alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Airlangga: Seabad, Tingkatkan Peran NU bagi Bangsa

Mobile_AP_Rectangle 1

Dalam acara yang juga menyongsong usia satu abad NU dan mengambil tajuk “Merawat Jagat, Membangun Peradaban: Lestarinya Alam, Sejahteranya Petani” itu KH Yahya Cholil Staquf selaku Ketua Umum Pengurus Besar NU menyampaikan bahwa NU didirikan oleh para waliyullah dan lahirnya NU merupakan berkah puncak dari jaringan para aulia yang telah berkembang dalam beberapa generasi di seantero Nusantara.

“Di antara mereka adalah para Wali Songo, termasuk para wali atau yang kita punya husnuzan kuat termasuk dari aulia kita mengenal Ki Ageng Gribig atau Raden Wasibagno Timur yang makamnya saat ini ada di Jatinom, Klaten. Dan saat ini ada salah seorang keturunan Ki Ageng Gribig yang hadir, yakni Pak Airlangga Hartarto,” ungkap KH Yahya.

Terkait dengan dipilihnya Kota Palembang sebagai Pusat Harlah NU Ke-99 Wilayah Barat Indonesia, KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa Palembang adalah Sriwijaya yang merupakan peradaban besar berskala Nusantara, yang tercatat paling tua dalam sejarah. “Kita butuh untuk menengok kembali, belajar kembali, menghayati kembali pengalaman Sriwijaya pada saat kita membulatkan tekad untuk berjuang mewujudkan masa depan peradaban yang lebih mulia,” tegas KH Yahya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Turut hadir pada acara tersebut yakni Menteri Perindustrian, Anggota DPR RI, Gubernur Sumatera Selatan, Rais Aam Syuriah PBNU, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, anggota DPRD Sumatera Selatan, jajaran Pengurus PBNU, dan jajaran Forkopimda Sumatera Selatan. (ika/c2/nur)

 

- Advertisement -

Dalam acara yang juga menyongsong usia satu abad NU dan mengambil tajuk “Merawat Jagat, Membangun Peradaban: Lestarinya Alam, Sejahteranya Petani” itu KH Yahya Cholil Staquf selaku Ketua Umum Pengurus Besar NU menyampaikan bahwa NU didirikan oleh para waliyullah dan lahirnya NU merupakan berkah puncak dari jaringan para aulia yang telah berkembang dalam beberapa generasi di seantero Nusantara.

“Di antara mereka adalah para Wali Songo, termasuk para wali atau yang kita punya husnuzan kuat termasuk dari aulia kita mengenal Ki Ageng Gribig atau Raden Wasibagno Timur yang makamnya saat ini ada di Jatinom, Klaten. Dan saat ini ada salah seorang keturunan Ki Ageng Gribig yang hadir, yakni Pak Airlangga Hartarto,” ungkap KH Yahya.

Terkait dengan dipilihnya Kota Palembang sebagai Pusat Harlah NU Ke-99 Wilayah Barat Indonesia, KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa Palembang adalah Sriwijaya yang merupakan peradaban besar berskala Nusantara, yang tercatat paling tua dalam sejarah. “Kita butuh untuk menengok kembali, belajar kembali, menghayati kembali pengalaman Sriwijaya pada saat kita membulatkan tekad untuk berjuang mewujudkan masa depan peradaban yang lebih mulia,” tegas KH Yahya.

Turut hadir pada acara tersebut yakni Menteri Perindustrian, Anggota DPR RI, Gubernur Sumatera Selatan, Rais Aam Syuriah PBNU, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, anggota DPRD Sumatera Selatan, jajaran Pengurus PBNU, dan jajaran Forkopimda Sumatera Selatan. (ika/c2/nur)

 

Dalam acara yang juga menyongsong usia satu abad NU dan mengambil tajuk “Merawat Jagat, Membangun Peradaban: Lestarinya Alam, Sejahteranya Petani” itu KH Yahya Cholil Staquf selaku Ketua Umum Pengurus Besar NU menyampaikan bahwa NU didirikan oleh para waliyullah dan lahirnya NU merupakan berkah puncak dari jaringan para aulia yang telah berkembang dalam beberapa generasi di seantero Nusantara.

“Di antara mereka adalah para Wali Songo, termasuk para wali atau yang kita punya husnuzan kuat termasuk dari aulia kita mengenal Ki Ageng Gribig atau Raden Wasibagno Timur yang makamnya saat ini ada di Jatinom, Klaten. Dan saat ini ada salah seorang keturunan Ki Ageng Gribig yang hadir, yakni Pak Airlangga Hartarto,” ungkap KH Yahya.

Terkait dengan dipilihnya Kota Palembang sebagai Pusat Harlah NU Ke-99 Wilayah Barat Indonesia, KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa Palembang adalah Sriwijaya yang merupakan peradaban besar berskala Nusantara, yang tercatat paling tua dalam sejarah. “Kita butuh untuk menengok kembali, belajar kembali, menghayati kembali pengalaman Sriwijaya pada saat kita membulatkan tekad untuk berjuang mewujudkan masa depan peradaban yang lebih mulia,” tegas KH Yahya.

Turut hadir pada acara tersebut yakni Menteri Perindustrian, Anggota DPR RI, Gubernur Sumatera Selatan, Rais Aam Syuriah PBNU, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, anggota DPRD Sumatera Selatan, jajaran Pengurus PBNU, dan jajaran Forkopimda Sumatera Selatan. (ika/c2/nur)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/