alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Tiga “Profesor” Nuris Ciptakan Biodetergen Alami

Hasil tidak pernah mengkhianati proses, jerih payah dan keringat akan terbayar sesuai takarannya. Begitulah prinsip tiga "profesor" muda di Pondok Pesantren Nuris. Mereka adalah Randi Juliastira, Alyaa Nur Karimah, dan Much. Nidhor Fairuza yang mampu menciptakan biodetergen ramah lingkungan.

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Randi mengatakan, kekompakan dari masing-masing pribadi mereka yang bisa membuahkan prestasi hebat seperti sekarang. Dengan usaha dan kegigihan yang tinggi, juara bukanlah suatu hal yang sulit. “Kadang kalau ada lomba, uang registrasi kami bayar sendiri,” tambahnya.

Selanjutnya, mereka juga sedang menyiapkan konsep penelitian ilmiah untuk persiapan lomba sains tingkat nasional berikutnya. “Insyaallah di bulan ini ada lomba lagi,” kata Nidhor.

Prestasi ini tentu menegaskan bahwa pelajar yang menempuh pendidikan di pondok pesantren tidak hanya pandai ilmu agama. Dengan program dan sarana yang mendukung dari lembaga, tidak tertutup kemungkinan ilmuwan sains, sosial, politik, dan lainnya juga lahir dari pondok pesantren. Intinya, selama masih ada keinginan dan usaha yang gigih, semua pasti dapat diraih.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berkaitan dengan itu, mereka juga berharap nanti bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tidak jauh dengan ilmu yang mereka geluti sekarang. “Setelah lulus, saya ingin jurusan teknik,” kata Aylaa dengan penuh semangat.

 

Jurnalis : mg4
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Nur Hariri

- Advertisement -

Sementara itu, Randi mengatakan, kekompakan dari masing-masing pribadi mereka yang bisa membuahkan prestasi hebat seperti sekarang. Dengan usaha dan kegigihan yang tinggi, juara bukanlah suatu hal yang sulit. “Kadang kalau ada lomba, uang registrasi kami bayar sendiri,” tambahnya.

Selanjutnya, mereka juga sedang menyiapkan konsep penelitian ilmiah untuk persiapan lomba sains tingkat nasional berikutnya. “Insyaallah di bulan ini ada lomba lagi,” kata Nidhor.

Prestasi ini tentu menegaskan bahwa pelajar yang menempuh pendidikan di pondok pesantren tidak hanya pandai ilmu agama. Dengan program dan sarana yang mendukung dari lembaga, tidak tertutup kemungkinan ilmuwan sains, sosial, politik, dan lainnya juga lahir dari pondok pesantren. Intinya, selama masih ada keinginan dan usaha yang gigih, semua pasti dapat diraih.

Berkaitan dengan itu, mereka juga berharap nanti bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tidak jauh dengan ilmu yang mereka geluti sekarang. “Setelah lulus, saya ingin jurusan teknik,” kata Aylaa dengan penuh semangat.

 

Jurnalis : mg4
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Nur Hariri

Sementara itu, Randi mengatakan, kekompakan dari masing-masing pribadi mereka yang bisa membuahkan prestasi hebat seperti sekarang. Dengan usaha dan kegigihan yang tinggi, juara bukanlah suatu hal yang sulit. “Kadang kalau ada lomba, uang registrasi kami bayar sendiri,” tambahnya.

Selanjutnya, mereka juga sedang menyiapkan konsep penelitian ilmiah untuk persiapan lomba sains tingkat nasional berikutnya. “Insyaallah di bulan ini ada lomba lagi,” kata Nidhor.

Prestasi ini tentu menegaskan bahwa pelajar yang menempuh pendidikan di pondok pesantren tidak hanya pandai ilmu agama. Dengan program dan sarana yang mendukung dari lembaga, tidak tertutup kemungkinan ilmuwan sains, sosial, politik, dan lainnya juga lahir dari pondok pesantren. Intinya, selama masih ada keinginan dan usaha yang gigih, semua pasti dapat diraih.

Berkaitan dengan itu, mereka juga berharap nanti bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tidak jauh dengan ilmu yang mereka geluti sekarang. “Setelah lulus, saya ingin jurusan teknik,” kata Aylaa dengan penuh semangat.

 

Jurnalis : mg4
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/