alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Delapan Tahun Berturut-turut Jatim Raih SAKIP Predikat A

Gubernur Khofifah: Wujud Konsistensi Penerapan Kinerja yang Akuntabel

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, Radar Jember – Pemprov Jatim kembali memperoleh predikat A atau memuaskan dalam Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) untuk tahun 2021 yang diumumkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Selasa kemarin (5/4).

Baca Juga : Ada Gelas Kaca Dalam Perut Pria di Jember, Bagaimana Masuknya?

Dengan mengantongi skor SAKIP sebesar 83,17. Jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang tercatat 82,38. Pencapaian ini sekaligus menjadikan Pemprov memboyong predikat A delapan tahun berturut-turut. Dari hasil evaluasi SAKIP dengan skor yang terus mengalami peningkatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penyerahan SAKIP dan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) Instansi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun 2021 tersebut dilakukan dalam acara SAKIP & RB Award 2021 yang dilakukan oleh MenPANRB yang diwakili oleh Sekretaris Menteri, yaitu Rini Widyantini SH MH, di The Tribata Darmawangsa Jakarta, secara daring, Selasa (5/4/2022). “Alhamdulillah, Jatim kembali mendapatkan predikat A yang berarti memuaskan untuk evaluasi SAKIP tahun 2021. Capaian ini telah diperoleh Jatim berturut-turut sejak tahun 2014 dengan skor yang terus meningkat setiap tahunnya. Ini membuktikan bahwa seluruh jajaran Pemprov Jatim konsisten dalam menerapkan sistem akuntabilitas dalam bekerja di segala lini,” tegas Khofifah di Gedung Negara Grahadi.

Sebagaimana diketahui, ada lima komponen penilaian SAKIP. Pertama adalah perencanaan kinerja (30 persen), menilai kualitas rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan rencana strategis perangkat daerah (PD), serta keselarasan dokumen perencanaan antar-PD.

Kemudian yang kedua, pengukuran kinerja (25 persen), yang memuat penilaian kualitas indikator kinerja pada setiap level jabatan, metode pengukuran, dan pemanfaatannya sebagai dasar pemberian reward dan punishment kepada ASN. Komponen yang ketiga adalah pelaporan kinerja (15 persen) yang menilai kualitas informasi atas capaian kinerja serta pemanfaatannya. Keempat, monitoring dan evaluasi (10 persen) yang menilai evaluasi kinerja program. Serta terakhir adalah capaian kinerja (20 persen), yang menilai capaian kinerja sesuai dengan indikator tujuan dan sasaran pada RPJMD, benchmark dengan pemda lainnya serta prestasi internasional.

- Advertisement -

SURABAYA, Radar Jember – Pemprov Jatim kembali memperoleh predikat A atau memuaskan dalam Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) untuk tahun 2021 yang diumumkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Selasa kemarin (5/4).

Baca Juga : Ada Gelas Kaca Dalam Perut Pria di Jember, Bagaimana Masuknya?

Dengan mengantongi skor SAKIP sebesar 83,17. Jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang tercatat 82,38. Pencapaian ini sekaligus menjadikan Pemprov memboyong predikat A delapan tahun berturut-turut. Dari hasil evaluasi SAKIP dengan skor yang terus mengalami peningkatan.

Penyerahan SAKIP dan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) Instansi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun 2021 tersebut dilakukan dalam acara SAKIP & RB Award 2021 yang dilakukan oleh MenPANRB yang diwakili oleh Sekretaris Menteri, yaitu Rini Widyantini SH MH, di The Tribata Darmawangsa Jakarta, secara daring, Selasa (5/4/2022). “Alhamdulillah, Jatim kembali mendapatkan predikat A yang berarti memuaskan untuk evaluasi SAKIP tahun 2021. Capaian ini telah diperoleh Jatim berturut-turut sejak tahun 2014 dengan skor yang terus meningkat setiap tahunnya. Ini membuktikan bahwa seluruh jajaran Pemprov Jatim konsisten dalam menerapkan sistem akuntabilitas dalam bekerja di segala lini,” tegas Khofifah di Gedung Negara Grahadi.

Sebagaimana diketahui, ada lima komponen penilaian SAKIP. Pertama adalah perencanaan kinerja (30 persen), menilai kualitas rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan rencana strategis perangkat daerah (PD), serta keselarasan dokumen perencanaan antar-PD.

Kemudian yang kedua, pengukuran kinerja (25 persen), yang memuat penilaian kualitas indikator kinerja pada setiap level jabatan, metode pengukuran, dan pemanfaatannya sebagai dasar pemberian reward dan punishment kepada ASN. Komponen yang ketiga adalah pelaporan kinerja (15 persen) yang menilai kualitas informasi atas capaian kinerja serta pemanfaatannya. Keempat, monitoring dan evaluasi (10 persen) yang menilai evaluasi kinerja program. Serta terakhir adalah capaian kinerja (20 persen), yang menilai capaian kinerja sesuai dengan indikator tujuan dan sasaran pada RPJMD, benchmark dengan pemda lainnya serta prestasi internasional.

SURABAYA, Radar Jember – Pemprov Jatim kembali memperoleh predikat A atau memuaskan dalam Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) untuk tahun 2021 yang diumumkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Selasa kemarin (5/4).

Baca Juga : Ada Gelas Kaca Dalam Perut Pria di Jember, Bagaimana Masuknya?

Dengan mengantongi skor SAKIP sebesar 83,17. Jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang tercatat 82,38. Pencapaian ini sekaligus menjadikan Pemprov memboyong predikat A delapan tahun berturut-turut. Dari hasil evaluasi SAKIP dengan skor yang terus mengalami peningkatan.

Penyerahan SAKIP dan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) Instansi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun 2021 tersebut dilakukan dalam acara SAKIP & RB Award 2021 yang dilakukan oleh MenPANRB yang diwakili oleh Sekretaris Menteri, yaitu Rini Widyantini SH MH, di The Tribata Darmawangsa Jakarta, secara daring, Selasa (5/4/2022). “Alhamdulillah, Jatim kembali mendapatkan predikat A yang berarti memuaskan untuk evaluasi SAKIP tahun 2021. Capaian ini telah diperoleh Jatim berturut-turut sejak tahun 2014 dengan skor yang terus meningkat setiap tahunnya. Ini membuktikan bahwa seluruh jajaran Pemprov Jatim konsisten dalam menerapkan sistem akuntabilitas dalam bekerja di segala lini,” tegas Khofifah di Gedung Negara Grahadi.

Sebagaimana diketahui, ada lima komponen penilaian SAKIP. Pertama adalah perencanaan kinerja (30 persen), menilai kualitas rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan rencana strategis perangkat daerah (PD), serta keselarasan dokumen perencanaan antar-PD.

Kemudian yang kedua, pengukuran kinerja (25 persen), yang memuat penilaian kualitas indikator kinerja pada setiap level jabatan, metode pengukuran, dan pemanfaatannya sebagai dasar pemberian reward dan punishment kepada ASN. Komponen yang ketiga adalah pelaporan kinerja (15 persen) yang menilai kualitas informasi atas capaian kinerja serta pemanfaatannya. Keempat, monitoring dan evaluasi (10 persen) yang menilai evaluasi kinerja program. Serta terakhir adalah capaian kinerja (20 persen), yang menilai capaian kinerja sesuai dengan indikator tujuan dan sasaran pada RPJMD, benchmark dengan pemda lainnya serta prestasi internasional.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/