alexametrics
27.6 C
Jember
Monday, 8 August 2022

SMASGA Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – SMAN 1 Tenggarang (SMASGA) Kabupaten Bondowoso aktif menyongsong kurikulum merdeka. SMASGA menggelar workshop Kurikulum Merdeka Selasa sampai Kamis, 5-7 Juli 2022 di Aula SMAN 1 Tenggarang. Workshop kali ini bertujuan untuk mempersiapkan para guru dalam menghadapi Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan pada Tahun Pelajaran Baru 2022/2023.
SMASGA mendatangkan narasumber yang kompeten yaitu Ahmad Sugiyono, S.S. “Beliau siap membimbing guru SMAN 1 Tenggarang dalam penyusunan segala perangkat yang akan digunakan dalam penerapan Kurikulum Merdeka, diantaranya Alur tujuan Pembelajaran (ATP), Modul ajar, dan Asesmen,” kata Plt Kepala SMASGA Kabupaten Bondowoso Basri SPd.MPd.
Materi workshop diberikan secara bertahap. Pada hari ke-1, diberikan materi mengenai tips dan trik memecah Capaian Pembelajaran ke dalam Tujuan Pembelajaran. Hari ke-2 materi tentang cara penyusunan modul ajar yang efektif, dan hari ke-3 materi tentang Assesment pembelajaran dalam kurikulum merdeka. “Turut hadir juga Bapak Ahmad Jaenuri, S.Pd,M.Pd, selaku Kacabdin Pendidikan Wilayah Bondowoso,” ujarnya. “Intinya SMASGA ingin benar-benar siap menghadapi kurikulum merdeka,” imbuhnya.Kurikulum Merdeka yang dirancang lebih sederhana dan fleksibel disebut akan semakin membuat siswa lebih aktif. Hal tersebut lantaran jenis-jenis aktivitas yang ada di dalam kurikulum ini lebih relevan dan banyak memberikan ruang untuk tugas berbasis proyek atau project base.
Rancangan landasan utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan. Mengembangkan profil Pelajar Pancasila pada peserta didik. Capaian Pembelajaran yang disusun per fase. Capaian Pembelajaran dinyatakan dalam paragraf yang merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mencapai, menguatkan, dan meningkatkan kompetensi.
Struktur kurikulum merdeka dibagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran utama, yaitu:
Pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler projek penguatan profil Pelajar Pancasila Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan. Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi Mata pelajaran IPA dan IPS di Kelas X SMA belum dipisahkan menjadi mata pelajaran yang lebih spesifik.
Satuan pendidikan atau peserta didik dapat memilih sekurang-kurangnya satu dari lima mata pelajaran Seni dan Prakarya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya Di kelas X peserta didik mempelajari mata pelajaran umum (belum ada mata pelajaran pilihan). Peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat di kelas XI dan XII. Peserta didik memilih mata pelajaran dari kelompok mata pelajaran yang tersedia Peserta didik menulis esai ilmiah sebagai syarat kelulusan. (ika/aro)

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – SMAN 1 Tenggarang (SMASGA) Kabupaten Bondowoso aktif menyongsong kurikulum merdeka. SMASGA menggelar workshop Kurikulum Merdeka Selasa sampai Kamis, 5-7 Juli 2022 di Aula SMAN 1 Tenggarang. Workshop kali ini bertujuan untuk mempersiapkan para guru dalam menghadapi Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan pada Tahun Pelajaran Baru 2022/2023.
SMASGA mendatangkan narasumber yang kompeten yaitu Ahmad Sugiyono, S.S. “Beliau siap membimbing guru SMAN 1 Tenggarang dalam penyusunan segala perangkat yang akan digunakan dalam penerapan Kurikulum Merdeka, diantaranya Alur tujuan Pembelajaran (ATP), Modul ajar, dan Asesmen,” kata Plt Kepala SMASGA Kabupaten Bondowoso Basri SPd.MPd.
Materi workshop diberikan secara bertahap. Pada hari ke-1, diberikan materi mengenai tips dan trik memecah Capaian Pembelajaran ke dalam Tujuan Pembelajaran. Hari ke-2 materi tentang cara penyusunan modul ajar yang efektif, dan hari ke-3 materi tentang Assesment pembelajaran dalam kurikulum merdeka. “Turut hadir juga Bapak Ahmad Jaenuri, S.Pd,M.Pd, selaku Kacabdin Pendidikan Wilayah Bondowoso,” ujarnya. “Intinya SMASGA ingin benar-benar siap menghadapi kurikulum merdeka,” imbuhnya.Kurikulum Merdeka yang dirancang lebih sederhana dan fleksibel disebut akan semakin membuat siswa lebih aktif. Hal tersebut lantaran jenis-jenis aktivitas yang ada di dalam kurikulum ini lebih relevan dan banyak memberikan ruang untuk tugas berbasis proyek atau project base.
Rancangan landasan utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan. Mengembangkan profil Pelajar Pancasila pada peserta didik. Capaian Pembelajaran yang disusun per fase. Capaian Pembelajaran dinyatakan dalam paragraf yang merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mencapai, menguatkan, dan meningkatkan kompetensi.
Struktur kurikulum merdeka dibagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran utama, yaitu:
Pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler projek penguatan profil Pelajar Pancasila Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan. Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi Mata pelajaran IPA dan IPS di Kelas X SMA belum dipisahkan menjadi mata pelajaran yang lebih spesifik.
Satuan pendidikan atau peserta didik dapat memilih sekurang-kurangnya satu dari lima mata pelajaran Seni dan Prakarya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya Di kelas X peserta didik mempelajari mata pelajaran umum (belum ada mata pelajaran pilihan). Peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat di kelas XI dan XII. Peserta didik memilih mata pelajaran dari kelompok mata pelajaran yang tersedia Peserta didik menulis esai ilmiah sebagai syarat kelulusan. (ika/aro)

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – SMAN 1 Tenggarang (SMASGA) Kabupaten Bondowoso aktif menyongsong kurikulum merdeka. SMASGA menggelar workshop Kurikulum Merdeka Selasa sampai Kamis, 5-7 Juli 2022 di Aula SMAN 1 Tenggarang. Workshop kali ini bertujuan untuk mempersiapkan para guru dalam menghadapi Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan pada Tahun Pelajaran Baru 2022/2023.
SMASGA mendatangkan narasumber yang kompeten yaitu Ahmad Sugiyono, S.S. “Beliau siap membimbing guru SMAN 1 Tenggarang dalam penyusunan segala perangkat yang akan digunakan dalam penerapan Kurikulum Merdeka, diantaranya Alur tujuan Pembelajaran (ATP), Modul ajar, dan Asesmen,” kata Plt Kepala SMASGA Kabupaten Bondowoso Basri SPd.MPd.
Materi workshop diberikan secara bertahap. Pada hari ke-1, diberikan materi mengenai tips dan trik memecah Capaian Pembelajaran ke dalam Tujuan Pembelajaran. Hari ke-2 materi tentang cara penyusunan modul ajar yang efektif, dan hari ke-3 materi tentang Assesment pembelajaran dalam kurikulum merdeka. “Turut hadir juga Bapak Ahmad Jaenuri, S.Pd,M.Pd, selaku Kacabdin Pendidikan Wilayah Bondowoso,” ujarnya. “Intinya SMASGA ingin benar-benar siap menghadapi kurikulum merdeka,” imbuhnya.Kurikulum Merdeka yang dirancang lebih sederhana dan fleksibel disebut akan semakin membuat siswa lebih aktif. Hal tersebut lantaran jenis-jenis aktivitas yang ada di dalam kurikulum ini lebih relevan dan banyak memberikan ruang untuk tugas berbasis proyek atau project base.
Rancangan landasan utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan. Mengembangkan profil Pelajar Pancasila pada peserta didik. Capaian Pembelajaran yang disusun per fase. Capaian Pembelajaran dinyatakan dalam paragraf yang merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mencapai, menguatkan, dan meningkatkan kompetensi.
Struktur kurikulum merdeka dibagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran utama, yaitu:
Pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler projek penguatan profil Pelajar Pancasila Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan. Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi Mata pelajaran IPA dan IPS di Kelas X SMA belum dipisahkan menjadi mata pelajaran yang lebih spesifik.
Satuan pendidikan atau peserta didik dapat memilih sekurang-kurangnya satu dari lima mata pelajaran Seni dan Prakarya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya Di kelas X peserta didik mempelajari mata pelajaran umum (belum ada mata pelajaran pilihan). Peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat di kelas XI dan XII. Peserta didik memilih mata pelajaran dari kelompok mata pelajaran yang tersedia Peserta didik menulis esai ilmiah sebagai syarat kelulusan. (ika/aro)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/