alexametrics
24.4 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Langkah Cepat UM Jember Bantu Dampak Bencana Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Universitas Muhammadiyah (UM) Jember mengambil langkah cepat dalam rangka percepatan penanganan dampak erupsi Gunung Semeru, Lumajang, yang telah ditetapkan statusnya sebagai bencana nasional. Hal itu dituangkan dalam bentuk penggalangan donasi, barang-barang logistik, hingga penurunan relawan siaga bencana dari mahasiswa UM Jember.

Ns Sasmiyanto MKes dalam rapat koordinasi tanggap bencana UM Jember memaparkan, langkah-langkah cepat itu nantinya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, langkah itu perlu disesuaikan agar tidak terjadi penumpukan yang mengakibatkan logistik justru berlebihan dan tidak terpakai.

“Logistik yang masuk ke lokasi pengungsian nanti kami sesuaikan dengan data yang diterima, kira-kira kebutuhan apa saja dan berapa banyak,” ungkapnya, Selasa (7/12) kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain mempersiapkan pendistribusian logistik, UM Jember juga menerjunkan sementara sepuluh mahasiswa untuk menjadi relawan di lokasi terdampak bencana. Para relawan yang dilatih oleh tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) itu didampingi oleh dosen pendamping khusus yang membantu dan memantau perkembangan di lokasi pengungsian ataupun lokasi bencana.

Sasmiyanto mengatakan, kebutuhan relawan di lokasi nantinya juga bakal disesuaikan. “Kebutuhan lapangan banyak, misalnya yang dibutuhkan tenaga medis, kami turunkan mahasiswa dari fakultas keperawatan,” imbuhnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Universitas Muhammadiyah (UM) Jember mengambil langkah cepat dalam rangka percepatan penanganan dampak erupsi Gunung Semeru, Lumajang, yang telah ditetapkan statusnya sebagai bencana nasional. Hal itu dituangkan dalam bentuk penggalangan donasi, barang-barang logistik, hingga penurunan relawan siaga bencana dari mahasiswa UM Jember.

Ns Sasmiyanto MKes dalam rapat koordinasi tanggap bencana UM Jember memaparkan, langkah-langkah cepat itu nantinya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, langkah itu perlu disesuaikan agar tidak terjadi penumpukan yang mengakibatkan logistik justru berlebihan dan tidak terpakai.

“Logistik yang masuk ke lokasi pengungsian nanti kami sesuaikan dengan data yang diterima, kira-kira kebutuhan apa saja dan berapa banyak,” ungkapnya, Selasa (7/12) kemarin.

Selain mempersiapkan pendistribusian logistik, UM Jember juga menerjunkan sementara sepuluh mahasiswa untuk menjadi relawan di lokasi terdampak bencana. Para relawan yang dilatih oleh tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) itu didampingi oleh dosen pendamping khusus yang membantu dan memantau perkembangan di lokasi pengungsian ataupun lokasi bencana.

Sasmiyanto mengatakan, kebutuhan relawan di lokasi nantinya juga bakal disesuaikan. “Kebutuhan lapangan banyak, misalnya yang dibutuhkan tenaga medis, kami turunkan mahasiswa dari fakultas keperawatan,” imbuhnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Universitas Muhammadiyah (UM) Jember mengambil langkah cepat dalam rangka percepatan penanganan dampak erupsi Gunung Semeru, Lumajang, yang telah ditetapkan statusnya sebagai bencana nasional. Hal itu dituangkan dalam bentuk penggalangan donasi, barang-barang logistik, hingga penurunan relawan siaga bencana dari mahasiswa UM Jember.

Ns Sasmiyanto MKes dalam rapat koordinasi tanggap bencana UM Jember memaparkan, langkah-langkah cepat itu nantinya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, langkah itu perlu disesuaikan agar tidak terjadi penumpukan yang mengakibatkan logistik justru berlebihan dan tidak terpakai.

“Logistik yang masuk ke lokasi pengungsian nanti kami sesuaikan dengan data yang diterima, kira-kira kebutuhan apa saja dan berapa banyak,” ungkapnya, Selasa (7/12) kemarin.

Selain mempersiapkan pendistribusian logistik, UM Jember juga menerjunkan sementara sepuluh mahasiswa untuk menjadi relawan di lokasi terdampak bencana. Para relawan yang dilatih oleh tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) itu didampingi oleh dosen pendamping khusus yang membantu dan memantau perkembangan di lokasi pengungsian ataupun lokasi bencana.

Sasmiyanto mengatakan, kebutuhan relawan di lokasi nantinya juga bakal disesuaikan. “Kebutuhan lapangan banyak, misalnya yang dibutuhkan tenaga medis, kami turunkan mahasiswa dari fakultas keperawatan,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/