alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Menko Airlangga: Intensifkan Program Perlindungan Masyarakat

Perintah Presiden Joko Widodo

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Situasi geopolitik dunia yang meningkat akibat konflik Rusia dan Ukraina memperburuk tekanan inflasi dan mengakibatkan lonjakan harga komoditas global, terutama energi dan pangan, yang juga berdampak pada perekonomian di tanah air.

Baca Juga : Pemkab Jember Ultimatum PT Imasco, Peledakan Gunung Sadeng Dihentikan

Menghadapi hal tersebut, selain meminta jajarannya untuk memantau perkembangan harga komoditas global, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk mengintensifkan program perlindungan masyarakat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Arahan tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4).

“Indonesia ada dua akibat. Satu, terkait dengan penerimaan ekspor tentu akan ada kenaikan, tetapi juga ada transmisi (akibat) di dalam negeri yang tidak bisa seluruhnya ditransmisikan ke masyarakat. Oleh karena itu, tadi arahan Bapak Presiden bahwa perlindungan sosial perlu terus dipertebal,” ujar Menko Airlangga.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengumumkan kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng yang diberikan kepada 20,5 juta keluarga yang termasuk dalam daftar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta 2,5 juta PKL yang berjualan makanan gorengan.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Situasi geopolitik dunia yang meningkat akibat konflik Rusia dan Ukraina memperburuk tekanan inflasi dan mengakibatkan lonjakan harga komoditas global, terutama energi dan pangan, yang juga berdampak pada perekonomian di tanah air.

Baca Juga : Pemkab Jember Ultimatum PT Imasco, Peledakan Gunung Sadeng Dihentikan

Menghadapi hal tersebut, selain meminta jajarannya untuk memantau perkembangan harga komoditas global, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk mengintensifkan program perlindungan masyarakat.

Arahan tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4).

“Indonesia ada dua akibat. Satu, terkait dengan penerimaan ekspor tentu akan ada kenaikan, tetapi juga ada transmisi (akibat) di dalam negeri yang tidak bisa seluruhnya ditransmisikan ke masyarakat. Oleh karena itu, tadi arahan Bapak Presiden bahwa perlindungan sosial perlu terus dipertebal,” ujar Menko Airlangga.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengumumkan kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng yang diberikan kepada 20,5 juta keluarga yang termasuk dalam daftar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta 2,5 juta PKL yang berjualan makanan gorengan.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Situasi geopolitik dunia yang meningkat akibat konflik Rusia dan Ukraina memperburuk tekanan inflasi dan mengakibatkan lonjakan harga komoditas global, terutama energi dan pangan, yang juga berdampak pada perekonomian di tanah air.

Baca Juga : Pemkab Jember Ultimatum PT Imasco, Peledakan Gunung Sadeng Dihentikan

Menghadapi hal tersebut, selain meminta jajarannya untuk memantau perkembangan harga komoditas global, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk mengintensifkan program perlindungan masyarakat.

Arahan tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4).

“Indonesia ada dua akibat. Satu, terkait dengan penerimaan ekspor tentu akan ada kenaikan, tetapi juga ada transmisi (akibat) di dalam negeri yang tidak bisa seluruhnya ditransmisikan ke masyarakat. Oleh karena itu, tadi arahan Bapak Presiden bahwa perlindungan sosial perlu terus dipertebal,” ujar Menko Airlangga.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengumumkan kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng yang diberikan kepada 20,5 juta keluarga yang termasuk dalam daftar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta 2,5 juta PKL yang berjualan makanan gorengan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/