alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Dari Limbah, Temukan Etanol 81 Persen hingga Juarai LKTI Nasional

Tiga siswa MA Unggulan Nuris Jember ini tidak hanya kreatif, tapi mereka juga berprestasi. Penelitiannya tentang limbah daun nanas dan batang pisang sukses mengantarkan ketiganya menjuarai event Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional di UISI Gresik, Februari lalu.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siswa MA Unggulan Nuris Jember lagi-lagi menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini ada nama Shilatul Alivil Aimmah, M Ramadhani Rahman, dan M Azhar Zanky Dhausan. Ketiga siswa kelas X itu sukses menyabet juara 2 nasional dalam event Developing Ideas to Strengthen the State Stability after The Corona Pandemic yang diselenggarakan Prodi Teknik Kimia Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Gresik.

Dalam lomba tersebut, ketiga siswa berprestasi ini mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tentang energi terbarukan. Karya mereka meneliti limbah batang pisang dan daun nanas yang ternyata memunculkan kadar etanol hingga 81 persen.

M Ramadhani Rahman, ketua tim karya itu, menjelaskan, latar belakang dipilihnya limbah batang pisang dan daun nanas karena selama ini banyak ditemui berserakan hampir merata pada tiap penjuru kecamatan di Jember. “Itu salah satu motivasi kami melakukan penelitian ini,” kata Rahman.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia juga menjelaskan, dalam penelitiannya, limbah batang pisang dan daun nanas itu mulanya dipotong-potong untuk dihaluskan. Lalu, keduanya dicampurkan dengan takaran sama, 50:50 untuk difermentasi. Setelah itu, dilakukan proses pemecahan molekul (hidrolisis) dan diakhiri dengan proses pemecahan etanol dari beberapa molekul (destilasi). “Dari tiap 100 gram campuran limbah itu, terdapat 27,8 mililiter etanol,” tambah Zanky, anggota tim.

Tak sampai di situ, setelah etanol didapatkan, mereka menguji kadar kandungan etanol yang ternyata mencapai 81 persen. Bahkan saat dibakar, etanol itu menghasilkan blue fire atau api biru. “Jadi, sangat ramah lingkungan. Ini juga menjadi alternatif bahan bakar fosil yang sering kita pakai,” imbuhnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (4/6).

Mereka memaparkan, kadar etanol itu masih diakuinya kurang standar. Sebab, sesuai standar nasional Indonesia (SNI) adalah 92 persen. Kendati begitu, saat mempresentasikan karya itu di hadapan dewan juri, mereka juga mendapat apresiasi tinggi, aplaus, sekaligus penghargaan sebagai juara 2 lomba LKTI tingkat nasional. “Harapannya, ini bisa ada penelitian lanjut. Sekaligus juga diketahui oleh pemerintah bahwa sumber daya alam kita itu melimpah. Dan bisa dimanfaatkan dalam berbagai hal,” tukas Shilatul Alivil, anggota tim.

Koordinator ekskul bidang sains Nuris Jember, Najibullah menambahkan, selama ini ada pendampingan khusus untuk anak-anak yang memiliki bakat dan minat. Baik di bidang akademik maupun nonakademik. Termasuk bidang penelitian tersebut. “Kami membiasakan anak-anak membaca referensi. Ketika mereka terbiasa, lalu kami arahkan mereka untuk melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siswa MA Unggulan Nuris Jember lagi-lagi menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini ada nama Shilatul Alivil Aimmah, M Ramadhani Rahman, dan M Azhar Zanky Dhausan. Ketiga siswa kelas X itu sukses menyabet juara 2 nasional dalam event Developing Ideas to Strengthen the State Stability after The Corona Pandemic yang diselenggarakan Prodi Teknik Kimia Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Gresik.

Dalam lomba tersebut, ketiga siswa berprestasi ini mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tentang energi terbarukan. Karya mereka meneliti limbah batang pisang dan daun nanas yang ternyata memunculkan kadar etanol hingga 81 persen.

M Ramadhani Rahman, ketua tim karya itu, menjelaskan, latar belakang dipilihnya limbah batang pisang dan daun nanas karena selama ini banyak ditemui berserakan hampir merata pada tiap penjuru kecamatan di Jember. “Itu salah satu motivasi kami melakukan penelitian ini,” kata Rahman.

Dia juga menjelaskan, dalam penelitiannya, limbah batang pisang dan daun nanas itu mulanya dipotong-potong untuk dihaluskan. Lalu, keduanya dicampurkan dengan takaran sama, 50:50 untuk difermentasi. Setelah itu, dilakukan proses pemecahan molekul (hidrolisis) dan diakhiri dengan proses pemecahan etanol dari beberapa molekul (destilasi). “Dari tiap 100 gram campuran limbah itu, terdapat 27,8 mililiter etanol,” tambah Zanky, anggota tim.

Tak sampai di situ, setelah etanol didapatkan, mereka menguji kadar kandungan etanol yang ternyata mencapai 81 persen. Bahkan saat dibakar, etanol itu menghasilkan blue fire atau api biru. “Jadi, sangat ramah lingkungan. Ini juga menjadi alternatif bahan bakar fosil yang sering kita pakai,” imbuhnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (4/6).

Mereka memaparkan, kadar etanol itu masih diakuinya kurang standar. Sebab, sesuai standar nasional Indonesia (SNI) adalah 92 persen. Kendati begitu, saat mempresentasikan karya itu di hadapan dewan juri, mereka juga mendapat apresiasi tinggi, aplaus, sekaligus penghargaan sebagai juara 2 lomba LKTI tingkat nasional. “Harapannya, ini bisa ada penelitian lanjut. Sekaligus juga diketahui oleh pemerintah bahwa sumber daya alam kita itu melimpah. Dan bisa dimanfaatkan dalam berbagai hal,” tukas Shilatul Alivil, anggota tim.

Koordinator ekskul bidang sains Nuris Jember, Najibullah menambahkan, selama ini ada pendampingan khusus untuk anak-anak yang memiliki bakat dan minat. Baik di bidang akademik maupun nonakademik. Termasuk bidang penelitian tersebut. “Kami membiasakan anak-anak membaca referensi. Ketika mereka terbiasa, lalu kami arahkan mereka untuk melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siswa MA Unggulan Nuris Jember lagi-lagi menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini ada nama Shilatul Alivil Aimmah, M Ramadhani Rahman, dan M Azhar Zanky Dhausan. Ketiga siswa kelas X itu sukses menyabet juara 2 nasional dalam event Developing Ideas to Strengthen the State Stability after The Corona Pandemic yang diselenggarakan Prodi Teknik Kimia Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Gresik.

Dalam lomba tersebut, ketiga siswa berprestasi ini mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tentang energi terbarukan. Karya mereka meneliti limbah batang pisang dan daun nanas yang ternyata memunculkan kadar etanol hingga 81 persen.

M Ramadhani Rahman, ketua tim karya itu, menjelaskan, latar belakang dipilihnya limbah batang pisang dan daun nanas karena selama ini banyak ditemui berserakan hampir merata pada tiap penjuru kecamatan di Jember. “Itu salah satu motivasi kami melakukan penelitian ini,” kata Rahman.

Dia juga menjelaskan, dalam penelitiannya, limbah batang pisang dan daun nanas itu mulanya dipotong-potong untuk dihaluskan. Lalu, keduanya dicampurkan dengan takaran sama, 50:50 untuk difermentasi. Setelah itu, dilakukan proses pemecahan molekul (hidrolisis) dan diakhiri dengan proses pemecahan etanol dari beberapa molekul (destilasi). “Dari tiap 100 gram campuran limbah itu, terdapat 27,8 mililiter etanol,” tambah Zanky, anggota tim.

Tak sampai di situ, setelah etanol didapatkan, mereka menguji kadar kandungan etanol yang ternyata mencapai 81 persen. Bahkan saat dibakar, etanol itu menghasilkan blue fire atau api biru. “Jadi, sangat ramah lingkungan. Ini juga menjadi alternatif bahan bakar fosil yang sering kita pakai,” imbuhnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (4/6).

Mereka memaparkan, kadar etanol itu masih diakuinya kurang standar. Sebab, sesuai standar nasional Indonesia (SNI) adalah 92 persen. Kendati begitu, saat mempresentasikan karya itu di hadapan dewan juri, mereka juga mendapat apresiasi tinggi, aplaus, sekaligus penghargaan sebagai juara 2 lomba LKTI tingkat nasional. “Harapannya, ini bisa ada penelitian lanjut. Sekaligus juga diketahui oleh pemerintah bahwa sumber daya alam kita itu melimpah. Dan bisa dimanfaatkan dalam berbagai hal,” tukas Shilatul Alivil, anggota tim.

Koordinator ekskul bidang sains Nuris Jember, Najibullah menambahkan, selama ini ada pendampingan khusus untuk anak-anak yang memiliki bakat dan minat. Baik di bidang akademik maupun nonakademik. Termasuk bidang penelitian tersebut. “Kami membiasakan anak-anak membaca referensi. Ketika mereka terbiasa, lalu kami arahkan mereka untuk melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/