alexametrics
23.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Menko Airlangga Hartanto: Program Kartu Prakerja Berperan dalam Up-skilling SDM

Ciptakan Lapangan Kerja Baru Guna Pulihkan Ekonomi Nasional

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan nasional mencapai 3,9 persen dan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen pada tahun 2024. Hal ini menjadi penting untuk terus didorong karena kewirausahaan berperan menciptakan lapangan pekerjaan. Dan secara otomatis dapat membantu pemulihan ekonomi nasional. Upaya peningkatan jumlah wirausaha ini juga diiringi oleh program Kartu Prakerja yang merupakan inisiasi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Saya bangga hari ini dapat bertemu lagi secara langsung dengan para pejuang yang tangguh. Negara ini tentunya membutuhkan masyarakat yang mampu dan terus semangat beradaptasi dengan keadaan,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam talk show yang bertajuk Antara Tren, Produk, dan Konsumen di Bandung dan dihadiri oleh alumni Kartu Prakerja, Jumat (4/6).

Airlangga juga mengucapkan terima kasih kepada alumni Kartu Prakerja yang telah menerapkan ilmunya untuk berwirausaha. Sehingga menurutnya, dapat membantu pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan di masa pandemi seperti sekarang ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Data hasil survei independen menyebutkan, setelah mengikuti program Kartu Prakerja, terjadi peningkatan sebesar 13 persen dalam jumlah kelompok wirausaha. Naiknya jumlah wirausahawan saat ini telah sesuai dengan sasaran program Kartu Prakerja. Semakin banyak jumlah wirausahawan dan jumlah usaha yang berkembang, maka akan terjadi penyerapan tenaga kerja.

Airlangga juga mengucapkan terima kasih kepada para alumni program Kartu Prakerja yang telah memanfaatkan program pemerintah untuk skilling, up-skilling, dan reskilling. Secara umum, hasil survei tersebut juga merilis data animo masyarakat yang sangat tinggi terhadap program Kartu Prakerja. Tingginya minat itu diikuti juga dengan kepuasan terhadap pelayanan dan manfaat Kartu Prakerja.

Hasil survei persepsi penerima program Kartu Prakerja juga menyatakan, di samping memiliki tambahan keterampilan, program tersebut juga berfungsi sebagai jaring pengamanan sosial di tengah pandemi dan menurunkan tingkat pengangguran.

Airlangga mengatakan, kunci kesuksesan program Kartu Prakerja bukan hanya pada penyelenggara atau seberapa besar dana yang digelontorkan oleh pemerintah. Namun, juga pada perubahan positif. Khususnya dari segi skill yang dimiliki oleh para penerima Kartu Prakerja.

Dia pun berharap, kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah dapat maksimal memberikan dampak baik kepada masyarakat. Alumni program Kartu Prakerja juga berkesempatan mendapatkan manfaat kredit usaha rakyat (KUR) yang saat ini diupayakan pemerintah dengan maksimal hingga bunganya hanya 3 persen. “Manfaatkan kesempatan ini. Kembangkan bisnis hingga memiliki dampak maksimal pada roda perekonomian nasional,” tutur Airlangga.

Sebagai motor penggerak pembiayaan yang utama untuk UMKM, plafon KUR tahun 2021 ditingkatkan dari Rp 253 triliun menjadi Rp 285 triliun. Peningkatan plafon KUR merupakan respons atas antusiasme yang tinggi dari para pelaku usaha UMKM akan kehadiran KUR dengan suku bunga rendah.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir mengatakan, sejauh ini pemerintah telah menyiapkan berbagai jenis KUR. Antara lain KUR Super Mikro, KUR Mikro, KUR Kecil, KUR Khusus, dan KUR TKI. Penyaluran KUR selama tahun 2021 terbagi atas KUR Super Mikro (4,71 persen), KUR Mikro (61,60 persen), KUR Kecil (33,67 persen), dan KUR Penempatan TKI (0,03 persen).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan nasional mencapai 3,9 persen dan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen pada tahun 2024. Hal ini menjadi penting untuk terus didorong karena kewirausahaan berperan menciptakan lapangan pekerjaan. Dan secara otomatis dapat membantu pemulihan ekonomi nasional. Upaya peningkatan jumlah wirausaha ini juga diiringi oleh program Kartu Prakerja yang merupakan inisiasi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Saya bangga hari ini dapat bertemu lagi secara langsung dengan para pejuang yang tangguh. Negara ini tentunya membutuhkan masyarakat yang mampu dan terus semangat beradaptasi dengan keadaan,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam talk show yang bertajuk Antara Tren, Produk, dan Konsumen di Bandung dan dihadiri oleh alumni Kartu Prakerja, Jumat (4/6).

Airlangga juga mengucapkan terima kasih kepada alumni Kartu Prakerja yang telah menerapkan ilmunya untuk berwirausaha. Sehingga menurutnya, dapat membantu pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan di masa pandemi seperti sekarang ini.

Data hasil survei independen menyebutkan, setelah mengikuti program Kartu Prakerja, terjadi peningkatan sebesar 13 persen dalam jumlah kelompok wirausaha. Naiknya jumlah wirausahawan saat ini telah sesuai dengan sasaran program Kartu Prakerja. Semakin banyak jumlah wirausahawan dan jumlah usaha yang berkembang, maka akan terjadi penyerapan tenaga kerja.

Airlangga juga mengucapkan terima kasih kepada para alumni program Kartu Prakerja yang telah memanfaatkan program pemerintah untuk skilling, up-skilling, dan reskilling. Secara umum, hasil survei tersebut juga merilis data animo masyarakat yang sangat tinggi terhadap program Kartu Prakerja. Tingginya minat itu diikuti juga dengan kepuasan terhadap pelayanan dan manfaat Kartu Prakerja.

Hasil survei persepsi penerima program Kartu Prakerja juga menyatakan, di samping memiliki tambahan keterampilan, program tersebut juga berfungsi sebagai jaring pengamanan sosial di tengah pandemi dan menurunkan tingkat pengangguran.

Airlangga mengatakan, kunci kesuksesan program Kartu Prakerja bukan hanya pada penyelenggara atau seberapa besar dana yang digelontorkan oleh pemerintah. Namun, juga pada perubahan positif. Khususnya dari segi skill yang dimiliki oleh para penerima Kartu Prakerja.

Dia pun berharap, kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah dapat maksimal memberikan dampak baik kepada masyarakat. Alumni program Kartu Prakerja juga berkesempatan mendapatkan manfaat kredit usaha rakyat (KUR) yang saat ini diupayakan pemerintah dengan maksimal hingga bunganya hanya 3 persen. “Manfaatkan kesempatan ini. Kembangkan bisnis hingga memiliki dampak maksimal pada roda perekonomian nasional,” tutur Airlangga.

Sebagai motor penggerak pembiayaan yang utama untuk UMKM, plafon KUR tahun 2021 ditingkatkan dari Rp 253 triliun menjadi Rp 285 triliun. Peningkatan plafon KUR merupakan respons atas antusiasme yang tinggi dari para pelaku usaha UMKM akan kehadiran KUR dengan suku bunga rendah.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir mengatakan, sejauh ini pemerintah telah menyiapkan berbagai jenis KUR. Antara lain KUR Super Mikro, KUR Mikro, KUR Kecil, KUR Khusus, dan KUR TKI. Penyaluran KUR selama tahun 2021 terbagi atas KUR Super Mikro (4,71 persen), KUR Mikro (61,60 persen), KUR Kecil (33,67 persen), dan KUR Penempatan TKI (0,03 persen).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan nasional mencapai 3,9 persen dan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen pada tahun 2024. Hal ini menjadi penting untuk terus didorong karena kewirausahaan berperan menciptakan lapangan pekerjaan. Dan secara otomatis dapat membantu pemulihan ekonomi nasional. Upaya peningkatan jumlah wirausaha ini juga diiringi oleh program Kartu Prakerja yang merupakan inisiasi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Saya bangga hari ini dapat bertemu lagi secara langsung dengan para pejuang yang tangguh. Negara ini tentunya membutuhkan masyarakat yang mampu dan terus semangat beradaptasi dengan keadaan,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam talk show yang bertajuk Antara Tren, Produk, dan Konsumen di Bandung dan dihadiri oleh alumni Kartu Prakerja, Jumat (4/6).

Airlangga juga mengucapkan terima kasih kepada alumni Kartu Prakerja yang telah menerapkan ilmunya untuk berwirausaha. Sehingga menurutnya, dapat membantu pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan di masa pandemi seperti sekarang ini.

Data hasil survei independen menyebutkan, setelah mengikuti program Kartu Prakerja, terjadi peningkatan sebesar 13 persen dalam jumlah kelompok wirausaha. Naiknya jumlah wirausahawan saat ini telah sesuai dengan sasaran program Kartu Prakerja. Semakin banyak jumlah wirausahawan dan jumlah usaha yang berkembang, maka akan terjadi penyerapan tenaga kerja.

Airlangga juga mengucapkan terima kasih kepada para alumni program Kartu Prakerja yang telah memanfaatkan program pemerintah untuk skilling, up-skilling, dan reskilling. Secara umum, hasil survei tersebut juga merilis data animo masyarakat yang sangat tinggi terhadap program Kartu Prakerja. Tingginya minat itu diikuti juga dengan kepuasan terhadap pelayanan dan manfaat Kartu Prakerja.

Hasil survei persepsi penerima program Kartu Prakerja juga menyatakan, di samping memiliki tambahan keterampilan, program tersebut juga berfungsi sebagai jaring pengamanan sosial di tengah pandemi dan menurunkan tingkat pengangguran.

Airlangga mengatakan, kunci kesuksesan program Kartu Prakerja bukan hanya pada penyelenggara atau seberapa besar dana yang digelontorkan oleh pemerintah. Namun, juga pada perubahan positif. Khususnya dari segi skill yang dimiliki oleh para penerima Kartu Prakerja.

Dia pun berharap, kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah dapat maksimal memberikan dampak baik kepada masyarakat. Alumni program Kartu Prakerja juga berkesempatan mendapatkan manfaat kredit usaha rakyat (KUR) yang saat ini diupayakan pemerintah dengan maksimal hingga bunganya hanya 3 persen. “Manfaatkan kesempatan ini. Kembangkan bisnis hingga memiliki dampak maksimal pada roda perekonomian nasional,” tutur Airlangga.

Sebagai motor penggerak pembiayaan yang utama untuk UMKM, plafon KUR tahun 2021 ditingkatkan dari Rp 253 triliun menjadi Rp 285 triliun. Peningkatan plafon KUR merupakan respons atas antusiasme yang tinggi dari para pelaku usaha UMKM akan kehadiran KUR dengan suku bunga rendah.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir mengatakan, sejauh ini pemerintah telah menyiapkan berbagai jenis KUR. Antara lain KUR Super Mikro, KUR Mikro, KUR Kecil, KUR Khusus, dan KUR TKI. Penyaluran KUR selama tahun 2021 terbagi atas KUR Super Mikro (4,71 persen), KUR Mikro (61,60 persen), KUR Kecil (33,67 persen), dan KUR Penempatan TKI (0,03 persen).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/