23.2 C
Jember
Tuesday, 28 March 2023

KUI UM Jember Realisasikan ICT 2021

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – International Credit Transfer (ICT) 2021 atau pertukaran pelajar tingkat perguruan tinggi menjadi salah satu bentuk program yang telah dicapai oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember. Berdasarkan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, tujuan dari program ini adalah mahasiswa dapat bertukar pikiran dan pengalaman dengan seluruh mahasiswa yang tergabung. Sekaligus merasakan atmosfer perkuliahan di luar negeri secara daring selama satu semester.

Sekretaris Tim Task Force ICT dan KUI UM Jember Latifa Mirzatika Al-Rosyid ST MT menjelaskan, para mahasiswa yang tergabung dalam program itu diambil dari berbagai program studi yang telah lolos seleksi. Baik di tingkat universitas maupun Kemendikbud. “IPK dan TOEFL jadi salah satu persyaratan. Dan saat seleksi, 10 berkas mahasiswa yang dikirim ke Kemendikbud, alhamdulillah semua lolos,” ucapnya.

Juniartha Indra Pratama, salah satu peserta dari Prodi Teknik Informatika UM Jember, mengaku, ada peningkatan dalam mengikuti program ini. Salah satunya pemahaman dalam bahasa yang digunakan. “Aksen bahasa dari luar negeri dan kita beda, itu yang membuat saya harus belajar dan beradaptasi,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain Juniartha, peserta lain dari Program Studi Biologi UM Jember, Pipit Candrasari, menyatakan rasa bangganya saat mendengar dirinya lolos sebagai salah satu peserta program pertukaran pelajar tersebut. “Melalui ICT ini, impian saya meraih beasiswa luar negeri bisa terwujud. Semoga nanti ada interaksi dan pertukaran pelajar secara luring jika situasinya membaik,” ujarnya.

Saat ini, KUI UM Jember sebagai pelaksana program ICT akan terus mengembangkan dan memperluas kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri. Harapannya, ke depan akan semakin banyak program dari Kemendikbud seperti ICT tersebut. Terlebih, manfaat yang didapatkan oleh para mahasiswa sangat luar biasa. Mereka mendapatkan pengalaman berinteraksi dalam suasana kelas internasional selama satu semester.

Kesepuluh mahasiswa UM Jember yang lolos Program ICT Kemendikbud 2021 ini antara lain Ega Dwi Sukmaningsih (Prodi Agroteknologi), Ananda Sevtina Soewandi (Prodi Pendidikan Matematika), Handy Way Transita (Prodi Fikes), Ifrohatul Husnah (Prodi PAUD), dan Juniartha Indra Pratama (Prodi Teknik Informatika).

Lalu, juga ada Mohammad Aulia Azhar Meirfansyah (Prodi Ilmu Hukum), Pipit Candrasari (Prodi Pendidikan Biologi), Safira Hini Kamila Hadi (Prodi Ilmu Komunikasi), Sephia Andrea Wijaya (Prodi Agribisnis), dan Wahyu Indah Dwi Rengganis (Prodi Akuntansi).

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – International Credit Transfer (ICT) 2021 atau pertukaran pelajar tingkat perguruan tinggi menjadi salah satu bentuk program yang telah dicapai oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember. Berdasarkan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, tujuan dari program ini adalah mahasiswa dapat bertukar pikiran dan pengalaman dengan seluruh mahasiswa yang tergabung. Sekaligus merasakan atmosfer perkuliahan di luar negeri secara daring selama satu semester.

Sekretaris Tim Task Force ICT dan KUI UM Jember Latifa Mirzatika Al-Rosyid ST MT menjelaskan, para mahasiswa yang tergabung dalam program itu diambil dari berbagai program studi yang telah lolos seleksi. Baik di tingkat universitas maupun Kemendikbud. “IPK dan TOEFL jadi salah satu persyaratan. Dan saat seleksi, 10 berkas mahasiswa yang dikirim ke Kemendikbud, alhamdulillah semua lolos,” ucapnya.

Juniartha Indra Pratama, salah satu peserta dari Prodi Teknik Informatika UM Jember, mengaku, ada peningkatan dalam mengikuti program ini. Salah satunya pemahaman dalam bahasa yang digunakan. “Aksen bahasa dari luar negeri dan kita beda, itu yang membuat saya harus belajar dan beradaptasi,” katanya.

Selain Juniartha, peserta lain dari Program Studi Biologi UM Jember, Pipit Candrasari, menyatakan rasa bangganya saat mendengar dirinya lolos sebagai salah satu peserta program pertukaran pelajar tersebut. “Melalui ICT ini, impian saya meraih beasiswa luar negeri bisa terwujud. Semoga nanti ada interaksi dan pertukaran pelajar secara luring jika situasinya membaik,” ujarnya.

Saat ini, KUI UM Jember sebagai pelaksana program ICT akan terus mengembangkan dan memperluas kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri. Harapannya, ke depan akan semakin banyak program dari Kemendikbud seperti ICT tersebut. Terlebih, manfaat yang didapatkan oleh para mahasiswa sangat luar biasa. Mereka mendapatkan pengalaman berinteraksi dalam suasana kelas internasional selama satu semester.

Kesepuluh mahasiswa UM Jember yang lolos Program ICT Kemendikbud 2021 ini antara lain Ega Dwi Sukmaningsih (Prodi Agroteknologi), Ananda Sevtina Soewandi (Prodi Pendidikan Matematika), Handy Way Transita (Prodi Fikes), Ifrohatul Husnah (Prodi PAUD), dan Juniartha Indra Pratama (Prodi Teknik Informatika).

Lalu, juga ada Mohammad Aulia Azhar Meirfansyah (Prodi Ilmu Hukum), Pipit Candrasari (Prodi Pendidikan Biologi), Safira Hini Kamila Hadi (Prodi Ilmu Komunikasi), Sephia Andrea Wijaya (Prodi Agribisnis), dan Wahyu Indah Dwi Rengganis (Prodi Akuntansi).

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – International Credit Transfer (ICT) 2021 atau pertukaran pelajar tingkat perguruan tinggi menjadi salah satu bentuk program yang telah dicapai oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember. Berdasarkan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, tujuan dari program ini adalah mahasiswa dapat bertukar pikiran dan pengalaman dengan seluruh mahasiswa yang tergabung. Sekaligus merasakan atmosfer perkuliahan di luar negeri secara daring selama satu semester.

Sekretaris Tim Task Force ICT dan KUI UM Jember Latifa Mirzatika Al-Rosyid ST MT menjelaskan, para mahasiswa yang tergabung dalam program itu diambil dari berbagai program studi yang telah lolos seleksi. Baik di tingkat universitas maupun Kemendikbud. “IPK dan TOEFL jadi salah satu persyaratan. Dan saat seleksi, 10 berkas mahasiswa yang dikirim ke Kemendikbud, alhamdulillah semua lolos,” ucapnya.

Juniartha Indra Pratama, salah satu peserta dari Prodi Teknik Informatika UM Jember, mengaku, ada peningkatan dalam mengikuti program ini. Salah satunya pemahaman dalam bahasa yang digunakan. “Aksen bahasa dari luar negeri dan kita beda, itu yang membuat saya harus belajar dan beradaptasi,” katanya.

Selain Juniartha, peserta lain dari Program Studi Biologi UM Jember, Pipit Candrasari, menyatakan rasa bangganya saat mendengar dirinya lolos sebagai salah satu peserta program pertukaran pelajar tersebut. “Melalui ICT ini, impian saya meraih beasiswa luar negeri bisa terwujud. Semoga nanti ada interaksi dan pertukaran pelajar secara luring jika situasinya membaik,” ujarnya.

Saat ini, KUI UM Jember sebagai pelaksana program ICT akan terus mengembangkan dan memperluas kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri. Harapannya, ke depan akan semakin banyak program dari Kemendikbud seperti ICT tersebut. Terlebih, manfaat yang didapatkan oleh para mahasiswa sangat luar biasa. Mereka mendapatkan pengalaman berinteraksi dalam suasana kelas internasional selama satu semester.

Kesepuluh mahasiswa UM Jember yang lolos Program ICT Kemendikbud 2021 ini antara lain Ega Dwi Sukmaningsih (Prodi Agroteknologi), Ananda Sevtina Soewandi (Prodi Pendidikan Matematika), Handy Way Transita (Prodi Fikes), Ifrohatul Husnah (Prodi PAUD), dan Juniartha Indra Pratama (Prodi Teknik Informatika).

Lalu, juga ada Mohammad Aulia Azhar Meirfansyah (Prodi Ilmu Hukum), Pipit Candrasari (Prodi Pendidikan Biologi), Safira Hini Kamila Hadi (Prodi Ilmu Komunikasi), Sephia Andrea Wijaya (Prodi Agribisnis), dan Wahyu Indah Dwi Rengganis (Prodi Akuntansi).

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca