alexametrics
31 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Teguhkan Kampus Gotong Royong untuk Indonesia Tumbuh dan Tangguh

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Universitas Jember genap berusia 57 tahun hari ini (10/11). Segenap keluarga besarnya memperingati hari lahir perguruan tinggi di ujung timur Pulau Jawa ini dengan berbagai kegiatan, baik kegiatan akademik, seni budaya, maupun olahraga. Mengingat pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya usai, maka bentuk penyelenggaraan hybrid, gabungan luring terbatas dan daring masih menjadi pilihan.

Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember

Rektor Universitas Jember Iwan Taruna menuturkan, di hari ulang tahun Universitas Jember kali ini, ada dua tantangan terbesar yang dihadapi oleh perguruan tinggi saat ini. Pertama, bagaimana menyesuaikan dengan tuntutan era Revolusi Industri 4.0. Kedua, tetap melaksanakan tridarma perguruan tinggi di masa pandemi Covid-19.

Menurut dia, mau tidak mau semua perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan era Revolusi Industri 4.0. Di mana perguruan tinggi diminta menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang makin kerap terjadi dan harus menjadi insan kreatif.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat ini Kemendikbudristek membuat program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, yang memberikan kemerdekaan bagi mahasiswa melalui delapan program utama, serta memberikan pengalaman mendapatkan ilmu di luar kampus. “Sudah ada 3.923 mahasiswa kami yang mengikuti program MBKM di berbagai bidang. Dari pertukaran mahasiswa, magang, hingga melaksanakan aksi kemanusiaan. Harapannya, mahasiswa kami menjadi mahasiswa yang adaptif, kreatif, dan multitalenta,” ujar pria asli Jember ini.

Di sisi lain, sudah hampir dua tahun ini Indonesia diterpa pandemi Covid-19, termasuk dunia pendidikan tinggi. Karena itu, menjamin pelaksanaan tridarma perguruan tinggi menjadi tantangan tersendiri. “Alhamdulillah, hingga saat ini proses belajar mengajar tetap berlangsung walau daring. Dan, semester ini sudah dicoba perkuliahan luring terbatas bagi mahasiswa angkatan tahun 2020,” imbuhnya.

- Advertisement -

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Universitas Jember genap berusia 57 tahun hari ini (10/11). Segenap keluarga besarnya memperingati hari lahir perguruan tinggi di ujung timur Pulau Jawa ini dengan berbagai kegiatan, baik kegiatan akademik, seni budaya, maupun olahraga. Mengingat pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya usai, maka bentuk penyelenggaraan hybrid, gabungan luring terbatas dan daring masih menjadi pilihan.

Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember

Rektor Universitas Jember Iwan Taruna menuturkan, di hari ulang tahun Universitas Jember kali ini, ada dua tantangan terbesar yang dihadapi oleh perguruan tinggi saat ini. Pertama, bagaimana menyesuaikan dengan tuntutan era Revolusi Industri 4.0. Kedua, tetap melaksanakan tridarma perguruan tinggi di masa pandemi Covid-19.

Menurut dia, mau tidak mau semua perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan era Revolusi Industri 4.0. Di mana perguruan tinggi diminta menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang makin kerap terjadi dan harus menjadi insan kreatif.

Saat ini Kemendikbudristek membuat program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, yang memberikan kemerdekaan bagi mahasiswa melalui delapan program utama, serta memberikan pengalaman mendapatkan ilmu di luar kampus. “Sudah ada 3.923 mahasiswa kami yang mengikuti program MBKM di berbagai bidang. Dari pertukaran mahasiswa, magang, hingga melaksanakan aksi kemanusiaan. Harapannya, mahasiswa kami menjadi mahasiswa yang adaptif, kreatif, dan multitalenta,” ujar pria asli Jember ini.

Di sisi lain, sudah hampir dua tahun ini Indonesia diterpa pandemi Covid-19, termasuk dunia pendidikan tinggi. Karena itu, menjamin pelaksanaan tridarma perguruan tinggi menjadi tantangan tersendiri. “Alhamdulillah, hingga saat ini proses belajar mengajar tetap berlangsung walau daring. Dan, semester ini sudah dicoba perkuliahan luring terbatas bagi mahasiswa angkatan tahun 2020,” imbuhnya.

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Universitas Jember genap berusia 57 tahun hari ini (10/11). Segenap keluarga besarnya memperingati hari lahir perguruan tinggi di ujung timur Pulau Jawa ini dengan berbagai kegiatan, baik kegiatan akademik, seni budaya, maupun olahraga. Mengingat pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya usai, maka bentuk penyelenggaraan hybrid, gabungan luring terbatas dan daring masih menjadi pilihan.

Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember

Rektor Universitas Jember Iwan Taruna menuturkan, di hari ulang tahun Universitas Jember kali ini, ada dua tantangan terbesar yang dihadapi oleh perguruan tinggi saat ini. Pertama, bagaimana menyesuaikan dengan tuntutan era Revolusi Industri 4.0. Kedua, tetap melaksanakan tridarma perguruan tinggi di masa pandemi Covid-19.

Menurut dia, mau tidak mau semua perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan era Revolusi Industri 4.0. Di mana perguruan tinggi diminta menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang makin kerap terjadi dan harus menjadi insan kreatif.

Saat ini Kemendikbudristek membuat program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, yang memberikan kemerdekaan bagi mahasiswa melalui delapan program utama, serta memberikan pengalaman mendapatkan ilmu di luar kampus. “Sudah ada 3.923 mahasiswa kami yang mengikuti program MBKM di berbagai bidang. Dari pertukaran mahasiswa, magang, hingga melaksanakan aksi kemanusiaan. Harapannya, mahasiswa kami menjadi mahasiswa yang adaptif, kreatif, dan multitalenta,” ujar pria asli Jember ini.

Di sisi lain, sudah hampir dua tahun ini Indonesia diterpa pandemi Covid-19, termasuk dunia pendidikan tinggi. Karena itu, menjamin pelaksanaan tridarma perguruan tinggi menjadi tantangan tersendiri. “Alhamdulillah, hingga saat ini proses belajar mengajar tetap berlangsung walau daring. Dan, semester ini sudah dicoba perkuliahan luring terbatas bagi mahasiswa angkatan tahun 2020,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/