alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Ekonomi Pesantren, Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Potensi pesantren sebagai pertumbuhan ekonomi mulai dipandang serius di Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember bekerja sama dengan Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang menggelar Capacity Building Kemandirian Ekonomi Pesantren, 5-8 April lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu ini dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Sudarta. Hadir pula Kepala BBPP Dr Wasis Sarjono SPt MSi dan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS. Agenda ini diikuti oleh 26 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai pondok pesantren di seluruh eks Karesidenan Besuki dan Lumajang (Sekarkijang).

Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS menuturkan, kegiatan capacity building ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi pondok pesantren, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi syariah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, selama empat hari peserta dibekali berbagai pelatihan. Di antaranya ekosistem halal yang langsung disampaikan oleh Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS. Selain itu, mengenai business mindset, manajemen bisnis, digital marketing dan branding, manajemen keuangan, hingga inovasi agrobisnis.

Di samping itu, peserta juga mengunjungi berbagai aktivitas peternakan yang ada di BBPP Batu serta melihat langsung praktik pelatihan penyembelihan halal. “Agar pelaksanaan capacity building lebih komprehensif, peserta dikenalkan proses produksi dari hulu hingga hilir mengenai berbagai unit usaha yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. Di antaranya budi daya ikan air tawar, budi daya anggrek, budi daya jamur, hingga bidang olahan seperti yoghurt, gelato, dan keju mozzarella,” paparnya.

Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang dipilih sebagai lokasi capacity building karena merupakan salah satu pondok pesantren di Jawa Timur yang memiliki unit usaha yang telah terkelola dengan baik. Salah satu unit usaha unggulan yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh adalah industri olahan keju mozzarella, yang selama ini mampu memproduksi empat hingga lima ton per bulan. Dipasarkan secara daring ke seluruh kota di Indonesia. “Kegiatan capacity building diharapkan mampu mencetak santri yang menguasai ilmu agama serta memiliki spirit entrepreneurship,” lanjutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Potensi pesantren sebagai pertumbuhan ekonomi mulai dipandang serius di Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember bekerja sama dengan Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang menggelar Capacity Building Kemandirian Ekonomi Pesantren, 5-8 April lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu ini dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Sudarta. Hadir pula Kepala BBPP Dr Wasis Sarjono SPt MSi dan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS. Agenda ini diikuti oleh 26 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai pondok pesantren di seluruh eks Karesidenan Besuki dan Lumajang (Sekarkijang).

Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS menuturkan, kegiatan capacity building ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi pondok pesantren, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi syariah.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, selama empat hari peserta dibekali berbagai pelatihan. Di antaranya ekosistem halal yang langsung disampaikan oleh Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS. Selain itu, mengenai business mindset, manajemen bisnis, digital marketing dan branding, manajemen keuangan, hingga inovasi agrobisnis.

Di samping itu, peserta juga mengunjungi berbagai aktivitas peternakan yang ada di BBPP Batu serta melihat langsung praktik pelatihan penyembelihan halal. “Agar pelaksanaan capacity building lebih komprehensif, peserta dikenalkan proses produksi dari hulu hingga hilir mengenai berbagai unit usaha yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. Di antaranya budi daya ikan air tawar, budi daya anggrek, budi daya jamur, hingga bidang olahan seperti yoghurt, gelato, dan keju mozzarella,” paparnya.

Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang dipilih sebagai lokasi capacity building karena merupakan salah satu pondok pesantren di Jawa Timur yang memiliki unit usaha yang telah terkelola dengan baik. Salah satu unit usaha unggulan yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh adalah industri olahan keju mozzarella, yang selama ini mampu memproduksi empat hingga lima ton per bulan. Dipasarkan secara daring ke seluruh kota di Indonesia. “Kegiatan capacity building diharapkan mampu mencetak santri yang menguasai ilmu agama serta memiliki spirit entrepreneurship,” lanjutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Potensi pesantren sebagai pertumbuhan ekonomi mulai dipandang serius di Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember bekerja sama dengan Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang menggelar Capacity Building Kemandirian Ekonomi Pesantren, 5-8 April lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu ini dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Sudarta. Hadir pula Kepala BBPP Dr Wasis Sarjono SPt MSi dan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS. Agenda ini diikuti oleh 26 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai pondok pesantren di seluruh eks Karesidenan Besuki dan Lumajang (Sekarkijang).

Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS menuturkan, kegiatan capacity building ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi pondok pesantren, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi syariah.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, selama empat hari peserta dibekali berbagai pelatihan. Di antaranya ekosistem halal yang langsung disampaikan oleh Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS. Selain itu, mengenai business mindset, manajemen bisnis, digital marketing dan branding, manajemen keuangan, hingga inovasi agrobisnis.

Di samping itu, peserta juga mengunjungi berbagai aktivitas peternakan yang ada di BBPP Batu serta melihat langsung praktik pelatihan penyembelihan halal. “Agar pelaksanaan capacity building lebih komprehensif, peserta dikenalkan proses produksi dari hulu hingga hilir mengenai berbagai unit usaha yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. Di antaranya budi daya ikan air tawar, budi daya anggrek, budi daya jamur, hingga bidang olahan seperti yoghurt, gelato, dan keju mozzarella,” paparnya.

Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang dipilih sebagai lokasi capacity building karena merupakan salah satu pondok pesantren di Jawa Timur yang memiliki unit usaha yang telah terkelola dengan baik. Salah satu unit usaha unggulan yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh adalah industri olahan keju mozzarella, yang selama ini mampu memproduksi empat hingga lima ton per bulan. Dipasarkan secara daring ke seluruh kota di Indonesia. “Kegiatan capacity building diharapkan mampu mencetak santri yang menguasai ilmu agama serta memiliki spirit entrepreneurship,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/