alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Tiga “Profesor” Nuris Ciptakan Biodetergen Alami

Hasil tidak pernah mengkhianati proses, jerih payah dan keringat akan terbayar sesuai takarannya. Begitulah prinsip tiga "profesor" muda di Pondok Pesantren Nuris. Mereka adalah Randi Juliastira, Alyaa Nur Karimah, dan Much. Nidhor Fairuza yang mampu menciptakan biodetergen ramah lingkungan.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Saat ini, Randi Juliastira, Alyaa Nur Karimah, dan Much. Nidhor Fairuza sedang menempuh pendidikan SMA di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas sebelas (XI). Dengan bekal itu, mereka sering menjuarai lomba karya tulis ilmiah (LKTI) kategori sains tingkat nasional. Menumbangkan lawan-lawannya dari sekolah unggulan lain.

Baca Juga : Sabyan Sepi Job, Kok Bisa ya?

Terakhir, mereka menjuarai LKTI tingkat nasional di Sulawesi, tahun kemarin. Dengan karya Biodetergen Daun Waru dan Putri Malu (Biruma), jenis biodetergen yang terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tentu tidak mudah menciptakan karya yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mereka mengaku, Biruma dibuat untuk mengurangi pencemaran lingkungan dampak dari deterjen kimia. Bahkan, dengan deterjen tersebut masyarakat jadi lebih ramah lingkungan.

Tidak berhenti di situ, setelah proses uji coba, mereka memberanikan diri untuk mempresentasikan produknya di ajang kompetisi sains tingkat nasional di Sulawesi, tahun kemarin. Alhasil, semangat dan solidaritas keilmuan yang dimiliki oleh ketiga santri Nuris tersebut mampu mengantarkan mereka menduduki peringkat ke-3 nasional.

Nidhor mengatakan, dia dan kedua rekannya memang senang mempelajari ilmu alam, apalagi kimia. Bahkan, nama dari ketiga pelajar tersebut sudah dianggap biasa menjuarai lomba-lomba sains tingkat nasional. Hal ini dibenarkan juga oleh Aylaa selaku rekan kelompoknya. “Bahkan, sebelum ada lomba kami sering penelitian ilmiah dulu,” imbuh Aylaa, santriwati asal Kalisat tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Saat ini, Randi Juliastira, Alyaa Nur Karimah, dan Much. Nidhor Fairuza sedang menempuh pendidikan SMA di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas sebelas (XI). Dengan bekal itu, mereka sering menjuarai lomba karya tulis ilmiah (LKTI) kategori sains tingkat nasional. Menumbangkan lawan-lawannya dari sekolah unggulan lain.

Baca Juga : Sabyan Sepi Job, Kok Bisa ya?

Terakhir, mereka menjuarai LKTI tingkat nasional di Sulawesi, tahun kemarin. Dengan karya Biodetergen Daun Waru dan Putri Malu (Biruma), jenis biodetergen yang terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Tentu tidak mudah menciptakan karya yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mereka mengaku, Biruma dibuat untuk mengurangi pencemaran lingkungan dampak dari deterjen kimia. Bahkan, dengan deterjen tersebut masyarakat jadi lebih ramah lingkungan.

Tidak berhenti di situ, setelah proses uji coba, mereka memberanikan diri untuk mempresentasikan produknya di ajang kompetisi sains tingkat nasional di Sulawesi, tahun kemarin. Alhasil, semangat dan solidaritas keilmuan yang dimiliki oleh ketiga santri Nuris tersebut mampu mengantarkan mereka menduduki peringkat ke-3 nasional.

Nidhor mengatakan, dia dan kedua rekannya memang senang mempelajari ilmu alam, apalagi kimia. Bahkan, nama dari ketiga pelajar tersebut sudah dianggap biasa menjuarai lomba-lomba sains tingkat nasional. Hal ini dibenarkan juga oleh Aylaa selaku rekan kelompoknya. “Bahkan, sebelum ada lomba kami sering penelitian ilmiah dulu,” imbuh Aylaa, santriwati asal Kalisat tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Saat ini, Randi Juliastira, Alyaa Nur Karimah, dan Much. Nidhor Fairuza sedang menempuh pendidikan SMA di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas sebelas (XI). Dengan bekal itu, mereka sering menjuarai lomba karya tulis ilmiah (LKTI) kategori sains tingkat nasional. Menumbangkan lawan-lawannya dari sekolah unggulan lain.

Baca Juga : Sabyan Sepi Job, Kok Bisa ya?

Terakhir, mereka menjuarai LKTI tingkat nasional di Sulawesi, tahun kemarin. Dengan karya Biodetergen Daun Waru dan Putri Malu (Biruma), jenis biodetergen yang terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Tentu tidak mudah menciptakan karya yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mereka mengaku, Biruma dibuat untuk mengurangi pencemaran lingkungan dampak dari deterjen kimia. Bahkan, dengan deterjen tersebut masyarakat jadi lebih ramah lingkungan.

Tidak berhenti di situ, setelah proses uji coba, mereka memberanikan diri untuk mempresentasikan produknya di ajang kompetisi sains tingkat nasional di Sulawesi, tahun kemarin. Alhasil, semangat dan solidaritas keilmuan yang dimiliki oleh ketiga santri Nuris tersebut mampu mengantarkan mereka menduduki peringkat ke-3 nasional.

Nidhor mengatakan, dia dan kedua rekannya memang senang mempelajari ilmu alam, apalagi kimia. Bahkan, nama dari ketiga pelajar tersebut sudah dianggap biasa menjuarai lomba-lomba sains tingkat nasional. Hal ini dibenarkan juga oleh Aylaa selaku rekan kelompoknya. “Bahkan, sebelum ada lomba kami sering penelitian ilmiah dulu,” imbuh Aylaa, santriwati asal Kalisat tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/