alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Tingkatkan Sektor Pertanian, Polije Teken MoU Kedua dengan BI

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Politeknik Negeri Jember (Polije) melakukan penandatangan MoU dengan Bank Indonesia. Nota kesepahaman ini dalam upaya pengembangan klaster ketahanan pangan komoditas cabai kelompok Bina Mitra Usaha Tani Hortikultura Multi Agro Makmur. MoU yang kedua tersebut merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang dilakukan tahun 2021 lalu.

Direktur Polije Saiful Anwar menjelaskan, MoU tersebut dilakukan sebagai salah satu fungsi dan peran Polije dalam peningkatan sumber daya manusia petani cabai. Sekaligus berperan dalam peningkatan teknologinya. “Ini selaras dengan tugas dan fungsi Polije, khususnya dalam mengemban darma ketiga yaitu pengabdian masyarakat,” jelasnya pada saat wawancara di Lippo Plaza Jember, Minggu (10/4).

BACA JUGA: Tahun Kedua Bergabung LTMPT, Pendaftar Camaba Polije Naik 58 Persen

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, langkah ini juga selaras dengan misi Kabupaten Jember yang mengedepankan sektor pembangunan pertanian. Dia berujar, ada tiga elemen yang terlihat dalam pembangunan sektor pertanian itu. Ada Bank Indonesia, Pemkab Jember sebagai pemangku kebijakan, dan Polije yang mewakili dunia pendidikan tinggi.

Tiga unsur ini akan menjadi kolaborasi yang sangat tepat untuk pengembangan pertanian. “Ketiga unsur tersebut bagi saya menjadi penta helix dengan masyarakat itu sendiri dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat, khususnya pada peningkatan pendapatan masyarakat di sektor pertanian,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Politeknik Negeri Jember (Polije) melakukan penandatangan MoU dengan Bank Indonesia. Nota kesepahaman ini dalam upaya pengembangan klaster ketahanan pangan komoditas cabai kelompok Bina Mitra Usaha Tani Hortikultura Multi Agro Makmur. MoU yang kedua tersebut merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang dilakukan tahun 2021 lalu.

Direktur Polije Saiful Anwar menjelaskan, MoU tersebut dilakukan sebagai salah satu fungsi dan peran Polije dalam peningkatan sumber daya manusia petani cabai. Sekaligus berperan dalam peningkatan teknologinya. “Ini selaras dengan tugas dan fungsi Polije, khususnya dalam mengemban darma ketiga yaitu pengabdian masyarakat,” jelasnya pada saat wawancara di Lippo Plaza Jember, Minggu (10/4).

BACA JUGA: Tahun Kedua Bergabung LTMPT, Pendaftar Camaba Polije Naik 58 Persen

Menurutnya, langkah ini juga selaras dengan misi Kabupaten Jember yang mengedepankan sektor pembangunan pertanian. Dia berujar, ada tiga elemen yang terlihat dalam pembangunan sektor pertanian itu. Ada Bank Indonesia, Pemkab Jember sebagai pemangku kebijakan, dan Polije yang mewakili dunia pendidikan tinggi.

Tiga unsur ini akan menjadi kolaborasi yang sangat tepat untuk pengembangan pertanian. “Ketiga unsur tersebut bagi saya menjadi penta helix dengan masyarakat itu sendiri dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat, khususnya pada peningkatan pendapatan masyarakat di sektor pertanian,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Politeknik Negeri Jember (Polije) melakukan penandatangan MoU dengan Bank Indonesia. Nota kesepahaman ini dalam upaya pengembangan klaster ketahanan pangan komoditas cabai kelompok Bina Mitra Usaha Tani Hortikultura Multi Agro Makmur. MoU yang kedua tersebut merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang dilakukan tahun 2021 lalu.

Direktur Polije Saiful Anwar menjelaskan, MoU tersebut dilakukan sebagai salah satu fungsi dan peran Polije dalam peningkatan sumber daya manusia petani cabai. Sekaligus berperan dalam peningkatan teknologinya. “Ini selaras dengan tugas dan fungsi Polije, khususnya dalam mengemban darma ketiga yaitu pengabdian masyarakat,” jelasnya pada saat wawancara di Lippo Plaza Jember, Minggu (10/4).

BACA JUGA: Tahun Kedua Bergabung LTMPT, Pendaftar Camaba Polije Naik 58 Persen

Menurutnya, langkah ini juga selaras dengan misi Kabupaten Jember yang mengedepankan sektor pembangunan pertanian. Dia berujar, ada tiga elemen yang terlihat dalam pembangunan sektor pertanian itu. Ada Bank Indonesia, Pemkab Jember sebagai pemangku kebijakan, dan Polije yang mewakili dunia pendidikan tinggi.

Tiga unsur ini akan menjadi kolaborasi yang sangat tepat untuk pengembangan pertanian. “Ketiga unsur tersebut bagi saya menjadi penta helix dengan masyarakat itu sendiri dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat, khususnya pada peningkatan pendapatan masyarakat di sektor pertanian,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/