alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Delapan Tahun Berturut-turut Jatim Raih SAKIP Predikat A

Gubernur Khofifah: Wujud Konsistensi Penerapan Kinerja yang Akuntabel

Mobile_AP_Rectangle 1

Selain itu, untuk hasil evaluasi indeks reformasi birokrasi, Jatim mengantongi nilai 76,71 dengan predikat BB di mana tahun 2020 tercatat 76,38. Predikat BB untuk Jatim tercatat telah diperoleh selama lima tahun berturut-turut dengan skor yang terus mengalami peningkatan.

Komponen penilaian dan hasil menjadi titik berat dalam penilaian reformasi birokrasi terdiri atas aspek pemenuhan dan reform pada delapan area perubahan. Meliputi manajemen perubahan, deregulasi kebijakan, penataan organisasi, penataan tatalaksana, penataan manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sementara, komponen hasil menitikberatkan pada akuntabilitas kinerja dan keuangan (opini BPK dan nilai SAKIP), kualitas pelayanan publik (indeks persepsi kualitas pelayanan), pemerintah yang bersih dari KKN (indeks persepsi anti korupsi), kinerja organisasi (capaian kinerja, kinerja lainnya, survei internal organisasi).

Mobile_AP_Rectangle 2

“Untuk reformasi birokrasi, alhamdulillah tahun 2021 ini kami mendapatkan predikat BB. Perlu kami sampaikan bahwa kami memang memiliki komitmen kuat dalam melaksanakan good governance yang salah satunya diwujudkan dengan reformasi birokrasi. Merit sistem telah berjalan dengan baik di lingkungan Pemprov Jatim. Begitu juga pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset, dan manajemen ASN yang profesional,” tegas Khofifah.

Khofifah menegaskan bahwa seluruh capaian yang telah dipertahankan ini akan dijadikan sebagai bekal pendorong bagi seluruh sistem, program, dan fungsi yang ada di Pemprov Jatim bisa berjalan dengan lebih baik dan memberikan dampak kepada masyarakat Jawa Timur secara luas. “Pemprov Jatim akan terus mendorong agar prestasi dan capaian ini bisa dipertahankan. Bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Begitu pula kabupaten/kota yang berhasil memperoleh predikat yang tinggi agar bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” tegasnya.

Selain Jawa Timur, terdapat enam kabupaten/kota di Jatim yang juga memperoleh SAKIP kategori A (memuaskan), yakni Kabupaten Lamongan, Situbondo, Banyuwangi, Ngawi, Gresik, serta Kota Malang. Sedangkan untuk indeks reformasi birokrasi dengan predikat BB kabupaten/kota di Jatim diraih oleh Kota Surabaya dan Kota Malang, serta Kabupaten Banyuwangi. (ika/c2/dwi)

- Advertisement -

Selain itu, untuk hasil evaluasi indeks reformasi birokrasi, Jatim mengantongi nilai 76,71 dengan predikat BB di mana tahun 2020 tercatat 76,38. Predikat BB untuk Jatim tercatat telah diperoleh selama lima tahun berturut-turut dengan skor yang terus mengalami peningkatan.

Komponen penilaian dan hasil menjadi titik berat dalam penilaian reformasi birokrasi terdiri atas aspek pemenuhan dan reform pada delapan area perubahan. Meliputi manajemen perubahan, deregulasi kebijakan, penataan organisasi, penataan tatalaksana, penataan manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sementara, komponen hasil menitikberatkan pada akuntabilitas kinerja dan keuangan (opini BPK dan nilai SAKIP), kualitas pelayanan publik (indeks persepsi kualitas pelayanan), pemerintah yang bersih dari KKN (indeks persepsi anti korupsi), kinerja organisasi (capaian kinerja, kinerja lainnya, survei internal organisasi).

“Untuk reformasi birokrasi, alhamdulillah tahun 2021 ini kami mendapatkan predikat BB. Perlu kami sampaikan bahwa kami memang memiliki komitmen kuat dalam melaksanakan good governance yang salah satunya diwujudkan dengan reformasi birokrasi. Merit sistem telah berjalan dengan baik di lingkungan Pemprov Jatim. Begitu juga pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset, dan manajemen ASN yang profesional,” tegas Khofifah.

Khofifah menegaskan bahwa seluruh capaian yang telah dipertahankan ini akan dijadikan sebagai bekal pendorong bagi seluruh sistem, program, dan fungsi yang ada di Pemprov Jatim bisa berjalan dengan lebih baik dan memberikan dampak kepada masyarakat Jawa Timur secara luas. “Pemprov Jatim akan terus mendorong agar prestasi dan capaian ini bisa dipertahankan. Bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Begitu pula kabupaten/kota yang berhasil memperoleh predikat yang tinggi agar bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” tegasnya.

Selain Jawa Timur, terdapat enam kabupaten/kota di Jatim yang juga memperoleh SAKIP kategori A (memuaskan), yakni Kabupaten Lamongan, Situbondo, Banyuwangi, Ngawi, Gresik, serta Kota Malang. Sedangkan untuk indeks reformasi birokrasi dengan predikat BB kabupaten/kota di Jatim diraih oleh Kota Surabaya dan Kota Malang, serta Kabupaten Banyuwangi. (ika/c2/dwi)

Selain itu, untuk hasil evaluasi indeks reformasi birokrasi, Jatim mengantongi nilai 76,71 dengan predikat BB di mana tahun 2020 tercatat 76,38. Predikat BB untuk Jatim tercatat telah diperoleh selama lima tahun berturut-turut dengan skor yang terus mengalami peningkatan.

Komponen penilaian dan hasil menjadi titik berat dalam penilaian reformasi birokrasi terdiri atas aspek pemenuhan dan reform pada delapan area perubahan. Meliputi manajemen perubahan, deregulasi kebijakan, penataan organisasi, penataan tatalaksana, penataan manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sementara, komponen hasil menitikberatkan pada akuntabilitas kinerja dan keuangan (opini BPK dan nilai SAKIP), kualitas pelayanan publik (indeks persepsi kualitas pelayanan), pemerintah yang bersih dari KKN (indeks persepsi anti korupsi), kinerja organisasi (capaian kinerja, kinerja lainnya, survei internal organisasi).

“Untuk reformasi birokrasi, alhamdulillah tahun 2021 ini kami mendapatkan predikat BB. Perlu kami sampaikan bahwa kami memang memiliki komitmen kuat dalam melaksanakan good governance yang salah satunya diwujudkan dengan reformasi birokrasi. Merit sistem telah berjalan dengan baik di lingkungan Pemprov Jatim. Begitu juga pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset, dan manajemen ASN yang profesional,” tegas Khofifah.

Khofifah menegaskan bahwa seluruh capaian yang telah dipertahankan ini akan dijadikan sebagai bekal pendorong bagi seluruh sistem, program, dan fungsi yang ada di Pemprov Jatim bisa berjalan dengan lebih baik dan memberikan dampak kepada masyarakat Jawa Timur secara luas. “Pemprov Jatim akan terus mendorong agar prestasi dan capaian ini bisa dipertahankan. Bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Begitu pula kabupaten/kota yang berhasil memperoleh predikat yang tinggi agar bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” tegasnya.

Selain Jawa Timur, terdapat enam kabupaten/kota di Jatim yang juga memperoleh SAKIP kategori A (memuaskan), yakni Kabupaten Lamongan, Situbondo, Banyuwangi, Ngawi, Gresik, serta Kota Malang. Sedangkan untuk indeks reformasi birokrasi dengan predikat BB kabupaten/kota di Jatim diraih oleh Kota Surabaya dan Kota Malang, serta Kabupaten Banyuwangi. (ika/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/