alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Kritik Rezim melalui Puisi

Santri MA Unggulan Nuris Kompak Raih Juara

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ekspresi semringah dan penuh haru terlihat jelas di raut wajah Muhammad Zahron Afifudin, Weni Maftukhah, dan Octavia Safina Fitri. Seusai mengikuti lomba perdananya pekan lalu, ketiganya kompak membuktikan kualitasnya dengan torehan juara pertama.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, Selasa kemarin, ketiganya mengisahkan pengalamannya. Salah satunya Weni, yang mengikuti Olimpiade Bahasa Indonesia (OBI) FKIP Unej se-Jatim dan Bali, 16 September lalu.

Lolos di babak penyisihan, dia unjuk kemampuan dalam Monolog Bahasa Indonesia. Saat itu, Weni mengangkat judul Balada Samara. “Monolog ini mengisahkan anak dari orang tuanya yang dituduh antek komunis. Bagaimana dampak sosial dia dan kesehariannya,” kata santri kelas XII IPA I itu. Penampilannya bikin dewan juri kepincut, dan langsung meraih juara 1.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak jauh berbeda, di ajang yang sama, Zahron juga mendapat torehan memuaskan, yakni juara harapan I. “Monolog saya mengisahkan tragedi kekejaman komunis zaman dulu. Persiapannya minim, tapi alhamdulillah bisa juara,” beber Zahron.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ekspresi semringah dan penuh haru terlihat jelas di raut wajah Muhammad Zahron Afifudin, Weni Maftukhah, dan Octavia Safina Fitri. Seusai mengikuti lomba perdananya pekan lalu, ketiganya kompak membuktikan kualitasnya dengan torehan juara pertama.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, Selasa kemarin, ketiganya mengisahkan pengalamannya. Salah satunya Weni, yang mengikuti Olimpiade Bahasa Indonesia (OBI) FKIP Unej se-Jatim dan Bali, 16 September lalu.

Lolos di babak penyisihan, dia unjuk kemampuan dalam Monolog Bahasa Indonesia. Saat itu, Weni mengangkat judul Balada Samara. “Monolog ini mengisahkan anak dari orang tuanya yang dituduh antek komunis. Bagaimana dampak sosial dia dan kesehariannya,” kata santri kelas XII IPA I itu. Penampilannya bikin dewan juri kepincut, dan langsung meraih juara 1.

Tak jauh berbeda, di ajang yang sama, Zahron juga mendapat torehan memuaskan, yakni juara harapan I. “Monolog saya mengisahkan tragedi kekejaman komunis zaman dulu. Persiapannya minim, tapi alhamdulillah bisa juara,” beber Zahron.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ekspresi semringah dan penuh haru terlihat jelas di raut wajah Muhammad Zahron Afifudin, Weni Maftukhah, dan Octavia Safina Fitri. Seusai mengikuti lomba perdananya pekan lalu, ketiganya kompak membuktikan kualitasnya dengan torehan juara pertama.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, Selasa kemarin, ketiganya mengisahkan pengalamannya. Salah satunya Weni, yang mengikuti Olimpiade Bahasa Indonesia (OBI) FKIP Unej se-Jatim dan Bali, 16 September lalu.

Lolos di babak penyisihan, dia unjuk kemampuan dalam Monolog Bahasa Indonesia. Saat itu, Weni mengangkat judul Balada Samara. “Monolog ini mengisahkan anak dari orang tuanya yang dituduh antek komunis. Bagaimana dampak sosial dia dan kesehariannya,” kata santri kelas XII IPA I itu. Penampilannya bikin dewan juri kepincut, dan langsung meraih juara 1.

Tak jauh berbeda, di ajang yang sama, Zahron juga mendapat torehan memuaskan, yakni juara harapan I. “Monolog saya mengisahkan tragedi kekejaman komunis zaman dulu. Persiapannya minim, tapi alhamdulillah bisa juara,” beber Zahron.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/