alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Tingkatkan Produksi dan Pemasaran Kopi Panti

Tim PPM Polije Juga Bantu Alat Pengolah Kopi Modern pada Petani Rakyat

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Empat Dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) Kasutjianingati, Agung Wahyono S.P, Ph.D, Aulia Brilliantina S.Tp, M.P, Elok Kurnia Novita Sari S.Tp, M.P melaksankan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) sejak 2018 sampai 2021 lalu.

Mereka melaksanakan PPM berupa peningkatan produksi bersih agroindusti kopi di Dusun Danci Desa/ Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Dengan bersumber dana dari DRPM BRIN dan Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi (Kemendkbudristek).
Program PPM peningkatan produksi bersih agroindusti kopi di Dusun Danci setelah tiga tahun dilaksanakan banyak memberikan manfaat kepada petani setempat. Pendapatan dari hasil olahan produksi bersih agroindusti kopi meningkat tajam. Apalagi, mitra PPM Polije di Dusun Danci mendapatkan bantuan peralatan pengolahan kopi modern. Antara lain Pulper, roasting, grader, grinder kopi.

Menurut Kasutjianingati Ketua Pengusul PPM Polije “Produk andalan daerah Kecamatan Panti adalah kopi rakyat yang dipanen setahun sekali pada musimnya tetapi proses pengolahannya masih tradisional dan kopi kebanyakan dijual masih gelondongan,” kata Kasutjianingati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal itu menyebabkan terhambatnya pengembangan agroindustri berbasis kopi di Kecamatan Panti. Sistem pengolahan produksi bersih berbasis kopi rakyat yang diupayakan untuk diterapkan di Kecamatan Panti membutuhkan perencanaan yang terkait dengan upaya pengembangan agroindustri kopi rakyat.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Empat Dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) Kasutjianingati, Agung Wahyono S.P, Ph.D, Aulia Brilliantina S.Tp, M.P, Elok Kurnia Novita Sari S.Tp, M.P melaksankan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) sejak 2018 sampai 2021 lalu.

Mereka melaksanakan PPM berupa peningkatan produksi bersih agroindusti kopi di Dusun Danci Desa/ Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Dengan bersumber dana dari DRPM BRIN dan Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi (Kemendkbudristek).
Program PPM peningkatan produksi bersih agroindusti kopi di Dusun Danci setelah tiga tahun dilaksanakan banyak memberikan manfaat kepada petani setempat. Pendapatan dari hasil olahan produksi bersih agroindusti kopi meningkat tajam. Apalagi, mitra PPM Polije di Dusun Danci mendapatkan bantuan peralatan pengolahan kopi modern. Antara lain Pulper, roasting, grader, grinder kopi.

Menurut Kasutjianingati Ketua Pengusul PPM Polije “Produk andalan daerah Kecamatan Panti adalah kopi rakyat yang dipanen setahun sekali pada musimnya tetapi proses pengolahannya masih tradisional dan kopi kebanyakan dijual masih gelondongan,” kata Kasutjianingati.

Hal itu menyebabkan terhambatnya pengembangan agroindustri berbasis kopi di Kecamatan Panti. Sistem pengolahan produksi bersih berbasis kopi rakyat yang diupayakan untuk diterapkan di Kecamatan Panti membutuhkan perencanaan yang terkait dengan upaya pengembangan agroindustri kopi rakyat.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Empat Dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) Kasutjianingati, Agung Wahyono S.P, Ph.D, Aulia Brilliantina S.Tp, M.P, Elok Kurnia Novita Sari S.Tp, M.P melaksankan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) sejak 2018 sampai 2021 lalu.

Mereka melaksanakan PPM berupa peningkatan produksi bersih agroindusti kopi di Dusun Danci Desa/ Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Dengan bersumber dana dari DRPM BRIN dan Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi (Kemendkbudristek).
Program PPM peningkatan produksi bersih agroindusti kopi di Dusun Danci setelah tiga tahun dilaksanakan banyak memberikan manfaat kepada petani setempat. Pendapatan dari hasil olahan produksi bersih agroindusti kopi meningkat tajam. Apalagi, mitra PPM Polije di Dusun Danci mendapatkan bantuan peralatan pengolahan kopi modern. Antara lain Pulper, roasting, grader, grinder kopi.

Menurut Kasutjianingati Ketua Pengusul PPM Polije “Produk andalan daerah Kecamatan Panti adalah kopi rakyat yang dipanen setahun sekali pada musimnya tetapi proses pengolahannya masih tradisional dan kopi kebanyakan dijual masih gelondongan,” kata Kasutjianingati.

Hal itu menyebabkan terhambatnya pengembangan agroindustri berbasis kopi di Kecamatan Panti. Sistem pengolahan produksi bersih berbasis kopi rakyat yang diupayakan untuk diterapkan di Kecamatan Panti membutuhkan perencanaan yang terkait dengan upaya pengembangan agroindustri kopi rakyat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/