alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Siswa SMKN 7 Jember Dipanggil Khusus Dudi untuk Prakerin

Mobile_AP_Rectangle 1

ARJASA, RADARJEMBER.ID – Kepercayaan terhadap kemampuan, keahlian, dan dedikasi siswa SMK Negeri 7 mulai ditunjukkan oleh Dunia Usaha dan Industri (Dudi). Secara khusus, beberapa bengkel, baik kendaraan bermotor maupun mobil, meminta agar ada siswa sekolah kejuruan negeri di Sumberbaru tersebut untuk praktik kerja industri (prakerin).

Kepala SMKN 7 Jember Rahmah Hidana mengatakan, saat ini ada siswa SMKN 7 yang melakukan prakerin. Namun, perbedaannya adalah justru yang meminta dari pihak Dudi. “Ada prakerin di bengkel di Tanggul, ada juga di Arjasa. Termasuk tentang prakerin teknik komputer jaringan di bengkel,” imbuhnya.

Adanya pihak Dudi yang meminta khusus siswa SMKN 7 Jember untuk prakerin tersebut, menurut Rahmah, menjadi bentuk kepercayaan cukup lama. Terlebih lagi, percaya terhadap keahlian dan kemampuan siswa SMKN 7 Jember. Selain dua hal tersebut, hal yang tak kalah penting adalah dedikasi. “Iduka lebih mengutamakan soft skill dan attitude. Kalau itu sudah bagus dan kuat, maka yang lain seperti hard skill  pasti bagus juga,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dedikasi dalam bekerja inilah terus diajarkan di sekolah. Salah satunya adalah disiplin, karakter berbudaya industri, karakter keselamatan kerja, dan kebersihan di tempat kerja. “Semua itu dilakukan terus-menerus di lingkungan sekolah agar siswa SMKN 7 Jember siap terjun ke Dudi, termasuk ke bengkel,” terangnya.

Sementara itu, Guru Produktif Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) SMKN 7 Jember Aris Wijaya menjelaskan, ada empat siswa yang prakerin di bengkel Anugrah Sejahtera Motor Yamaha yang berada di Arjasa. “Dua siswa Jurusan TBSM dan dua siswi Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) yang prakerin pada bengkel di Arjasa,” tuturnya.

- Advertisement -

ARJASA, RADARJEMBER.ID – Kepercayaan terhadap kemampuan, keahlian, dan dedikasi siswa SMK Negeri 7 mulai ditunjukkan oleh Dunia Usaha dan Industri (Dudi). Secara khusus, beberapa bengkel, baik kendaraan bermotor maupun mobil, meminta agar ada siswa sekolah kejuruan negeri di Sumberbaru tersebut untuk praktik kerja industri (prakerin).

Kepala SMKN 7 Jember Rahmah Hidana mengatakan, saat ini ada siswa SMKN 7 yang melakukan prakerin. Namun, perbedaannya adalah justru yang meminta dari pihak Dudi. “Ada prakerin di bengkel di Tanggul, ada juga di Arjasa. Termasuk tentang prakerin teknik komputer jaringan di bengkel,” imbuhnya.

Adanya pihak Dudi yang meminta khusus siswa SMKN 7 Jember untuk prakerin tersebut, menurut Rahmah, menjadi bentuk kepercayaan cukup lama. Terlebih lagi, percaya terhadap keahlian dan kemampuan siswa SMKN 7 Jember. Selain dua hal tersebut, hal yang tak kalah penting adalah dedikasi. “Iduka lebih mengutamakan soft skill dan attitude. Kalau itu sudah bagus dan kuat, maka yang lain seperti hard skill  pasti bagus juga,” paparnya.

Dedikasi dalam bekerja inilah terus diajarkan di sekolah. Salah satunya adalah disiplin, karakter berbudaya industri, karakter keselamatan kerja, dan kebersihan di tempat kerja. “Semua itu dilakukan terus-menerus di lingkungan sekolah agar siswa SMKN 7 Jember siap terjun ke Dudi, termasuk ke bengkel,” terangnya.

Sementara itu, Guru Produktif Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) SMKN 7 Jember Aris Wijaya menjelaskan, ada empat siswa yang prakerin di bengkel Anugrah Sejahtera Motor Yamaha yang berada di Arjasa. “Dua siswa Jurusan TBSM dan dua siswi Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) yang prakerin pada bengkel di Arjasa,” tuturnya.

ARJASA, RADARJEMBER.ID – Kepercayaan terhadap kemampuan, keahlian, dan dedikasi siswa SMK Negeri 7 mulai ditunjukkan oleh Dunia Usaha dan Industri (Dudi). Secara khusus, beberapa bengkel, baik kendaraan bermotor maupun mobil, meminta agar ada siswa sekolah kejuruan negeri di Sumberbaru tersebut untuk praktik kerja industri (prakerin).

Kepala SMKN 7 Jember Rahmah Hidana mengatakan, saat ini ada siswa SMKN 7 yang melakukan prakerin. Namun, perbedaannya adalah justru yang meminta dari pihak Dudi. “Ada prakerin di bengkel di Tanggul, ada juga di Arjasa. Termasuk tentang prakerin teknik komputer jaringan di bengkel,” imbuhnya.

Adanya pihak Dudi yang meminta khusus siswa SMKN 7 Jember untuk prakerin tersebut, menurut Rahmah, menjadi bentuk kepercayaan cukup lama. Terlebih lagi, percaya terhadap keahlian dan kemampuan siswa SMKN 7 Jember. Selain dua hal tersebut, hal yang tak kalah penting adalah dedikasi. “Iduka lebih mengutamakan soft skill dan attitude. Kalau itu sudah bagus dan kuat, maka yang lain seperti hard skill  pasti bagus juga,” paparnya.

Dedikasi dalam bekerja inilah terus diajarkan di sekolah. Salah satunya adalah disiplin, karakter berbudaya industri, karakter keselamatan kerja, dan kebersihan di tempat kerja. “Semua itu dilakukan terus-menerus di lingkungan sekolah agar siswa SMKN 7 Jember siap terjun ke Dudi, termasuk ke bengkel,” terangnya.

Sementara itu, Guru Produktif Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) SMKN 7 Jember Aris Wijaya menjelaskan, ada empat siswa yang prakerin di bengkel Anugrah Sejahtera Motor Yamaha yang berada di Arjasa. “Dua siswa Jurusan TBSM dan dua siswi Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) yang prakerin pada bengkel di Arjasa,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/