alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Cerita Pasutri Wisuda Program Doktor Bersama di Universitas Jember

Jadi Partner Diskusi Sebelum Tidur

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Werdiningsih mengatakan, menyelesaikan disertasi saat pandemi bukanlah perkara yang mudah. Namun demikian, mereka berdua tetap menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa dengan penuh semangat. “Dari awal kami sudah berkomitmen untuk menjalani semua aktivitas dengan hati yang senang. Apa lagi di usia kami yang sudah di atas 50 tahun, tentu harus bisa mengelola pikiran dengan baik. Semua dinikmati jadi tidak pernah merasa ada kesulitan,” ujarnya.

Perempuan yang kini genap 50 tahun ini menambahkan, walaupun melelahkan tetap membangun komitmen yang kuat untuk bisa lulus tepat waktu. Terlebih lagi proses perkuliahan saat pandemi terkadang membuat mereka membuat beberapa penyesuaian jadwal. “Apa lagi ketika pesawat di-cancel, sehingga kami harus mencari alternatif transportasi. Karena kesibukan juga akhirnya mengambil kereta tengah malam yang tiba di Jember jam 3 pagi dan jam 8 harus langsung kuliah. Penuh perjuangan pokoknya dan kami menikmati hal itu,” tuturnya.

Werdiningsih bersama suami merasa bersyukur karena selama menempuh kuliah dibimbing oleh dosen-dosen yang ramah. Mereka selalu memberikan solusi dan kemudahan setiap persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa. “Kami menikmati studi karena memang tujuan kami mau belajar. Apalagi  ditunjang juga oleh dosen fakultas hukum yang sangat kekeluargaan yang sangat terbuka sehingga kami betah,” pungkasnya. (c2/dwi)

- Advertisement -

Sementara itu, Werdiningsih mengatakan, menyelesaikan disertasi saat pandemi bukanlah perkara yang mudah. Namun demikian, mereka berdua tetap menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa dengan penuh semangat. “Dari awal kami sudah berkomitmen untuk menjalani semua aktivitas dengan hati yang senang. Apa lagi di usia kami yang sudah di atas 50 tahun, tentu harus bisa mengelola pikiran dengan baik. Semua dinikmati jadi tidak pernah merasa ada kesulitan,” ujarnya.

Perempuan yang kini genap 50 tahun ini menambahkan, walaupun melelahkan tetap membangun komitmen yang kuat untuk bisa lulus tepat waktu. Terlebih lagi proses perkuliahan saat pandemi terkadang membuat mereka membuat beberapa penyesuaian jadwal. “Apa lagi ketika pesawat di-cancel, sehingga kami harus mencari alternatif transportasi. Karena kesibukan juga akhirnya mengambil kereta tengah malam yang tiba di Jember jam 3 pagi dan jam 8 harus langsung kuliah. Penuh perjuangan pokoknya dan kami menikmati hal itu,” tuturnya.

Werdiningsih bersama suami merasa bersyukur karena selama menempuh kuliah dibimbing oleh dosen-dosen yang ramah. Mereka selalu memberikan solusi dan kemudahan setiap persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa. “Kami menikmati studi karena memang tujuan kami mau belajar. Apalagi  ditunjang juga oleh dosen fakultas hukum yang sangat kekeluargaan yang sangat terbuka sehingga kami betah,” pungkasnya. (c2/dwi)

Sementara itu, Werdiningsih mengatakan, menyelesaikan disertasi saat pandemi bukanlah perkara yang mudah. Namun demikian, mereka berdua tetap menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa dengan penuh semangat. “Dari awal kami sudah berkomitmen untuk menjalani semua aktivitas dengan hati yang senang. Apa lagi di usia kami yang sudah di atas 50 tahun, tentu harus bisa mengelola pikiran dengan baik. Semua dinikmati jadi tidak pernah merasa ada kesulitan,” ujarnya.

Perempuan yang kini genap 50 tahun ini menambahkan, walaupun melelahkan tetap membangun komitmen yang kuat untuk bisa lulus tepat waktu. Terlebih lagi proses perkuliahan saat pandemi terkadang membuat mereka membuat beberapa penyesuaian jadwal. “Apa lagi ketika pesawat di-cancel, sehingga kami harus mencari alternatif transportasi. Karena kesibukan juga akhirnya mengambil kereta tengah malam yang tiba di Jember jam 3 pagi dan jam 8 harus langsung kuliah. Penuh perjuangan pokoknya dan kami menikmati hal itu,” tuturnya.

Werdiningsih bersama suami merasa bersyukur karena selama menempuh kuliah dibimbing oleh dosen-dosen yang ramah. Mereka selalu memberikan solusi dan kemudahan setiap persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa. “Kami menikmati studi karena memang tujuan kami mau belajar. Apalagi  ditunjang juga oleh dosen fakultas hukum yang sangat kekeluargaan yang sangat terbuka sehingga kami betah,” pungkasnya. (c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

PT PLN Terangi Permukiman BSD

Wajib Pantau Rekanan Lelet

Anomali Temuan Honor BPK

/