alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Kokoh Tak Tertandingi, Semen Gresik Unjuk Gelar di JFC

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Sebagai wujud nyata mendukung perkembangan industri kreatif di Indonesia, Semen Gresik memeriahkan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2022 The Legacy, kemarin (7/8). Dengan menggandeng fashion designer muda asal Bondowoso, Abata Bayu, Semen Gresik mengeluarkan enam kostum Artwear Carnival (SG X JFC). Dalam balutan defile Madurese dengan paduan kombinasi hitam dan merah senada dengan tone atau warna Semen Gresik.

BACA JUGA : Angin Duduk Bukan Mitos, Bisa Meninggal di Tempat

“Semen Gresik ingin menunjukan kekuatan dan kekohonnya lewat kostum yang ditampilkan di JFC ini,” imbuh Izal Permana, selaku Semen Gresik Brand Management Jr Specialist. Sebagai brand semen Indonesia dari generasi ke generasi dan terbukti kokoh tak tertandingi, Semen Gresik menuangkan nilai-nilai dalam kostum yang dibuat. Di antaranya kekuatan, kebudayaan, visual produk, Jembatan Suramadu, dan komunitas tukang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kekuatan divisualkan dengan dua kostum, yakni pria dan wanita. Menggambarkan formula super tangguh yang terdiri atas senyawa pengikat, pengisi rongga, dan keawetan beton dengan tiga ornamen emas di bagian lengan dan pinggang pada kostum wanita dan bagian bahu pada pria. Aksesori headpiece pada kostum wanita dan pria menggambarkan struktur kekokohan produknya.

Berikutnya kebudayaan. Sebagai brand semen premium asli Jawa Timur, Semen Gresik mengeluarkan kostum dengan ornamen batik di bagian bahu dan headpiece untuk mengangkat nilai budaya. Dengan tetap menunjukkan kekuatan dan kekokohannya, bagian dada terdapat aksesori yang dilengkapi logo Semen Gresik yang menggantung.

Visual produk, kantong sak produk Semen Gresik tidak luput dikreasikan menjadi kostum unik untuk memvisualkan produknya.

Jembatan Suramadu juga diangkat dan ditampilkan sebagai salah satu bentuk nyata mahakarya Semen Gresik yang terkenal di Jawa Timur.

Terakhir, komunitas tukang. Semen Gresik juga mengangkat komunitas tukang dari Semen Gresik, yaitu Jagobangunan. Dengan headpiece berbentuk khas helm tukang yang didesain unik dengan tambahan logo Jagobangunan.

Izal berharap gelaran JFC memberikan inspirasi bagi banyak orang dan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat. Termasuk mengenalkan berbagai produk tanah air. Salah satunya Semen Gresik yang telah lama hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia dan membangun infrastruktur negeri dari Sabang sampai Merauke. (ika/c2/dwi)

 

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Sebagai wujud nyata mendukung perkembangan industri kreatif di Indonesia, Semen Gresik memeriahkan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2022 The Legacy, kemarin (7/8). Dengan menggandeng fashion designer muda asal Bondowoso, Abata Bayu, Semen Gresik mengeluarkan enam kostum Artwear Carnival (SG X JFC). Dalam balutan defile Madurese dengan paduan kombinasi hitam dan merah senada dengan tone atau warna Semen Gresik.

BACA JUGA : Angin Duduk Bukan Mitos, Bisa Meninggal di Tempat

“Semen Gresik ingin menunjukan kekuatan dan kekohonnya lewat kostum yang ditampilkan di JFC ini,” imbuh Izal Permana, selaku Semen Gresik Brand Management Jr Specialist. Sebagai brand semen Indonesia dari generasi ke generasi dan terbukti kokoh tak tertandingi, Semen Gresik menuangkan nilai-nilai dalam kostum yang dibuat. Di antaranya kekuatan, kebudayaan, visual produk, Jembatan Suramadu, dan komunitas tukang.

Kekuatan divisualkan dengan dua kostum, yakni pria dan wanita. Menggambarkan formula super tangguh yang terdiri atas senyawa pengikat, pengisi rongga, dan keawetan beton dengan tiga ornamen emas di bagian lengan dan pinggang pada kostum wanita dan bagian bahu pada pria. Aksesori headpiece pada kostum wanita dan pria menggambarkan struktur kekokohan produknya.

Berikutnya kebudayaan. Sebagai brand semen premium asli Jawa Timur, Semen Gresik mengeluarkan kostum dengan ornamen batik di bagian bahu dan headpiece untuk mengangkat nilai budaya. Dengan tetap menunjukkan kekuatan dan kekokohannya, bagian dada terdapat aksesori yang dilengkapi logo Semen Gresik yang menggantung.

Visual produk, kantong sak produk Semen Gresik tidak luput dikreasikan menjadi kostum unik untuk memvisualkan produknya.

Jembatan Suramadu juga diangkat dan ditampilkan sebagai salah satu bentuk nyata mahakarya Semen Gresik yang terkenal di Jawa Timur.

Terakhir, komunitas tukang. Semen Gresik juga mengangkat komunitas tukang dari Semen Gresik, yaitu Jagobangunan. Dengan headpiece berbentuk khas helm tukang yang didesain unik dengan tambahan logo Jagobangunan.

Izal berharap gelaran JFC memberikan inspirasi bagi banyak orang dan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat. Termasuk mengenalkan berbagai produk tanah air. Salah satunya Semen Gresik yang telah lama hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia dan membangun infrastruktur negeri dari Sabang sampai Merauke. (ika/c2/dwi)

 

KEPATIHAN, Radar Jember – Sebagai wujud nyata mendukung perkembangan industri kreatif di Indonesia, Semen Gresik memeriahkan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2022 The Legacy, kemarin (7/8). Dengan menggandeng fashion designer muda asal Bondowoso, Abata Bayu, Semen Gresik mengeluarkan enam kostum Artwear Carnival (SG X JFC). Dalam balutan defile Madurese dengan paduan kombinasi hitam dan merah senada dengan tone atau warna Semen Gresik.

BACA JUGA : Angin Duduk Bukan Mitos, Bisa Meninggal di Tempat

“Semen Gresik ingin menunjukan kekuatan dan kekohonnya lewat kostum yang ditampilkan di JFC ini,” imbuh Izal Permana, selaku Semen Gresik Brand Management Jr Specialist. Sebagai brand semen Indonesia dari generasi ke generasi dan terbukti kokoh tak tertandingi, Semen Gresik menuangkan nilai-nilai dalam kostum yang dibuat. Di antaranya kekuatan, kebudayaan, visual produk, Jembatan Suramadu, dan komunitas tukang.

Kekuatan divisualkan dengan dua kostum, yakni pria dan wanita. Menggambarkan formula super tangguh yang terdiri atas senyawa pengikat, pengisi rongga, dan keawetan beton dengan tiga ornamen emas di bagian lengan dan pinggang pada kostum wanita dan bagian bahu pada pria. Aksesori headpiece pada kostum wanita dan pria menggambarkan struktur kekokohan produknya.

Berikutnya kebudayaan. Sebagai brand semen premium asli Jawa Timur, Semen Gresik mengeluarkan kostum dengan ornamen batik di bagian bahu dan headpiece untuk mengangkat nilai budaya. Dengan tetap menunjukkan kekuatan dan kekokohannya, bagian dada terdapat aksesori yang dilengkapi logo Semen Gresik yang menggantung.

Visual produk, kantong sak produk Semen Gresik tidak luput dikreasikan menjadi kostum unik untuk memvisualkan produknya.

Jembatan Suramadu juga diangkat dan ditampilkan sebagai salah satu bentuk nyata mahakarya Semen Gresik yang terkenal di Jawa Timur.

Terakhir, komunitas tukang. Semen Gresik juga mengangkat komunitas tukang dari Semen Gresik, yaitu Jagobangunan. Dengan headpiece berbentuk khas helm tukang yang didesain unik dengan tambahan logo Jagobangunan.

Izal berharap gelaran JFC memberikan inspirasi bagi banyak orang dan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat. Termasuk mengenalkan berbagai produk tanah air. Salah satunya Semen Gresik yang telah lama hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia dan membangun infrastruktur negeri dari Sabang sampai Merauke. (ika/c2/dwi)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/