alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Cara Lansia Tetap Bugar saat Puasa

Lakukan Aktivitas Fisik yang Disarankan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan suci Ramadan adalah bulan yang dinantikan karena memiliki banyak kemuliaan. Pada bulan ini, umat muslim menjalankan ibadah puasa sebagai wujud ketakwaan terhadap perintah Allah SWT. Namun, diperlukan kesehatan fisik yang prima agar berpuasa tetap lancar. Aktivitas fisik apa saja yang dapat dilakukan, terutama pada lansia?

Fisioterapis RS Bina Sehat Jember, Septian Nunung Nuryana S ST Ft, mengatakan, saat puasa sebaiknya tetap beraktivitas fisik. Sebab, fungsi otot dan persendian akan terasa semakin lemah jika tidak digerakkan, khususnya untuk lansia. “Kebanyakan orang memilih mengurangi aktivitas fisik agar tidak terlalu lelah hingga saatnya berbuka puasa,” tandasnya.

Septi menjelaskan, aktivitas fisik sebaiknya tetap dilakukan agar peredaran darah lancar sehingga tekanan darah tetap stabil, metabolisme tubuh tetap terjaga, dan membantu mengendalikan berat badan agar tetap ideal. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik ringan setiap 2-3 kali dalam seminggu dengan diawali pemanasan dan diakhiri pendinginan. “Adapun aktivitas fisik yang dapat dilakukan antara lain berjalan kaki, senam, atau yoga dengan mengatur durasi latihan sesuai kemampuan fisik lansia,” ujar Septi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Septi menambahkan, kondisi kesehatan lansia berbeda dengan orang-orang yang berusia lebih muda. Karenanya, persiapan sebelum melakukan aktivitas fisik sangat diperlukan. Tujuannya untuk mengurangi risiko cedera ataupun masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan keterbatasan gerak tubuh. “Kenali kemampuan tubuh Anda dan jangan melakukan gerakan secara berlebihan yang meningkatkan risiko keseleo,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan suci Ramadan adalah bulan yang dinantikan karena memiliki banyak kemuliaan. Pada bulan ini, umat muslim menjalankan ibadah puasa sebagai wujud ketakwaan terhadap perintah Allah SWT. Namun, diperlukan kesehatan fisik yang prima agar berpuasa tetap lancar. Aktivitas fisik apa saja yang dapat dilakukan, terutama pada lansia?

Fisioterapis RS Bina Sehat Jember, Septian Nunung Nuryana S ST Ft, mengatakan, saat puasa sebaiknya tetap beraktivitas fisik. Sebab, fungsi otot dan persendian akan terasa semakin lemah jika tidak digerakkan, khususnya untuk lansia. “Kebanyakan orang memilih mengurangi aktivitas fisik agar tidak terlalu lelah hingga saatnya berbuka puasa,” tandasnya.

Septi menjelaskan, aktivitas fisik sebaiknya tetap dilakukan agar peredaran darah lancar sehingga tekanan darah tetap stabil, metabolisme tubuh tetap terjaga, dan membantu mengendalikan berat badan agar tetap ideal. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik ringan setiap 2-3 kali dalam seminggu dengan diawali pemanasan dan diakhiri pendinginan. “Adapun aktivitas fisik yang dapat dilakukan antara lain berjalan kaki, senam, atau yoga dengan mengatur durasi latihan sesuai kemampuan fisik lansia,” ujar Septi.

Septi menambahkan, kondisi kesehatan lansia berbeda dengan orang-orang yang berusia lebih muda. Karenanya, persiapan sebelum melakukan aktivitas fisik sangat diperlukan. Tujuannya untuk mengurangi risiko cedera ataupun masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan keterbatasan gerak tubuh. “Kenali kemampuan tubuh Anda dan jangan melakukan gerakan secara berlebihan yang meningkatkan risiko keseleo,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan suci Ramadan adalah bulan yang dinantikan karena memiliki banyak kemuliaan. Pada bulan ini, umat muslim menjalankan ibadah puasa sebagai wujud ketakwaan terhadap perintah Allah SWT. Namun, diperlukan kesehatan fisik yang prima agar berpuasa tetap lancar. Aktivitas fisik apa saja yang dapat dilakukan, terutama pada lansia?

Fisioterapis RS Bina Sehat Jember, Septian Nunung Nuryana S ST Ft, mengatakan, saat puasa sebaiknya tetap beraktivitas fisik. Sebab, fungsi otot dan persendian akan terasa semakin lemah jika tidak digerakkan, khususnya untuk lansia. “Kebanyakan orang memilih mengurangi aktivitas fisik agar tidak terlalu lelah hingga saatnya berbuka puasa,” tandasnya.

Septi menjelaskan, aktivitas fisik sebaiknya tetap dilakukan agar peredaran darah lancar sehingga tekanan darah tetap stabil, metabolisme tubuh tetap terjaga, dan membantu mengendalikan berat badan agar tetap ideal. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik ringan setiap 2-3 kali dalam seminggu dengan diawali pemanasan dan diakhiri pendinginan. “Adapun aktivitas fisik yang dapat dilakukan antara lain berjalan kaki, senam, atau yoga dengan mengatur durasi latihan sesuai kemampuan fisik lansia,” ujar Septi.

Septi menambahkan, kondisi kesehatan lansia berbeda dengan orang-orang yang berusia lebih muda. Karenanya, persiapan sebelum melakukan aktivitas fisik sangat diperlukan. Tujuannya untuk mengurangi risiko cedera ataupun masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan keterbatasan gerak tubuh. “Kenali kemampuan tubuh Anda dan jangan melakukan gerakan secara berlebihan yang meningkatkan risiko keseleo,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/