alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Mampu Servis Spooring dan Balancing Kendaraan

Bengkel Mobil Teaching Factory SMKN 8 Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

Selain itu, biayanya pun terjangkau. Untuk biaya spooring-balancing adalah Rp 175 ribu. Padahal biasanya spooring-balancing tersebut dikenakan biaya sebesar Rp 300 ribuan.

Walau berada di sekolah, Edi menegaskan bahwa teknisinya adalah guru, perwakilan siswa, dan tenaga ahli dari luar. Dia menjelaskan arti dari Tefa adalah pembelajaran yang membawa suasana industri ke sekolah, sehingga sekolah bisa menghasilkan produk berkualitas industri. Karena itu, bengkel mobil di SMKN 8 Jember tersebut memiliki standar yang sama dengan bengkel mobil profesional.

Edi menambahkan, kehadiran servis mobil di Tefa SMKN 8 Jember tersebut mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi terhadap pendidikan vokasi. Menurutnya, siswa SMK ini perlu praktik agar mendapatkan lulusan yang terampil.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jika tidak ada yang servis, maka praktik siswa terhadap mobil kurang bervariasi. Walau dalam praktik servis mobil warga, siswa hanya melihat ataupun sekadar membantu mengambil peralatan. Lama-kelamaan siswa akan memahami dunia kerja seutuhnya dan memahami keterampilannya,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Selain itu, biayanya pun terjangkau. Untuk biaya spooring-balancing adalah Rp 175 ribu. Padahal biasanya spooring-balancing tersebut dikenakan biaya sebesar Rp 300 ribuan.

Walau berada di sekolah, Edi menegaskan bahwa teknisinya adalah guru, perwakilan siswa, dan tenaga ahli dari luar. Dia menjelaskan arti dari Tefa adalah pembelajaran yang membawa suasana industri ke sekolah, sehingga sekolah bisa menghasilkan produk berkualitas industri. Karena itu, bengkel mobil di SMKN 8 Jember tersebut memiliki standar yang sama dengan bengkel mobil profesional.

Edi menambahkan, kehadiran servis mobil di Tefa SMKN 8 Jember tersebut mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi terhadap pendidikan vokasi. Menurutnya, siswa SMK ini perlu praktik agar mendapatkan lulusan yang terampil.

“Jika tidak ada yang servis, maka praktik siswa terhadap mobil kurang bervariasi. Walau dalam praktik servis mobil warga, siswa hanya melihat ataupun sekadar membantu mengambil peralatan. Lama-kelamaan siswa akan memahami dunia kerja seutuhnya dan memahami keterampilannya,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Selain itu, biayanya pun terjangkau. Untuk biaya spooring-balancing adalah Rp 175 ribu. Padahal biasanya spooring-balancing tersebut dikenakan biaya sebesar Rp 300 ribuan.

Walau berada di sekolah, Edi menegaskan bahwa teknisinya adalah guru, perwakilan siswa, dan tenaga ahli dari luar. Dia menjelaskan arti dari Tefa adalah pembelajaran yang membawa suasana industri ke sekolah, sehingga sekolah bisa menghasilkan produk berkualitas industri. Karena itu, bengkel mobil di SMKN 8 Jember tersebut memiliki standar yang sama dengan bengkel mobil profesional.

Edi menambahkan, kehadiran servis mobil di Tefa SMKN 8 Jember tersebut mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi terhadap pendidikan vokasi. Menurutnya, siswa SMK ini perlu praktik agar mendapatkan lulusan yang terampil.

“Jika tidak ada yang servis, maka praktik siswa terhadap mobil kurang bervariasi. Walau dalam praktik servis mobil warga, siswa hanya melihat ataupun sekadar membantu mengambil peralatan. Lama-kelamaan siswa akan memahami dunia kerja seutuhnya dan memahami keterampilannya,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/