alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Menko Airlangga: Bentuk Herd Immunity, Galakkan Vaksinasi

Mobile_AP_Rectangle 1

Terdapat setidaknya 5 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang termasuk dalam kabupaten
prioritas untuk program penanganan kemiskinan ekstrem tahun 2021 antara lain Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Pemalang, dan Brebes. Jumlah penduduk miskin ekstrem di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 581.968 jiwa dan jumlah rumah tangga miskin ekstrem sebanyak 303.010 rumah tangga.

Pemilihan 5 kabupaten prioritas di Jawa Tengah didasarkan bukan hanya pada kriteria
presentase tingkat kemiskinan ekstrem, tapi juga dikombinasikan dengan jumlah masyarakat miskin ekstrem di wilayah tersebut. Ukuran tingkat kemiskinan ekstrem yang digunakan mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni sebesar $1,9 PPP (Purchasing Power Parity) per kapita per hari.

Usai rapat, Wapres mengungkapkan keyakinannya bahwa Provinsi Jawa Tengah siap untuk
memenuhi target pengurangan kemiskinan ekstrem pada 2024, dan berpesan agar dunia
usaha yang beroperasi di wilayah Jawa Tengah dan 5 Kabupaten prioritas dapat
berpartisipasi mengurangi kemiskinan ekstrem dengan mendorong konvergensi program
Corporate Social Responsibility (CSR) menggunakan pendekatan yang sama dengan
Pemerintah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Turut hadir mendampingi Wapres Ma’ruf Amin antara lain Menteri Dalam Negeri Tito
Karnavian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim
Iskandar, dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang disambut oleh Gubernur Jawa
Tengah Ganjar Pranowo beserta lima Bupati yang wilayahnya termasuk prioritas
penanggulangan kemiskinan ekstrem. (map/fsr)

- Advertisement -

Terdapat setidaknya 5 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang termasuk dalam kabupaten
prioritas untuk program penanganan kemiskinan ekstrem tahun 2021 antara lain Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Pemalang, dan Brebes. Jumlah penduduk miskin ekstrem di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 581.968 jiwa dan jumlah rumah tangga miskin ekstrem sebanyak 303.010 rumah tangga.

Pemilihan 5 kabupaten prioritas di Jawa Tengah didasarkan bukan hanya pada kriteria
presentase tingkat kemiskinan ekstrem, tapi juga dikombinasikan dengan jumlah masyarakat miskin ekstrem di wilayah tersebut. Ukuran tingkat kemiskinan ekstrem yang digunakan mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni sebesar $1,9 PPP (Purchasing Power Parity) per kapita per hari.

Usai rapat, Wapres mengungkapkan keyakinannya bahwa Provinsi Jawa Tengah siap untuk
memenuhi target pengurangan kemiskinan ekstrem pada 2024, dan berpesan agar dunia
usaha yang beroperasi di wilayah Jawa Tengah dan 5 Kabupaten prioritas dapat
berpartisipasi mengurangi kemiskinan ekstrem dengan mendorong konvergensi program
Corporate Social Responsibility (CSR) menggunakan pendekatan yang sama dengan
Pemerintah.

Turut hadir mendampingi Wapres Ma’ruf Amin antara lain Menteri Dalam Negeri Tito
Karnavian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim
Iskandar, dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang disambut oleh Gubernur Jawa
Tengah Ganjar Pranowo beserta lima Bupati yang wilayahnya termasuk prioritas
penanggulangan kemiskinan ekstrem. (map/fsr)

Terdapat setidaknya 5 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang termasuk dalam kabupaten
prioritas untuk program penanganan kemiskinan ekstrem tahun 2021 antara lain Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Pemalang, dan Brebes. Jumlah penduduk miskin ekstrem di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 581.968 jiwa dan jumlah rumah tangga miskin ekstrem sebanyak 303.010 rumah tangga.

Pemilihan 5 kabupaten prioritas di Jawa Tengah didasarkan bukan hanya pada kriteria
presentase tingkat kemiskinan ekstrem, tapi juga dikombinasikan dengan jumlah masyarakat miskin ekstrem di wilayah tersebut. Ukuran tingkat kemiskinan ekstrem yang digunakan mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni sebesar $1,9 PPP (Purchasing Power Parity) per kapita per hari.

Usai rapat, Wapres mengungkapkan keyakinannya bahwa Provinsi Jawa Tengah siap untuk
memenuhi target pengurangan kemiskinan ekstrem pada 2024, dan berpesan agar dunia
usaha yang beroperasi di wilayah Jawa Tengah dan 5 Kabupaten prioritas dapat
berpartisipasi mengurangi kemiskinan ekstrem dengan mendorong konvergensi program
Corporate Social Responsibility (CSR) menggunakan pendekatan yang sama dengan
Pemerintah.

Turut hadir mendampingi Wapres Ma’ruf Amin antara lain Menteri Dalam Negeri Tito
Karnavian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim
Iskandar, dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang disambut oleh Gubernur Jawa
Tengah Ganjar Pranowo beserta lima Bupati yang wilayahnya termasuk prioritas
penanggulangan kemiskinan ekstrem. (map/fsr)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/