alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Kembangkan RS Darurat Penanganan Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

Pengembangan rumah sakit darurat penanganan Covid-19 akan dilakukan di atas lahan seluas 8.000 meter persegi. Nantinya akan disediakan sejumlah 65 bed untuk ruang observasi serta delapan bed di ruang isolasi. Selain itu, ada ruang screening dan fasilitas penunjang lainnya.

Reva menambahkan bahwa pembangunan RS darurat tersebut juga menjadi bagian dari program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyediakan RS khusus Covid-19. Sebelumnya, telah dibangun beberapa rumah sakit serupa yang berlokasi di Pulau Galang, RSUD dr Soegiri Lamongan, RSUD Zainul Abidin Kota Banda Aceh, dan beberapa tempat lainnya.

Pembangunan RS darurat tersebut diharapkan bisa selesai dalam jangka waktu 45 hari, dengan sumber pendanaan dari dana siap pakai BNPB. “Harapannya pembangunan RS ini bisa terlaksana secara tepat, baik dari segi biaya, mutu, serta tepat waktu 45 hari. Selain itu, semoga bisa segera dijalankan serta didukung dengan peralatan dan tenaga kesehatan yang memadai,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Reva juga berharap agar pembangunan RS tersebut dapat senantiasa dipelihara dengan baik. Sekalipun nanti ketika pandemi sudah menurun dan berakhir. “Insyaallah RS ini nantinya akan dijadikan sebagai RS penyakit infeksius di Kabupaten Malang ketika pandemi usai,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis:
Fotografer: Istimewa
Redaktur: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Pengembangan rumah sakit darurat penanganan Covid-19 akan dilakukan di atas lahan seluas 8.000 meter persegi. Nantinya akan disediakan sejumlah 65 bed untuk ruang observasi serta delapan bed di ruang isolasi. Selain itu, ada ruang screening dan fasilitas penunjang lainnya.

Reva menambahkan bahwa pembangunan RS darurat tersebut juga menjadi bagian dari program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyediakan RS khusus Covid-19. Sebelumnya, telah dibangun beberapa rumah sakit serupa yang berlokasi di Pulau Galang, RSUD dr Soegiri Lamongan, RSUD Zainul Abidin Kota Banda Aceh, dan beberapa tempat lainnya.

Pembangunan RS darurat tersebut diharapkan bisa selesai dalam jangka waktu 45 hari, dengan sumber pendanaan dari dana siap pakai BNPB. “Harapannya pembangunan RS ini bisa terlaksana secara tepat, baik dari segi biaya, mutu, serta tepat waktu 45 hari. Selain itu, semoga bisa segera dijalankan serta didukung dengan peralatan dan tenaga kesehatan yang memadai,” ungkapnya.

Reva juga berharap agar pembangunan RS tersebut dapat senantiasa dipelihara dengan baik. Sekalipun nanti ketika pandemi sudah menurun dan berakhir. “Insyaallah RS ini nantinya akan dijadikan sebagai RS penyakit infeksius di Kabupaten Malang ketika pandemi usai,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis:
Fotografer: Istimewa
Redaktur: Lintang Anis Bena Kinanti

Pengembangan rumah sakit darurat penanganan Covid-19 akan dilakukan di atas lahan seluas 8.000 meter persegi. Nantinya akan disediakan sejumlah 65 bed untuk ruang observasi serta delapan bed di ruang isolasi. Selain itu, ada ruang screening dan fasilitas penunjang lainnya.

Reva menambahkan bahwa pembangunan RS darurat tersebut juga menjadi bagian dari program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyediakan RS khusus Covid-19. Sebelumnya, telah dibangun beberapa rumah sakit serupa yang berlokasi di Pulau Galang, RSUD dr Soegiri Lamongan, RSUD Zainul Abidin Kota Banda Aceh, dan beberapa tempat lainnya.

Pembangunan RS darurat tersebut diharapkan bisa selesai dalam jangka waktu 45 hari, dengan sumber pendanaan dari dana siap pakai BNPB. “Harapannya pembangunan RS ini bisa terlaksana secara tepat, baik dari segi biaya, mutu, serta tepat waktu 45 hari. Selain itu, semoga bisa segera dijalankan serta didukung dengan peralatan dan tenaga kesehatan yang memadai,” ungkapnya.

Reva juga berharap agar pembangunan RS tersebut dapat senantiasa dipelihara dengan baik. Sekalipun nanti ketika pandemi sudah menurun dan berakhir. “Insyaallah RS ini nantinya akan dijadikan sebagai RS penyakit infeksius di Kabupaten Malang ketika pandemi usai,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis:
Fotografer: Istimewa
Redaktur: Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/