alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Sopir MPU Dapat Santunan Kematian Program BPJS Ketenagakerjaan

Mobile_AP_Rectangle 1

KARANGSARI, RADARJEMBER.ID – Program Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya dirasakan bagi peserta yang berasal dari pekerja penerima upah, bukan penerima upah pun juga dapat manfaat perlindungan. Seperti salah satu sopir mobil penumpang umum (MPU) di Lumajang yang mendapat santunan puluhan juta.

Tadi pagi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang Nugraha Yudha Mudiarto bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang Sasongko Adji menyerahkan santunan JKM sebesar Rp 42 juta pada Eka Dwi, istri sekaligus ahli waris dari Suwarno yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

“Terimakasih atas kerjasama yang baik ini, tentu ini menjadi kabar kalau pekerja di sektor non formal atau pekerja mandiri juga bisa mendapat manfaat perlindungan. Saya berharap ini menjadi kesadaran komunal kalau sopir angkutan umum juga perlu daftar BPJS Ketenagakerjaan,” kata Yudha, sapaannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sasongko Adji menjelaskan, seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapat hak yang sama. Baik itu pekerja kategori penerima upah (PU) yang iurannya dibayarkan langsung oleh perusahaan tempatnya bekerja, maupun pekerja bukan penerima upah (BPU) yang mendapat gaji atas usahanya sendiri.

- Advertisement -

KARANGSARI, RADARJEMBER.ID – Program Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya dirasakan bagi peserta yang berasal dari pekerja penerima upah, bukan penerima upah pun juga dapat manfaat perlindungan. Seperti salah satu sopir mobil penumpang umum (MPU) di Lumajang yang mendapat santunan puluhan juta.

Tadi pagi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang Nugraha Yudha Mudiarto bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang Sasongko Adji menyerahkan santunan JKM sebesar Rp 42 juta pada Eka Dwi, istri sekaligus ahli waris dari Suwarno yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

“Terimakasih atas kerjasama yang baik ini, tentu ini menjadi kabar kalau pekerja di sektor non formal atau pekerja mandiri juga bisa mendapat manfaat perlindungan. Saya berharap ini menjadi kesadaran komunal kalau sopir angkutan umum juga perlu daftar BPJS Ketenagakerjaan,” kata Yudha, sapaannya.

Sasongko Adji menjelaskan, seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapat hak yang sama. Baik itu pekerja kategori penerima upah (PU) yang iurannya dibayarkan langsung oleh perusahaan tempatnya bekerja, maupun pekerja bukan penerima upah (BPU) yang mendapat gaji atas usahanya sendiri.

KARANGSARI, RADARJEMBER.ID – Program Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya dirasakan bagi peserta yang berasal dari pekerja penerima upah, bukan penerima upah pun juga dapat manfaat perlindungan. Seperti salah satu sopir mobil penumpang umum (MPU) di Lumajang yang mendapat santunan puluhan juta.

Tadi pagi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang Nugraha Yudha Mudiarto bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang Sasongko Adji menyerahkan santunan JKM sebesar Rp 42 juta pada Eka Dwi, istri sekaligus ahli waris dari Suwarno yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

“Terimakasih atas kerjasama yang baik ini, tentu ini menjadi kabar kalau pekerja di sektor non formal atau pekerja mandiri juga bisa mendapat manfaat perlindungan. Saya berharap ini menjadi kesadaran komunal kalau sopir angkutan umum juga perlu daftar BPJS Ketenagakerjaan,” kata Yudha, sapaannya.

Sasongko Adji menjelaskan, seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapat hak yang sama. Baik itu pekerja kategori penerima upah (PU) yang iurannya dibayarkan langsung oleh perusahaan tempatnya bekerja, maupun pekerja bukan penerima upah (BPU) yang mendapat gaji atas usahanya sendiri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/