alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Teguhkan Kampus Gotong Royong untuk Indonesia Tumbuh dan Tangguh

Mobile_AP_Rectangle 1

Meski demikian, pelaksanaan berbagai program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga terus berjalan. Bahkan Universitas Jember telah mendapatkan apresiasi dari USAID dengan program kuliah kerja nyata (KKN) tematik dan KKN kewirausahaan. “Pelaksanaan KKN tematik seperti KKN Back To Village, KKN kewirausahaan, yang digelar oleh LP2M terus berjalan walau di tengah masa pandemi Covid-19,” ungkap Iwan.

Memasuki usia ke-57, Universitas Jember yang lahir dan berkembang di wilayah pertanian dan perkebunan yang subur tetap konsisten mengusung visi dan misi membangun agroindustri. Komitmen Universitas Jember ditunjukkan dengan rencana pengembangan agroindustri berbasis potensi fakultas yang dimiliki oleh Universitas Jember. Sudah ada enam bidang yang dikembangkan, di antaranya agromedical oleh Fakultas Kedokteran, agronursing oleh Fakultas Keperawatan, dan agropharmacy oleh Fakultas Farmasi. Ada juga bidang garapan yang lintas fakultas, mengingat kajian mengenai agroindustri sangatlah luas, semisal agroindustrial technology, agrocoastal community, dan biotechnology for agroindustrial.

“Sebagai contoh kawan-kawan di Fakultas Kedokteran mengembangkan kajian mengenai penanganan masalah kesehatan bagi masyarakat agroindustri. Sementara, kawan-kawan di Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, serta Fakultas Teknik menciptakan berbagai inovasi di bidang teknologi agroindustri,” kata Iwan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu batu pijakan yang kini dilalui oleh Universitas Jember adalah perubahan status dari perguruan tinggi satuan kerja menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sejak akhir 2020 lalu. Dengan status BLU ini, maka Universitas Jember membuka layanannya lebih luas untuk masyarakat. “Kami juga menerima amanah untuk mengelola aset-aset yang kami miliki untuk mengembangkan Universitas Jember lebih maju lagi. BLU adalah lembaga nirlaba yang semua keuntungannya akan kembali kepada pelanggan utama dan negara. Insyaallah tahun depan Universitas Jember mantap melangkah sebagai BLU,” katanya.

Iwan berharap agar semua komponen Universitas Jember bersatu, bergotong royong, mewujudkan Universitas Jember sebagai perguruan tinggi yang ternama. Oleh karena itu, tema yang dipilih pada dies natalis tahun ini adalah Kampus Gotong Royong untuk Indonesia Tangguh dan Tumbuh.

“Universitas Jember memiliki sumber daya manusia dengan berbagai kepakaran dan latar belakang yang beragam. Saya membayangkan jika kita semua bisa bergotong royong, maka insyaallah rintangan apa pun bisa kita lalui. Kita akan rawat, jaga, dan kembangkan warisan dari seluruh pendahulu kita. Termasuk pencapaian para rektor sebelumnya sebagai usaha continuous quality improvement. Target saya, kita bisa segera masuk ke daftar perguruan tinggi klaster satu di Indonesia versi Kemendikbudristek,” pungkas Iwan. (ika/c2/lin)

- Advertisement -

Meski demikian, pelaksanaan berbagai program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga terus berjalan. Bahkan Universitas Jember telah mendapatkan apresiasi dari USAID dengan program kuliah kerja nyata (KKN) tematik dan KKN kewirausahaan. “Pelaksanaan KKN tematik seperti KKN Back To Village, KKN kewirausahaan, yang digelar oleh LP2M terus berjalan walau di tengah masa pandemi Covid-19,” ungkap Iwan.

Memasuki usia ke-57, Universitas Jember yang lahir dan berkembang di wilayah pertanian dan perkebunan yang subur tetap konsisten mengusung visi dan misi membangun agroindustri. Komitmen Universitas Jember ditunjukkan dengan rencana pengembangan agroindustri berbasis potensi fakultas yang dimiliki oleh Universitas Jember. Sudah ada enam bidang yang dikembangkan, di antaranya agromedical oleh Fakultas Kedokteran, agronursing oleh Fakultas Keperawatan, dan agropharmacy oleh Fakultas Farmasi. Ada juga bidang garapan yang lintas fakultas, mengingat kajian mengenai agroindustri sangatlah luas, semisal agroindustrial technology, agrocoastal community, dan biotechnology for agroindustrial.

“Sebagai contoh kawan-kawan di Fakultas Kedokteran mengembangkan kajian mengenai penanganan masalah kesehatan bagi masyarakat agroindustri. Sementara, kawan-kawan di Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, serta Fakultas Teknik menciptakan berbagai inovasi di bidang teknologi agroindustri,” kata Iwan.

Salah satu batu pijakan yang kini dilalui oleh Universitas Jember adalah perubahan status dari perguruan tinggi satuan kerja menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sejak akhir 2020 lalu. Dengan status BLU ini, maka Universitas Jember membuka layanannya lebih luas untuk masyarakat. “Kami juga menerima amanah untuk mengelola aset-aset yang kami miliki untuk mengembangkan Universitas Jember lebih maju lagi. BLU adalah lembaga nirlaba yang semua keuntungannya akan kembali kepada pelanggan utama dan negara. Insyaallah tahun depan Universitas Jember mantap melangkah sebagai BLU,” katanya.

Iwan berharap agar semua komponen Universitas Jember bersatu, bergotong royong, mewujudkan Universitas Jember sebagai perguruan tinggi yang ternama. Oleh karena itu, tema yang dipilih pada dies natalis tahun ini adalah Kampus Gotong Royong untuk Indonesia Tangguh dan Tumbuh.

“Universitas Jember memiliki sumber daya manusia dengan berbagai kepakaran dan latar belakang yang beragam. Saya membayangkan jika kita semua bisa bergotong royong, maka insyaallah rintangan apa pun bisa kita lalui. Kita akan rawat, jaga, dan kembangkan warisan dari seluruh pendahulu kita. Termasuk pencapaian para rektor sebelumnya sebagai usaha continuous quality improvement. Target saya, kita bisa segera masuk ke daftar perguruan tinggi klaster satu di Indonesia versi Kemendikbudristek,” pungkas Iwan. (ika/c2/lin)

Meski demikian, pelaksanaan berbagai program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga terus berjalan. Bahkan Universitas Jember telah mendapatkan apresiasi dari USAID dengan program kuliah kerja nyata (KKN) tematik dan KKN kewirausahaan. “Pelaksanaan KKN tematik seperti KKN Back To Village, KKN kewirausahaan, yang digelar oleh LP2M terus berjalan walau di tengah masa pandemi Covid-19,” ungkap Iwan.

Memasuki usia ke-57, Universitas Jember yang lahir dan berkembang di wilayah pertanian dan perkebunan yang subur tetap konsisten mengusung visi dan misi membangun agroindustri. Komitmen Universitas Jember ditunjukkan dengan rencana pengembangan agroindustri berbasis potensi fakultas yang dimiliki oleh Universitas Jember. Sudah ada enam bidang yang dikembangkan, di antaranya agromedical oleh Fakultas Kedokteran, agronursing oleh Fakultas Keperawatan, dan agropharmacy oleh Fakultas Farmasi. Ada juga bidang garapan yang lintas fakultas, mengingat kajian mengenai agroindustri sangatlah luas, semisal agroindustrial technology, agrocoastal community, dan biotechnology for agroindustrial.

“Sebagai contoh kawan-kawan di Fakultas Kedokteran mengembangkan kajian mengenai penanganan masalah kesehatan bagi masyarakat agroindustri. Sementara, kawan-kawan di Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, serta Fakultas Teknik menciptakan berbagai inovasi di bidang teknologi agroindustri,” kata Iwan.

Salah satu batu pijakan yang kini dilalui oleh Universitas Jember adalah perubahan status dari perguruan tinggi satuan kerja menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sejak akhir 2020 lalu. Dengan status BLU ini, maka Universitas Jember membuka layanannya lebih luas untuk masyarakat. “Kami juga menerima amanah untuk mengelola aset-aset yang kami miliki untuk mengembangkan Universitas Jember lebih maju lagi. BLU adalah lembaga nirlaba yang semua keuntungannya akan kembali kepada pelanggan utama dan negara. Insyaallah tahun depan Universitas Jember mantap melangkah sebagai BLU,” katanya.

Iwan berharap agar semua komponen Universitas Jember bersatu, bergotong royong, mewujudkan Universitas Jember sebagai perguruan tinggi yang ternama. Oleh karena itu, tema yang dipilih pada dies natalis tahun ini adalah Kampus Gotong Royong untuk Indonesia Tangguh dan Tumbuh.

“Universitas Jember memiliki sumber daya manusia dengan berbagai kepakaran dan latar belakang yang beragam. Saya membayangkan jika kita semua bisa bergotong royong, maka insyaallah rintangan apa pun bisa kita lalui. Kita akan rawat, jaga, dan kembangkan warisan dari seluruh pendahulu kita. Termasuk pencapaian para rektor sebelumnya sebagai usaha continuous quality improvement. Target saya, kita bisa segera masuk ke daftar perguruan tinggi klaster satu di Indonesia versi Kemendikbudristek,” pungkas Iwan. (ika/c2/lin)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/