alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Sukses Buat Film “Mulai Nyasar”

Karya Mahasiswa KKN-T Jember 2 Unesa

Mobile_AP_Rectangle 1

SIDOMULYO, Radar Jember – Usai sudah penggarapan film perdana mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Jember 2 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Desa Sidomulyo, Jember. Short movie atau film pendek berjudul Mulai Nyasar sukses diproduksi hingga rilis, tepat sebelum masa KKN berakhir.

BACA JUGA : Belum Temukan Calon Direksi yang Pas

Proses pembuatan film tersebut terhitung tidak sampai memakan waktu satu bulan. Praproduksi dilakukan mulai 25 Mei dengan mencari aktor sampai audisi. Dilanjutkan tahap produksi atau syuting dalam waktu cukup singkat, 1 sampai 4 Juni. Terakhir, masa editing selama dua minggu dan resmi tayang pada 30 Juni.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua KKN, Rama Febryanta Arjana, mengatakan, konsep film pendek Mulai Nyasar terinspirasi dari Kepala Desa Sidomulyo dan sejarah kebangkitan ekonomi desa yang terbangun mulai tahun 90-an. Bagaimana perjuangan rakyat Sidomulyo melakukan perlawanan kepada Perhutani untuk merebut hutan rakyat yang menjadi wewenang warga sekitar. “Kami mengambil cerita dari sisi dampak setelah perlawanan tersebut,” terangnya.

Dia mengaku mendapatkan banyak bantuan dari pihak desa. Mulai dari koordinasi dengan tim media center desa untuk mencari talent terbaik sampai perilisan film yang mendapatkan antusiasme tinggi dari warga. Sebanyak 10 aktor yang bermain dalam film merupakan warga Desa Sidomulyo yang telah menjalani casting. Termasuk Kades Sidomulyo Kamiludin yang ikut bermain dalam film.

- Advertisement -

SIDOMULYO, Radar Jember – Usai sudah penggarapan film perdana mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Jember 2 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Desa Sidomulyo, Jember. Short movie atau film pendek berjudul Mulai Nyasar sukses diproduksi hingga rilis, tepat sebelum masa KKN berakhir.

BACA JUGA : Belum Temukan Calon Direksi yang Pas

Proses pembuatan film tersebut terhitung tidak sampai memakan waktu satu bulan. Praproduksi dilakukan mulai 25 Mei dengan mencari aktor sampai audisi. Dilanjutkan tahap produksi atau syuting dalam waktu cukup singkat, 1 sampai 4 Juni. Terakhir, masa editing selama dua minggu dan resmi tayang pada 30 Juni.

Ketua KKN, Rama Febryanta Arjana, mengatakan, konsep film pendek Mulai Nyasar terinspirasi dari Kepala Desa Sidomulyo dan sejarah kebangkitan ekonomi desa yang terbangun mulai tahun 90-an. Bagaimana perjuangan rakyat Sidomulyo melakukan perlawanan kepada Perhutani untuk merebut hutan rakyat yang menjadi wewenang warga sekitar. “Kami mengambil cerita dari sisi dampak setelah perlawanan tersebut,” terangnya.

Dia mengaku mendapatkan banyak bantuan dari pihak desa. Mulai dari koordinasi dengan tim media center desa untuk mencari talent terbaik sampai perilisan film yang mendapatkan antusiasme tinggi dari warga. Sebanyak 10 aktor yang bermain dalam film merupakan warga Desa Sidomulyo yang telah menjalani casting. Termasuk Kades Sidomulyo Kamiludin yang ikut bermain dalam film.

SIDOMULYO, Radar Jember – Usai sudah penggarapan film perdana mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Jember 2 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Desa Sidomulyo, Jember. Short movie atau film pendek berjudul Mulai Nyasar sukses diproduksi hingga rilis, tepat sebelum masa KKN berakhir.

BACA JUGA : Belum Temukan Calon Direksi yang Pas

Proses pembuatan film tersebut terhitung tidak sampai memakan waktu satu bulan. Praproduksi dilakukan mulai 25 Mei dengan mencari aktor sampai audisi. Dilanjutkan tahap produksi atau syuting dalam waktu cukup singkat, 1 sampai 4 Juni. Terakhir, masa editing selama dua minggu dan resmi tayang pada 30 Juni.

Ketua KKN, Rama Febryanta Arjana, mengatakan, konsep film pendek Mulai Nyasar terinspirasi dari Kepala Desa Sidomulyo dan sejarah kebangkitan ekonomi desa yang terbangun mulai tahun 90-an. Bagaimana perjuangan rakyat Sidomulyo melakukan perlawanan kepada Perhutani untuk merebut hutan rakyat yang menjadi wewenang warga sekitar. “Kami mengambil cerita dari sisi dampak setelah perlawanan tersebut,” terangnya.

Dia mengaku mendapatkan banyak bantuan dari pihak desa. Mulai dari koordinasi dengan tim media center desa untuk mencari talent terbaik sampai perilisan film yang mendapatkan antusiasme tinggi dari warga. Sebanyak 10 aktor yang bermain dalam film merupakan warga Desa Sidomulyo yang telah menjalani casting. Termasuk Kades Sidomulyo Kamiludin yang ikut bermain dalam film.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/