24.4 C
Jember
Thursday, 1 June 2023

BP Jamsostek Berikan Bantuan Kolam Ikan Nila hingga Santunan RT/RW

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Guna membangkitkan kembali perekonomian Jember, BP Jamsostek berikan bantuan kolam ikan budi daya nila. Bantuan tersebut diberikan kepada 10 warga di Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, kemarin (5/3).

Tujuan bantuan kolam ikan tersebut agar masyarakat yang tadinya belum memiliki pekerjaan, kini bisa membudidayakan ikan nila. Selain itu, meningkatkan ketersediaan ikan nila dan diharapkan bisa membantu menekan angka stunting di Kabupaten Jember.

Bupati Jember Hendy Siswanto juga turut memberikan secara langsung perlengkapan pembuatan kolam ikan. Bahkan, jika program bantuan dari BP Jamsostek tersebut berhasil nantinya, dia siap mencanangkan bagi 10 ribu masyarakat Jember untuk mendapatkan bantuan pembuatan kolam ikan. “Saya ingin Kabupaten Jember ini menjadi satu kabupaten yang punya budi daya ikan nila. Karena kebutuhan ikan nila itu tinggi. Selain bisa menghasilkan pendapatan, juga bisa untuk mencegah stunting,” papar Hendy.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di kesempatan yang sama, Erwin Setiawan, Kepala Bidang Pelayanan, mewakili Kepala BP Jamsostek Jember Dolik Yulianto yang berhalangan hadir, menjelaskan bahwa tidak hanya bantuan pembuatan kolam ikan nila saja yang diberikan. Masyarakat yang diberi bantuan selanjutnya akan dibimbing dalam proses budi daya, hingga panen dan penjualannya. Lokasi Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, dipilih sebagai pilot project untuk mempermudah proses pemantauan dan pembimbingan. Sebab, memiliki lokasi yang dekat dengan PT Timur Mandiri Aquakultur, yang nantinya akan membina warga terkait budi daya ikan nila.

Jenis ikan nila dipilih karena melihat potensi dan kemudahan bagi masyarakat Jember dalam membudidayakannya. “Secara global, kebutuhan ekspor ikan nila mencapai 100 ribu ton. Sedangkan pada tahun 2021 kemampuan Indonesia untuk mencukupi hanya 16 persen saja,” terang Arif Sugiartani, CEO PT Timur Mandiri Aqualultur.

Selain pemberian bantuan kolam ikan, BP Jamsostek juga menyerahkan santunan kematian kepada empat orang ahli waris RT/RW yang telah meninggal. Santunan yang diberikan yakni sebesar Rp 42 juta tiap ahli waris. Santunan tersebut merupakan perlindungan jaminan sosial yang diberikan oleh Bupati Hendy bekerja sama dengan BP Jamsostek. “Kita harus melindungi RT/RW yang merupakan garda terdepan. Terlebih terkait persoalan vaksin ataupun warganya yang terkena Covid-19. Kami hanya bisa melindungi mereka dengan BP Jamsostek,” ujar Bupati Jember Hendy Siswanto. (ges/c2/dwi)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Guna membangkitkan kembali perekonomian Jember, BP Jamsostek berikan bantuan kolam ikan budi daya nila. Bantuan tersebut diberikan kepada 10 warga di Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, kemarin (5/3).

Tujuan bantuan kolam ikan tersebut agar masyarakat yang tadinya belum memiliki pekerjaan, kini bisa membudidayakan ikan nila. Selain itu, meningkatkan ketersediaan ikan nila dan diharapkan bisa membantu menekan angka stunting di Kabupaten Jember.

Bupati Jember Hendy Siswanto juga turut memberikan secara langsung perlengkapan pembuatan kolam ikan. Bahkan, jika program bantuan dari BP Jamsostek tersebut berhasil nantinya, dia siap mencanangkan bagi 10 ribu masyarakat Jember untuk mendapatkan bantuan pembuatan kolam ikan. “Saya ingin Kabupaten Jember ini menjadi satu kabupaten yang punya budi daya ikan nila. Karena kebutuhan ikan nila itu tinggi. Selain bisa menghasilkan pendapatan, juga bisa untuk mencegah stunting,” papar Hendy.

Di kesempatan yang sama, Erwin Setiawan, Kepala Bidang Pelayanan, mewakili Kepala BP Jamsostek Jember Dolik Yulianto yang berhalangan hadir, menjelaskan bahwa tidak hanya bantuan pembuatan kolam ikan nila saja yang diberikan. Masyarakat yang diberi bantuan selanjutnya akan dibimbing dalam proses budi daya, hingga panen dan penjualannya. Lokasi Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, dipilih sebagai pilot project untuk mempermudah proses pemantauan dan pembimbingan. Sebab, memiliki lokasi yang dekat dengan PT Timur Mandiri Aquakultur, yang nantinya akan membina warga terkait budi daya ikan nila.

Jenis ikan nila dipilih karena melihat potensi dan kemudahan bagi masyarakat Jember dalam membudidayakannya. “Secara global, kebutuhan ekspor ikan nila mencapai 100 ribu ton. Sedangkan pada tahun 2021 kemampuan Indonesia untuk mencukupi hanya 16 persen saja,” terang Arif Sugiartani, CEO PT Timur Mandiri Aqualultur.

Selain pemberian bantuan kolam ikan, BP Jamsostek juga menyerahkan santunan kematian kepada empat orang ahli waris RT/RW yang telah meninggal. Santunan yang diberikan yakni sebesar Rp 42 juta tiap ahli waris. Santunan tersebut merupakan perlindungan jaminan sosial yang diberikan oleh Bupati Hendy bekerja sama dengan BP Jamsostek. “Kita harus melindungi RT/RW yang merupakan garda terdepan. Terlebih terkait persoalan vaksin ataupun warganya yang terkena Covid-19. Kami hanya bisa melindungi mereka dengan BP Jamsostek,” ujar Bupati Jember Hendy Siswanto. (ges/c2/dwi)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Guna membangkitkan kembali perekonomian Jember, BP Jamsostek berikan bantuan kolam ikan budi daya nila. Bantuan tersebut diberikan kepada 10 warga di Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, kemarin (5/3).

Tujuan bantuan kolam ikan tersebut agar masyarakat yang tadinya belum memiliki pekerjaan, kini bisa membudidayakan ikan nila. Selain itu, meningkatkan ketersediaan ikan nila dan diharapkan bisa membantu menekan angka stunting di Kabupaten Jember.

Bupati Jember Hendy Siswanto juga turut memberikan secara langsung perlengkapan pembuatan kolam ikan. Bahkan, jika program bantuan dari BP Jamsostek tersebut berhasil nantinya, dia siap mencanangkan bagi 10 ribu masyarakat Jember untuk mendapatkan bantuan pembuatan kolam ikan. “Saya ingin Kabupaten Jember ini menjadi satu kabupaten yang punya budi daya ikan nila. Karena kebutuhan ikan nila itu tinggi. Selain bisa menghasilkan pendapatan, juga bisa untuk mencegah stunting,” papar Hendy.

Di kesempatan yang sama, Erwin Setiawan, Kepala Bidang Pelayanan, mewakili Kepala BP Jamsostek Jember Dolik Yulianto yang berhalangan hadir, menjelaskan bahwa tidak hanya bantuan pembuatan kolam ikan nila saja yang diberikan. Masyarakat yang diberi bantuan selanjutnya akan dibimbing dalam proses budi daya, hingga panen dan penjualannya. Lokasi Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, dipilih sebagai pilot project untuk mempermudah proses pemantauan dan pembimbingan. Sebab, memiliki lokasi yang dekat dengan PT Timur Mandiri Aquakultur, yang nantinya akan membina warga terkait budi daya ikan nila.

Jenis ikan nila dipilih karena melihat potensi dan kemudahan bagi masyarakat Jember dalam membudidayakannya. “Secara global, kebutuhan ekspor ikan nila mencapai 100 ribu ton. Sedangkan pada tahun 2021 kemampuan Indonesia untuk mencukupi hanya 16 persen saja,” terang Arif Sugiartani, CEO PT Timur Mandiri Aqualultur.

Selain pemberian bantuan kolam ikan, BP Jamsostek juga menyerahkan santunan kematian kepada empat orang ahli waris RT/RW yang telah meninggal. Santunan yang diberikan yakni sebesar Rp 42 juta tiap ahli waris. Santunan tersebut merupakan perlindungan jaminan sosial yang diberikan oleh Bupati Hendy bekerja sama dengan BP Jamsostek. “Kita harus melindungi RT/RW yang merupakan garda terdepan. Terlebih terkait persoalan vaksin ataupun warganya yang terkena Covid-19. Kami hanya bisa melindungi mereka dengan BP Jamsostek,” ujar Bupati Jember Hendy Siswanto. (ges/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca