alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Jadi Mercusuar, UIN KHAS Jember Bumikan Pemikiran KH Achmad Shiddiq

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember terus membangun dan menguatkan pemahaman segenap civitas akademika dalam memaknai keberagaman keagamaan.

Salah satunya diwujudkan dengan digelarnya workshop moderasi beragama dan penguatan wawasan kebangsaan perspektif Kiai Haji Achmad Shiddiq, yang dikenal sebagai ulama sekaligus tokoh kharismatik Jember.

Dalam workshop itu, menghadirkan sejumlah narasumber dari tokoh-tokoh ternama. Seperti Direktur Rumah Moderasi Beragama UIN KHAS Jember Dr Wildani Hefni, Pengasuh PP Al-Falah Silo sekaligus Mantan Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief, lalu Pengasuh PP Assunniyah Kencong KH Ahmad Sadid Jauhari, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Prof Dr KH Abdul Halim Soebahar MA, dan Wakil Bupati Jember KH Muhammad Balya Firjaun Berlaman.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam paparannya, KH Muhammad Balya Firjaun Berlaman mengatakan, perkembangan kebudayaan masyarakat senantiasa dinamis. Hal itu kemudian dirasa perlu diimbangi dengan pemahaman keagamaan. “Agama pun sebenarnya dinamis. Ada wilayah yang tidak boleh diubah, dan ada pula yang bisa mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember terus membangun dan menguatkan pemahaman segenap civitas akademika dalam memaknai keberagaman keagamaan.

Salah satunya diwujudkan dengan digelarnya workshop moderasi beragama dan penguatan wawasan kebangsaan perspektif Kiai Haji Achmad Shiddiq, yang dikenal sebagai ulama sekaligus tokoh kharismatik Jember.

Dalam workshop itu, menghadirkan sejumlah narasumber dari tokoh-tokoh ternama. Seperti Direktur Rumah Moderasi Beragama UIN KHAS Jember Dr Wildani Hefni, Pengasuh PP Al-Falah Silo sekaligus Mantan Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief, lalu Pengasuh PP Assunniyah Kencong KH Ahmad Sadid Jauhari, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Prof Dr KH Abdul Halim Soebahar MA, dan Wakil Bupati Jember KH Muhammad Balya Firjaun Berlaman.

Dalam paparannya, KH Muhammad Balya Firjaun Berlaman mengatakan, perkembangan kebudayaan masyarakat senantiasa dinamis. Hal itu kemudian dirasa perlu diimbangi dengan pemahaman keagamaan. “Agama pun sebenarnya dinamis. Ada wilayah yang tidak boleh diubah, dan ada pula yang bisa mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember terus membangun dan menguatkan pemahaman segenap civitas akademika dalam memaknai keberagaman keagamaan.

Salah satunya diwujudkan dengan digelarnya workshop moderasi beragama dan penguatan wawasan kebangsaan perspektif Kiai Haji Achmad Shiddiq, yang dikenal sebagai ulama sekaligus tokoh kharismatik Jember.

Dalam workshop itu, menghadirkan sejumlah narasumber dari tokoh-tokoh ternama. Seperti Direktur Rumah Moderasi Beragama UIN KHAS Jember Dr Wildani Hefni, Pengasuh PP Al-Falah Silo sekaligus Mantan Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief, lalu Pengasuh PP Assunniyah Kencong KH Ahmad Sadid Jauhari, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Prof Dr KH Abdul Halim Soebahar MA, dan Wakil Bupati Jember KH Muhammad Balya Firjaun Berlaman.

Dalam paparannya, KH Muhammad Balya Firjaun Berlaman mengatakan, perkembangan kebudayaan masyarakat senantiasa dinamis. Hal itu kemudian dirasa perlu diimbangi dengan pemahaman keagamaan. “Agama pun sebenarnya dinamis. Ada wilayah yang tidak boleh diubah, dan ada pula yang bisa mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/