA : Eksplorasi Panas Bumi, Sesalkan Jalan Rusak di Jalur Ijen

Geopark merupakan sebuah wilayah geografi tunggal atau gabungan yang memiliki situs warisan geologi (geosite) dan bentang alam yang bernilai. Terkait aspek warisan geologi (geoheritage), keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity). Geopark dikelola secara profesional untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan, dengan keterlibatan aktif dari masyarakat dan pemerintah daerah.

Nah, dalam menyongsong Ijen Geopark, Pemkab Bondowoso melakukan rapat koordinasi (rakor) lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat. Rakor yang digelar di Aula Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Diparbudpora) untuk menyambut kedatangan asesor yang akan melakukan penilaian terhadap Bondowoso Ijen Geopark.

Ikut dalam rakor tersabur sejumlah OPD yang menjadi stakeholder Bondowoso Ijen Geopark. Antara lain Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Disparbudpora, Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK), Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Diskoperindag), dan UMKM, Dinas Kesehatan (Dinkes). Kemudian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta), Dinas Komunikasi dan Informatika (Dikominfo), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), satpol PP, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Dinas permukiman, hingga Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP dan Naker).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/