alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Jadikan Jember Sentra Kelengkeng Terbaik

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia juga menjelaskan, ada banyak kelebihan dari pohon kelengkeng yang belum diketahui warga. Tanaman buah yang berwarna kuning kecoklatan ini perawatannya sangat mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya. Begitu juga dengan buahnya, rasanya manis dan hampir disukai oleh semua kalangan. “Pemasarannya, ini mungkin tidak sampai keluar Jember, karena jarang yang tanam kelengkeng. Harganya juga bertahan, tidak naik turun. Artinya, ini peluang yang bagus,” tuturnya.

Penanaman kali ini sekaligus menjadi percobaan bagi Pemkab Jember. Jika dalam waktu dua tahun ini berhasil, maka penanaman akan terus diperbanyak di berbagai tempat. Termasuk di lahan-lahan atau aset milik Pemkab Jember guna menambah PAD. 

Tak hanya itu, Bupati Hendy juga mengatakan, jika benar berhasil, pihaknya akan membagikan bibit varietas unggul itu kepada masyarakat Jember secara gratis. “Kami akan bagikan kepada semua, siapa pun yang mau menanam. Dan pemkab akan memfasilitasi marketing-nya,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala DTPHP Imam Sudarmadji menuturkan, selain memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi warga, tanaman kelengkeng juga termasuk pohon yang efisien ditanam di lahan miring. Oleh karenanya, tanaman kelengkeng dinilai mampu menahan erosi. Mengingat, belakangan ini sering terjadi longsor di wilayah dataran tinggi Jember. “Kalau buah naga, tanamannya kurang bisa menahan air. Harapannya bisa ditanami hortikultura yang produktif, sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya. (del/c2/lin)

 

- Advertisement -

Dia juga menjelaskan, ada banyak kelebihan dari pohon kelengkeng yang belum diketahui warga. Tanaman buah yang berwarna kuning kecoklatan ini perawatannya sangat mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya. Begitu juga dengan buahnya, rasanya manis dan hampir disukai oleh semua kalangan. “Pemasarannya, ini mungkin tidak sampai keluar Jember, karena jarang yang tanam kelengkeng. Harganya juga bertahan, tidak naik turun. Artinya, ini peluang yang bagus,” tuturnya.

Penanaman kali ini sekaligus menjadi percobaan bagi Pemkab Jember. Jika dalam waktu dua tahun ini berhasil, maka penanaman akan terus diperbanyak di berbagai tempat. Termasuk di lahan-lahan atau aset milik Pemkab Jember guna menambah PAD. 

Tak hanya itu, Bupati Hendy juga mengatakan, jika benar berhasil, pihaknya akan membagikan bibit varietas unggul itu kepada masyarakat Jember secara gratis. “Kami akan bagikan kepada semua, siapa pun yang mau menanam. Dan pemkab akan memfasilitasi marketing-nya,” ujarnya.

Kepala DTPHP Imam Sudarmadji menuturkan, selain memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi warga, tanaman kelengkeng juga termasuk pohon yang efisien ditanam di lahan miring. Oleh karenanya, tanaman kelengkeng dinilai mampu menahan erosi. Mengingat, belakangan ini sering terjadi longsor di wilayah dataran tinggi Jember. “Kalau buah naga, tanamannya kurang bisa menahan air. Harapannya bisa ditanami hortikultura yang produktif, sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya. (del/c2/lin)

 

Dia juga menjelaskan, ada banyak kelebihan dari pohon kelengkeng yang belum diketahui warga. Tanaman buah yang berwarna kuning kecoklatan ini perawatannya sangat mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya. Begitu juga dengan buahnya, rasanya manis dan hampir disukai oleh semua kalangan. “Pemasarannya, ini mungkin tidak sampai keluar Jember, karena jarang yang tanam kelengkeng. Harganya juga bertahan, tidak naik turun. Artinya, ini peluang yang bagus,” tuturnya.

Penanaman kali ini sekaligus menjadi percobaan bagi Pemkab Jember. Jika dalam waktu dua tahun ini berhasil, maka penanaman akan terus diperbanyak di berbagai tempat. Termasuk di lahan-lahan atau aset milik Pemkab Jember guna menambah PAD. 

Tak hanya itu, Bupati Hendy juga mengatakan, jika benar berhasil, pihaknya akan membagikan bibit varietas unggul itu kepada masyarakat Jember secara gratis. “Kami akan bagikan kepada semua, siapa pun yang mau menanam. Dan pemkab akan memfasilitasi marketing-nya,” ujarnya.

Kepala DTPHP Imam Sudarmadji menuturkan, selain memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi warga, tanaman kelengkeng juga termasuk pohon yang efisien ditanam di lahan miring. Oleh karenanya, tanaman kelengkeng dinilai mampu menahan erosi. Mengingat, belakangan ini sering terjadi longsor di wilayah dataran tinggi Jember. “Kalau buah naga, tanamannya kurang bisa menahan air. Harapannya bisa ditanami hortikultura yang produktif, sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya. (del/c2/lin)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/