alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Petrokimia Gresik Kirim Ratusan Paket Sembako untuk Korban Erupsi Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Indra Wibowo menyampaikan terima kasih kepada Petrokimia Gresik dan BUMN Wilayah Jawa Timur atas bantuan yang cepat disampaikan. Bantuan ini sangat dibutuhkan para korban yang saat ini banyak di pengungsian.

“Bantuan ini meringankan beban para korban. Di tengah bencana mereka mendapat kepedulian dari Petrokimia Gresik dan BUMN lain di Jawa Timur. Saat ini kebutuhan mendesak para korban diantaranya sembako dan matras,” ujarnya.

Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12) pukul 15.00 WIB. Gunung api yang terletak di kabupaten Malang dan Lumajang itu mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh serta asap pekat berwarna abu-abu. Jarak luncur awan panas guguran itu mencapai belasan kilometer.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dampak erupsi Gunung Semeru dirasakan di delapan desa dari dua kecamatan di Lumajang, yaitu Desa Sumber Wuluh, Sumber Mujur, Penanggal, Candipuro dan Sumberrejo, Kecamatan Candipuro. Sedangkan pada Kecamatan Pronojiwo ada tiga yaitu Desa Supiturang, Sumber Urip, dan Oro-Oro Ombo.

Erupsi Gunung Semeru kali ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tapi juga kerusakan materi dimana sejumlah rumah tertimbun hingga atap. Aliran awan panas juga menyebabkan Jembatan atau Gladak Perak di Kecamatan Candipuro putus yang merupakan akses utama Malang-Lumajang jalur Selatan. Selain itu, banyak warga mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Minggu pagi mencatat ada 41 warga menjadi korban erupsi. Mereka mengalami luka bakar akibat guguran awan panas Gunung Semeru. Selain itu sebanyak 14 orang meninggal dunia, jumlah ini kemungkinan bakal bertambah, karena petugas dan relawan terus melakukan evakuasi. “Semoga tidak ada letusan susulan, sehingga upaya pemulihan dapat berjalan cepat,” tutup Yusuf. (kl/son/fid)

 

- Advertisement -

Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Indra Wibowo menyampaikan terima kasih kepada Petrokimia Gresik dan BUMN Wilayah Jawa Timur atas bantuan yang cepat disampaikan. Bantuan ini sangat dibutuhkan para korban yang saat ini banyak di pengungsian.

“Bantuan ini meringankan beban para korban. Di tengah bencana mereka mendapat kepedulian dari Petrokimia Gresik dan BUMN lain di Jawa Timur. Saat ini kebutuhan mendesak para korban diantaranya sembako dan matras,” ujarnya.

Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12) pukul 15.00 WIB. Gunung api yang terletak di kabupaten Malang dan Lumajang itu mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh serta asap pekat berwarna abu-abu. Jarak luncur awan panas guguran itu mencapai belasan kilometer.

Dampak erupsi Gunung Semeru dirasakan di delapan desa dari dua kecamatan di Lumajang, yaitu Desa Sumber Wuluh, Sumber Mujur, Penanggal, Candipuro dan Sumberrejo, Kecamatan Candipuro. Sedangkan pada Kecamatan Pronojiwo ada tiga yaitu Desa Supiturang, Sumber Urip, dan Oro-Oro Ombo.

Erupsi Gunung Semeru kali ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tapi juga kerusakan materi dimana sejumlah rumah tertimbun hingga atap. Aliran awan panas juga menyebabkan Jembatan atau Gladak Perak di Kecamatan Candipuro putus yang merupakan akses utama Malang-Lumajang jalur Selatan. Selain itu, banyak warga mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Minggu pagi mencatat ada 41 warga menjadi korban erupsi. Mereka mengalami luka bakar akibat guguran awan panas Gunung Semeru. Selain itu sebanyak 14 orang meninggal dunia, jumlah ini kemungkinan bakal bertambah, karena petugas dan relawan terus melakukan evakuasi. “Semoga tidak ada letusan susulan, sehingga upaya pemulihan dapat berjalan cepat,” tutup Yusuf. (kl/son/fid)

 

Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Indra Wibowo menyampaikan terima kasih kepada Petrokimia Gresik dan BUMN Wilayah Jawa Timur atas bantuan yang cepat disampaikan. Bantuan ini sangat dibutuhkan para korban yang saat ini banyak di pengungsian.

“Bantuan ini meringankan beban para korban. Di tengah bencana mereka mendapat kepedulian dari Petrokimia Gresik dan BUMN lain di Jawa Timur. Saat ini kebutuhan mendesak para korban diantaranya sembako dan matras,” ujarnya.

Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12) pukul 15.00 WIB. Gunung api yang terletak di kabupaten Malang dan Lumajang itu mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh serta asap pekat berwarna abu-abu. Jarak luncur awan panas guguran itu mencapai belasan kilometer.

Dampak erupsi Gunung Semeru dirasakan di delapan desa dari dua kecamatan di Lumajang, yaitu Desa Sumber Wuluh, Sumber Mujur, Penanggal, Candipuro dan Sumberrejo, Kecamatan Candipuro. Sedangkan pada Kecamatan Pronojiwo ada tiga yaitu Desa Supiturang, Sumber Urip, dan Oro-Oro Ombo.

Erupsi Gunung Semeru kali ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tapi juga kerusakan materi dimana sejumlah rumah tertimbun hingga atap. Aliran awan panas juga menyebabkan Jembatan atau Gladak Perak di Kecamatan Candipuro putus yang merupakan akses utama Malang-Lumajang jalur Selatan. Selain itu, banyak warga mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Minggu pagi mencatat ada 41 warga menjadi korban erupsi. Mereka mengalami luka bakar akibat guguran awan panas Gunung Semeru. Selain itu sebanyak 14 orang meninggal dunia, jumlah ini kemungkinan bakal bertambah, karena petugas dan relawan terus melakukan evakuasi. “Semoga tidak ada letusan susulan, sehingga upaya pemulihan dapat berjalan cepat,” tutup Yusuf. (kl/son/fid)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/