alexametrics
29.3 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Peran Krusial Bank di Sektor Pendidikan

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Peran perbankan sangat besar dalam mendorong perekonomian suatu bangsa. Pasalnya, selain melakukan penghimpunan dana dan menyalurkan kepada masyarakat, fungsi perbankan juga bisa mendukung kelancaran Pendidikan di Tanah Air.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Nizam menyampaikan pendidikan merupakan satu investasi yang return-nya jangka panjang dan dampaknya sangat besar terhadap kemajuan dan daya saing bangsa.

Hal ini pula menyebabkan pendidikan tinggi yang berkualitas memerlukan biaya yang tidak murah. Selain pembangunan sarana dan prasarana juga SDM untuk memberikan pendidikan yang bermutu membutuhkan investasi dan pembiayaan yang besar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, pendidikan termasuk sektor nonprofit sehingga kehadiran Lembaga keuangan, terutama perbankan, untuk menopang investasi dan pembiayaan di sektor ini sangat krusial.

“Kehadiran sistem keuangan yang bisa memberikan akses pendanaan pendidikan dengan return jangka panjang sangat dibutuhkan. Baik dalam pembiayaan investasi maupun pembiayaan penyelenggaraan pendidikan,” papar Nizam.

Dia pun tak menampik bahwa saat ini tidak banyak perbankan yang benar-benar turun mendorong sektor pendidikan dengan memberikan solusi keuangan secara langsung di perguruan tinggi.

Kendati demikian, dia mengapresiasi salah satu bank yang sejak lama menyasar sektor pendidikan dengan sangat serius dan agresif mendirikan kantor cabang di kampus-kampus saat ini baru PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

“BNI adalah mitra terbaik yang mengembangkan Ekosistem Finansial Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi,” sebutnya.

*BNI Campus Financial Ecosystem*

Hal tersebut membuat BNI dinilai sebagai satu-satunya bank yang mendapat julukan Bank Kampus di Indonesia. Hal ini dilakukan BNI dalam upaya mendorong ekspansi program Campus Financial Ecosystem.

Per akhir 2021, dana pihak ketiga (DPK) yang terhimpun dari universitas serta lembaga pendidikan mencapai Rp 12,01 triliun yang mayoritas berasal dari CASA. Dana tersebut ini terus meningkat seiring dengan ekspansi program-program BNI mengakuisisi beberapa kampus di Jawa dan Bali untuk masuk dalam program Campus Financial Ecosystem.

Adapun, Campus Financial Ecosystem merupakan program yang akan BNI fokuskan dalam memberikan solusi keuangan lengkap berbasis digital kepada nasabah lembaga universitas dan para civitas akademis kampus.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Peran perbankan sangat besar dalam mendorong perekonomian suatu bangsa. Pasalnya, selain melakukan penghimpunan dana dan menyalurkan kepada masyarakat, fungsi perbankan juga bisa mendukung kelancaran Pendidikan di Tanah Air.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Nizam menyampaikan pendidikan merupakan satu investasi yang return-nya jangka panjang dan dampaknya sangat besar terhadap kemajuan dan daya saing bangsa.

Hal ini pula menyebabkan pendidikan tinggi yang berkualitas memerlukan biaya yang tidak murah. Selain pembangunan sarana dan prasarana juga SDM untuk memberikan pendidikan yang bermutu membutuhkan investasi dan pembiayaan yang besar.

Menurutnya, pendidikan termasuk sektor nonprofit sehingga kehadiran Lembaga keuangan, terutama perbankan, untuk menopang investasi dan pembiayaan di sektor ini sangat krusial.

“Kehadiran sistem keuangan yang bisa memberikan akses pendanaan pendidikan dengan return jangka panjang sangat dibutuhkan. Baik dalam pembiayaan investasi maupun pembiayaan penyelenggaraan pendidikan,” papar Nizam.

Dia pun tak menampik bahwa saat ini tidak banyak perbankan yang benar-benar turun mendorong sektor pendidikan dengan memberikan solusi keuangan secara langsung di perguruan tinggi.

Kendati demikian, dia mengapresiasi salah satu bank yang sejak lama menyasar sektor pendidikan dengan sangat serius dan agresif mendirikan kantor cabang di kampus-kampus saat ini baru PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

“BNI adalah mitra terbaik yang mengembangkan Ekosistem Finansial Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi,” sebutnya.

*BNI Campus Financial Ecosystem*

Hal tersebut membuat BNI dinilai sebagai satu-satunya bank yang mendapat julukan Bank Kampus di Indonesia. Hal ini dilakukan BNI dalam upaya mendorong ekspansi program Campus Financial Ecosystem.

Per akhir 2021, dana pihak ketiga (DPK) yang terhimpun dari universitas serta lembaga pendidikan mencapai Rp 12,01 triliun yang mayoritas berasal dari CASA. Dana tersebut ini terus meningkat seiring dengan ekspansi program-program BNI mengakuisisi beberapa kampus di Jawa dan Bali untuk masuk dalam program Campus Financial Ecosystem.

Adapun, Campus Financial Ecosystem merupakan program yang akan BNI fokuskan dalam memberikan solusi keuangan lengkap berbasis digital kepada nasabah lembaga universitas dan para civitas akademis kampus.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Peran perbankan sangat besar dalam mendorong perekonomian suatu bangsa. Pasalnya, selain melakukan penghimpunan dana dan menyalurkan kepada masyarakat, fungsi perbankan juga bisa mendukung kelancaran Pendidikan di Tanah Air.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Nizam menyampaikan pendidikan merupakan satu investasi yang return-nya jangka panjang dan dampaknya sangat besar terhadap kemajuan dan daya saing bangsa.

Hal ini pula menyebabkan pendidikan tinggi yang berkualitas memerlukan biaya yang tidak murah. Selain pembangunan sarana dan prasarana juga SDM untuk memberikan pendidikan yang bermutu membutuhkan investasi dan pembiayaan yang besar.

Menurutnya, pendidikan termasuk sektor nonprofit sehingga kehadiran Lembaga keuangan, terutama perbankan, untuk menopang investasi dan pembiayaan di sektor ini sangat krusial.

“Kehadiran sistem keuangan yang bisa memberikan akses pendanaan pendidikan dengan return jangka panjang sangat dibutuhkan. Baik dalam pembiayaan investasi maupun pembiayaan penyelenggaraan pendidikan,” papar Nizam.

Dia pun tak menampik bahwa saat ini tidak banyak perbankan yang benar-benar turun mendorong sektor pendidikan dengan memberikan solusi keuangan secara langsung di perguruan tinggi.

Kendati demikian, dia mengapresiasi salah satu bank yang sejak lama menyasar sektor pendidikan dengan sangat serius dan agresif mendirikan kantor cabang di kampus-kampus saat ini baru PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

“BNI adalah mitra terbaik yang mengembangkan Ekosistem Finansial Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi,” sebutnya.

*BNI Campus Financial Ecosystem*

Hal tersebut membuat BNI dinilai sebagai satu-satunya bank yang mendapat julukan Bank Kampus di Indonesia. Hal ini dilakukan BNI dalam upaya mendorong ekspansi program Campus Financial Ecosystem.

Per akhir 2021, dana pihak ketiga (DPK) yang terhimpun dari universitas serta lembaga pendidikan mencapai Rp 12,01 triliun yang mayoritas berasal dari CASA. Dana tersebut ini terus meningkat seiring dengan ekspansi program-program BNI mengakuisisi beberapa kampus di Jawa dan Bali untuk masuk dalam program Campus Financial Ecosystem.

Adapun, Campus Financial Ecosystem merupakan program yang akan BNI fokuskan dalam memberikan solusi keuangan lengkap berbasis digital kepada nasabah lembaga universitas dan para civitas akademis kampus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/