alexametrics
21.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

PT INKA Ajak Unej Wujudkan KA Ramah Lingkungan

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, Radar Jember – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Industri Kereta Api (INKA) mengajak Universitas Jember (Unej) turut serta mewujudkan produk kereta api (KA) yang ramah lingkungan. Pasalnya, produk alat transportasi menggunakan energi hijau atau energi terbarukan akan mendominasi ekosistem transportasi di era Revolusi Industri 4.0.

BACA JUGA: Pengajuan Anggaran Pilkada di Bondowoso Capai Rp 82,9 Miliar

Ajakan ini disampaikan langsung oleh Direktur Pengembangan PT INKA Agung Sedaju di hadapan civitas academica dan Rektor Unej dalam acara Road Show Skema Kerja Sama PT INKA (Persero) dengan Perguruan Tinggi di aula lantai III Gedung Rektorat dr R. Achmad Unej, kemarin (7/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Agung Sedaju, pihaknya sudah memulai pengembangan baterai untuk KA, termasuk mengkaji pengembangan KA dengan bahan bakar hidrogen yang ramah lingkungan. Namun, tentu saja pengembangan produk KA ramah lingkungan perlu didukung riset dan kerja sama dengan berbagai pihak. Terutama perguruan tinggi yang memiliki berbagai pakar dengan beragam latar belakang keilmuan. Sebab, tidak mungkin jika riset KA ramah lingkungan dilakukan oleh PT INKA saja, yang dana risetnya masih terbatas.

Agung Sedaju lantas menambahkan, bidang kerja sama yang akan dijalin terbuka lebar seperti riset baterai, energi terbarukan, Internet of Thing (IoT), autonomus rail rapid transit, serta tema riset lainnya. “Untuk itu, kami menawarkan berbagai skema kerja sama dengan dunia perguruan tinggi, termasuk Unej. Ada skema kerja sama riset bersama antara PT INKA dengan beberapa perguruan tinggi dengan pendanaan dari LPDP dan Kedai Reka Ditjen Dikti Kemendikbudristek,” ucapnya.

- Advertisement -

TEGALBOTO, Radar Jember – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Industri Kereta Api (INKA) mengajak Universitas Jember (Unej) turut serta mewujudkan produk kereta api (KA) yang ramah lingkungan. Pasalnya, produk alat transportasi menggunakan energi hijau atau energi terbarukan akan mendominasi ekosistem transportasi di era Revolusi Industri 4.0.

BACA JUGA: Pengajuan Anggaran Pilkada di Bondowoso Capai Rp 82,9 Miliar

Ajakan ini disampaikan langsung oleh Direktur Pengembangan PT INKA Agung Sedaju di hadapan civitas academica dan Rektor Unej dalam acara Road Show Skema Kerja Sama PT INKA (Persero) dengan Perguruan Tinggi di aula lantai III Gedung Rektorat dr R. Achmad Unej, kemarin (7/6).

Menurut Agung Sedaju, pihaknya sudah memulai pengembangan baterai untuk KA, termasuk mengkaji pengembangan KA dengan bahan bakar hidrogen yang ramah lingkungan. Namun, tentu saja pengembangan produk KA ramah lingkungan perlu didukung riset dan kerja sama dengan berbagai pihak. Terutama perguruan tinggi yang memiliki berbagai pakar dengan beragam latar belakang keilmuan. Sebab, tidak mungkin jika riset KA ramah lingkungan dilakukan oleh PT INKA saja, yang dana risetnya masih terbatas.

Agung Sedaju lantas menambahkan, bidang kerja sama yang akan dijalin terbuka lebar seperti riset baterai, energi terbarukan, Internet of Thing (IoT), autonomus rail rapid transit, serta tema riset lainnya. “Untuk itu, kami menawarkan berbagai skema kerja sama dengan dunia perguruan tinggi, termasuk Unej. Ada skema kerja sama riset bersama antara PT INKA dengan beberapa perguruan tinggi dengan pendanaan dari LPDP dan Kedai Reka Ditjen Dikti Kemendikbudristek,” ucapnya.

TEGALBOTO, Radar Jember – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Industri Kereta Api (INKA) mengajak Universitas Jember (Unej) turut serta mewujudkan produk kereta api (KA) yang ramah lingkungan. Pasalnya, produk alat transportasi menggunakan energi hijau atau energi terbarukan akan mendominasi ekosistem transportasi di era Revolusi Industri 4.0.

BACA JUGA: Pengajuan Anggaran Pilkada di Bondowoso Capai Rp 82,9 Miliar

Ajakan ini disampaikan langsung oleh Direktur Pengembangan PT INKA Agung Sedaju di hadapan civitas academica dan Rektor Unej dalam acara Road Show Skema Kerja Sama PT INKA (Persero) dengan Perguruan Tinggi di aula lantai III Gedung Rektorat dr R. Achmad Unej, kemarin (7/6).

Menurut Agung Sedaju, pihaknya sudah memulai pengembangan baterai untuk KA, termasuk mengkaji pengembangan KA dengan bahan bakar hidrogen yang ramah lingkungan. Namun, tentu saja pengembangan produk KA ramah lingkungan perlu didukung riset dan kerja sama dengan berbagai pihak. Terutama perguruan tinggi yang memiliki berbagai pakar dengan beragam latar belakang keilmuan. Sebab, tidak mungkin jika riset KA ramah lingkungan dilakukan oleh PT INKA saja, yang dana risetnya masih terbatas.

Agung Sedaju lantas menambahkan, bidang kerja sama yang akan dijalin terbuka lebar seperti riset baterai, energi terbarukan, Internet of Thing (IoT), autonomus rail rapid transit, serta tema riset lainnya. “Untuk itu, kami menawarkan berbagai skema kerja sama dengan dunia perguruan tinggi, termasuk Unej. Ada skema kerja sama riset bersama antara PT INKA dengan beberapa perguruan tinggi dengan pendanaan dari LPDP dan Kedai Reka Ditjen Dikti Kemendikbudristek,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/