alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kembangkan RS Darurat Penanganan Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Telah lama memiliki rumah sakit, kini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ditunjuk untuk mengembangkan RS darurat penanganan Covid-19 yang berlokasi tidak jauh dari RS UMM. Penunjukkan ini secara simbolis dilakukan oleh Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM dalam bentuk peletakan batu pertama pembangunan RS tersebut, Senin (5/4) kemarin. Hadir pula Wakil Bupati Malang, Kapolres Malang, serta Dandim 0818 Malang-Batu.

PEMBANGUNAN PERTAMA: Bupati Malang Drs H M Sanusi MM meletakkan batu pertama pembangunan RS Darurat Penanganan Covid-19 di lingkungan RS UMM.

Rektor UMM Dr Fauzan MPd menyampaikan ucapan terima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kemenkes yang sudah membantu untuk merealisasikan pembangunan RS Covid-19 tersebut. Begitupun dengan dukungan dari bupati beserta jajaran, Rumah Sakit UMM, WIKA, dan Yodya Karya. “Pembangunan RS ini menjadi tekad kami agar Malang, Indonesia, serta dunia, bisa segera bebas dari Covid-19,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM mengapresiasi UMM atas usahanya yang sangat responsif dalam penanganan pandemi. Tidak hanya dalam beberapa bulan ini, tapi juga sejak pertama kali pandemi Covid-19 menyebar.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Banyak pihak yang mendukung dalam penanganan pandemi ini hingga akhirnya angka korona menurun. Data terakhir yang saya dapat, hanya tinggal 60 dari 14.600 RT di Kabupaten Malang yang masih kuning. Sisanya sudah menjadi wilayah hijau,” terangnya.

Sanusi juga berharap agar UMM bisa terus berkontribusi di semua bidang. Tidak hanya berhenti di usaha penanganan Covid-19, tapi juga terus eksis dalam kepekaan kebutuhan masyarakat sekitar.

Dalam acara peletakan batu pertama RS darurat tersebut, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Reva Sastrodiningrat menjelaskan bahwa pengembangan RS ini merupakan upaya untuk menangani Covid-19, khususnya di wilayah Malang Raya. Apalagi melihat jumlah pasien Covid-19 di Indonesia yang mencapai 1.534.255 orang per tanggal 4 April. “Sekitar 140.331 pasien positif ada di Jawa timur, dan 10.346 di antaranya berada di wilayah Malang Raya,” tuturnya lebih lanjut.

Berdasarkan data tersebut, lanjut dia, beberapa rumah sakit ditunjuk untuk menjadi RS rujukan penanganan pasien korona. Salah satunya adalah RS UMM.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Telah lama memiliki rumah sakit, kini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ditunjuk untuk mengembangkan RS darurat penanganan Covid-19 yang berlokasi tidak jauh dari RS UMM. Penunjukkan ini secara simbolis dilakukan oleh Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM dalam bentuk peletakan batu pertama pembangunan RS tersebut, Senin (5/4) kemarin. Hadir pula Wakil Bupati Malang, Kapolres Malang, serta Dandim 0818 Malang-Batu.

PEMBANGUNAN PERTAMA: Bupati Malang Drs H M Sanusi MM meletakkan batu pertama pembangunan RS Darurat Penanganan Covid-19 di lingkungan RS UMM.

Rektor UMM Dr Fauzan MPd menyampaikan ucapan terima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kemenkes yang sudah membantu untuk merealisasikan pembangunan RS Covid-19 tersebut. Begitupun dengan dukungan dari bupati beserta jajaran, Rumah Sakit UMM, WIKA, dan Yodya Karya. “Pembangunan RS ini menjadi tekad kami agar Malang, Indonesia, serta dunia, bisa segera bebas dari Covid-19,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM mengapresiasi UMM atas usahanya yang sangat responsif dalam penanganan pandemi. Tidak hanya dalam beberapa bulan ini, tapi juga sejak pertama kali pandemi Covid-19 menyebar.

“Banyak pihak yang mendukung dalam penanganan pandemi ini hingga akhirnya angka korona menurun. Data terakhir yang saya dapat, hanya tinggal 60 dari 14.600 RT di Kabupaten Malang yang masih kuning. Sisanya sudah menjadi wilayah hijau,” terangnya.

Sanusi juga berharap agar UMM bisa terus berkontribusi di semua bidang. Tidak hanya berhenti di usaha penanganan Covid-19, tapi juga terus eksis dalam kepekaan kebutuhan masyarakat sekitar.

Dalam acara peletakan batu pertama RS darurat tersebut, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Reva Sastrodiningrat menjelaskan bahwa pengembangan RS ini merupakan upaya untuk menangani Covid-19, khususnya di wilayah Malang Raya. Apalagi melihat jumlah pasien Covid-19 di Indonesia yang mencapai 1.534.255 orang per tanggal 4 April. “Sekitar 140.331 pasien positif ada di Jawa timur, dan 10.346 di antaranya berada di wilayah Malang Raya,” tuturnya lebih lanjut.

Berdasarkan data tersebut, lanjut dia, beberapa rumah sakit ditunjuk untuk menjadi RS rujukan penanganan pasien korona. Salah satunya adalah RS UMM.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Telah lama memiliki rumah sakit, kini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ditunjuk untuk mengembangkan RS darurat penanganan Covid-19 yang berlokasi tidak jauh dari RS UMM. Penunjukkan ini secara simbolis dilakukan oleh Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM dalam bentuk peletakan batu pertama pembangunan RS tersebut, Senin (5/4) kemarin. Hadir pula Wakil Bupati Malang, Kapolres Malang, serta Dandim 0818 Malang-Batu.

PEMBANGUNAN PERTAMA: Bupati Malang Drs H M Sanusi MM meletakkan batu pertama pembangunan RS Darurat Penanganan Covid-19 di lingkungan RS UMM.

Rektor UMM Dr Fauzan MPd menyampaikan ucapan terima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kemenkes yang sudah membantu untuk merealisasikan pembangunan RS Covid-19 tersebut. Begitupun dengan dukungan dari bupati beserta jajaran, Rumah Sakit UMM, WIKA, dan Yodya Karya. “Pembangunan RS ini menjadi tekad kami agar Malang, Indonesia, serta dunia, bisa segera bebas dari Covid-19,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM mengapresiasi UMM atas usahanya yang sangat responsif dalam penanganan pandemi. Tidak hanya dalam beberapa bulan ini, tapi juga sejak pertama kali pandemi Covid-19 menyebar.

“Banyak pihak yang mendukung dalam penanganan pandemi ini hingga akhirnya angka korona menurun. Data terakhir yang saya dapat, hanya tinggal 60 dari 14.600 RT di Kabupaten Malang yang masih kuning. Sisanya sudah menjadi wilayah hijau,” terangnya.

Sanusi juga berharap agar UMM bisa terus berkontribusi di semua bidang. Tidak hanya berhenti di usaha penanganan Covid-19, tapi juga terus eksis dalam kepekaan kebutuhan masyarakat sekitar.

Dalam acara peletakan batu pertama RS darurat tersebut, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Reva Sastrodiningrat menjelaskan bahwa pengembangan RS ini merupakan upaya untuk menangani Covid-19, khususnya di wilayah Malang Raya. Apalagi melihat jumlah pasien Covid-19 di Indonesia yang mencapai 1.534.255 orang per tanggal 4 April. “Sekitar 140.331 pasien positif ada di Jawa timur, dan 10.346 di antaranya berada di wilayah Malang Raya,” tuturnya lebih lanjut.

Berdasarkan data tersebut, lanjut dia, beberapa rumah sakit ditunjuk untuk menjadi RS rujukan penanganan pasien korona. Salah satunya adalah RS UMM.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/