alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

J-Mbako, Solusi Disiplinkan Pembayaran Pajak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pajak menjadi salah satu penopang pendapatan daerah. Namun, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya disiplin membayar pajak. Kendalanya beragam, mulai dari lupa hingga akses pembayaran yang dirasa masih rumit. Karena kondisi itulah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) meluncurkan platform aplikasi yang memudahkan masyarakat dalam membayar pajak. Aplikasi tersebut bernama J-Mbako, menyediakan berbagai informasi yang berkaitan dengan pembayaran pajak. “J-Mbako itu berbasis Android. Konsepnya, ada beberapa tahap,” ungkap Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Tita Fajar Ariyatiningsih,  Rabu (9/2).

Tahapan- tahapan itu, menurut Tita, berupa monitoring proses pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB). Lalu, tahap kedua merupakan pajak hotel, pajak galian C, pajak mineral, pajak restoran, pajak reklame, dan pajak parkir. Ketiga, penerbitan SKP untuk reklame yang telah terintegrasi dengan rekomendasi penyelenggaraan reklame secara mandiri.

“Jadi, memudahkan kita wajib pajak. Di sana yang pertama adalah PBB. Berapa sih pajak yang harus dibayar, ketetapan untuk 2022. Kemudian. juga ada tunggakan yang belum terbayar akan terdata. Nantinya, semua data itu akan terekap pada SPPT,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya itu, platform baru ini juga dapat merekap lokasi transaksi yang dilakukan oleh wajib pajak. Cakupan merchant-nya cukup banyak, yakni berbagai merchant bank, melalui platform dompet digital seperti Ovo dan sebagainya. “Jadi, semua perbankan dan Indomaret akan ada dan tercantum,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pajak menjadi salah satu penopang pendapatan daerah. Namun, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya disiplin membayar pajak. Kendalanya beragam, mulai dari lupa hingga akses pembayaran yang dirasa masih rumit. Karena kondisi itulah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) meluncurkan platform aplikasi yang memudahkan masyarakat dalam membayar pajak. Aplikasi tersebut bernama J-Mbako, menyediakan berbagai informasi yang berkaitan dengan pembayaran pajak. “J-Mbako itu berbasis Android. Konsepnya, ada beberapa tahap,” ungkap Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Tita Fajar Ariyatiningsih,  Rabu (9/2).

Tahapan- tahapan itu, menurut Tita, berupa monitoring proses pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB). Lalu, tahap kedua merupakan pajak hotel, pajak galian C, pajak mineral, pajak restoran, pajak reklame, dan pajak parkir. Ketiga, penerbitan SKP untuk reklame yang telah terintegrasi dengan rekomendasi penyelenggaraan reklame secara mandiri.

“Jadi, memudahkan kita wajib pajak. Di sana yang pertama adalah PBB. Berapa sih pajak yang harus dibayar, ketetapan untuk 2022. Kemudian. juga ada tunggakan yang belum terbayar akan terdata. Nantinya, semua data itu akan terekap pada SPPT,” jelasnya.

Tak hanya itu, platform baru ini juga dapat merekap lokasi transaksi yang dilakukan oleh wajib pajak. Cakupan merchant-nya cukup banyak, yakni berbagai merchant bank, melalui platform dompet digital seperti Ovo dan sebagainya. “Jadi, semua perbankan dan Indomaret akan ada dan tercantum,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pajak menjadi salah satu penopang pendapatan daerah. Namun, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya disiplin membayar pajak. Kendalanya beragam, mulai dari lupa hingga akses pembayaran yang dirasa masih rumit. Karena kondisi itulah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) meluncurkan platform aplikasi yang memudahkan masyarakat dalam membayar pajak. Aplikasi tersebut bernama J-Mbako, menyediakan berbagai informasi yang berkaitan dengan pembayaran pajak. “J-Mbako itu berbasis Android. Konsepnya, ada beberapa tahap,” ungkap Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Tita Fajar Ariyatiningsih,  Rabu (9/2).

Tahapan- tahapan itu, menurut Tita, berupa monitoring proses pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB). Lalu, tahap kedua merupakan pajak hotel, pajak galian C, pajak mineral, pajak restoran, pajak reklame, dan pajak parkir. Ketiga, penerbitan SKP untuk reklame yang telah terintegrasi dengan rekomendasi penyelenggaraan reklame secara mandiri.

“Jadi, memudahkan kita wajib pajak. Di sana yang pertama adalah PBB. Berapa sih pajak yang harus dibayar, ketetapan untuk 2022. Kemudian. juga ada tunggakan yang belum terbayar akan terdata. Nantinya, semua data itu akan terekap pada SPPT,” jelasnya.

Tak hanya itu, platform baru ini juga dapat merekap lokasi transaksi yang dilakukan oleh wajib pajak. Cakupan merchant-nya cukup banyak, yakni berbagai merchant bank, melalui platform dompet digital seperti Ovo dan sebagainya. “Jadi, semua perbankan dan Indomaret akan ada dan tercantum,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/