alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Mendag: Produk Panel Surya Indonesia Siap Bersiang di Pasar AS

Mobile_AP_Rectangle 1

JawaPos.com – Kabar gembira untuk produk panel surya (Crystalline Silicon Photovoltaic Cells and Modules/CSPV) Indonesia. Produk ini kembali siap bersaing di Amerika Serikat (AS) karena terbebas dari pengenaan pengamanan atau pengamanan pengamanan (BMTP) dari Pemerintah AS. Presiden AS Joe Biden dokumen dokumen yang memggembirakan ini.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyambut baik keputusan tersebut. Menurutnya, dengan pengecualiannya Indonesia dari BMTP memberikan peluang bagi eksportir panel surya Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke AS.

“Pemerintah merespons dan menyambut baik keputusan AS untuk mengecualikan produk solar panel Indonesia dari penambahan pengenaan BMTP. Hal ini menjadi angin segar bagi eksportir solar panel Indonesia untuk membuka kembali dan memperluas akses pasar di AS,” ujar Mendag Lutfi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Informasi bebasnya produk panel surya terkena BMTP disampaikan Atase Perdagangan Washington DC dalam dokumen ‘Proklamasi Untuk Terus Memfasilitasi Penyesuaian Positif terhadap Persaingan dari Impor Sel Fotovoltaik Silikon Kristal Tertentu (Dirakit Sebagian atau Sepenuhnya Menjadi Produk Lain) di bawah Bagian 201’ yang dirilis pada 4 Februari 2022.

Dokumen ini sekaligus memperkuat laporan akhir penyelidikan pengamanan untuk produk solar panel yang telah dirilis Otoritas AS pada 8 Desember 2021 lalu. Produk solar panel yang diinvestigasi tersebut meliputi produk solar panel dalam bentuk sel dan modul.

Dalam laporan tersebut, United States International Trade Commission (US ITC) sebagai pengawas penyelidikan kembali mereferensikan perpanjangan pengenaan BMTP selama empat tahun. Keputusan tersebut berlaku untuk semua negara kecuali negara-negara berkembang, termasuk Indonesia dengan pangsa impor di bawah 3 persen.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan eksportir solar panel Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal untuk melakukan ekspor ke AS.

“Pemerintah Indonesia mendorong eksportir panel surya di Indonesia untuk memanfaatkan peluang tersebut secara optimal guna meningkatkan ekspor ke pasar AS, terutama mendorong pertumbuhan perekonomian nasional di tengah pandemi saat ini,” kata Wisnu.

- Advertisement -

JawaPos.com – Kabar gembira untuk produk panel surya (Crystalline Silicon Photovoltaic Cells and Modules/CSPV) Indonesia. Produk ini kembali siap bersaing di Amerika Serikat (AS) karena terbebas dari pengenaan pengamanan atau pengamanan pengamanan (BMTP) dari Pemerintah AS. Presiden AS Joe Biden dokumen dokumen yang memggembirakan ini.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyambut baik keputusan tersebut. Menurutnya, dengan pengecualiannya Indonesia dari BMTP memberikan peluang bagi eksportir panel surya Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke AS.

“Pemerintah merespons dan menyambut baik keputusan AS untuk mengecualikan produk solar panel Indonesia dari penambahan pengenaan BMTP. Hal ini menjadi angin segar bagi eksportir solar panel Indonesia untuk membuka kembali dan memperluas akses pasar di AS,” ujar Mendag Lutfi.

Informasi bebasnya produk panel surya terkena BMTP disampaikan Atase Perdagangan Washington DC dalam dokumen ‘Proklamasi Untuk Terus Memfasilitasi Penyesuaian Positif terhadap Persaingan dari Impor Sel Fotovoltaik Silikon Kristal Tertentu (Dirakit Sebagian atau Sepenuhnya Menjadi Produk Lain) di bawah Bagian 201’ yang dirilis pada 4 Februari 2022.

Dokumen ini sekaligus memperkuat laporan akhir penyelidikan pengamanan untuk produk solar panel yang telah dirilis Otoritas AS pada 8 Desember 2021 lalu. Produk solar panel yang diinvestigasi tersebut meliputi produk solar panel dalam bentuk sel dan modul.

Dalam laporan tersebut, United States International Trade Commission (US ITC) sebagai pengawas penyelidikan kembali mereferensikan perpanjangan pengenaan BMTP selama empat tahun. Keputusan tersebut berlaku untuk semua negara kecuali negara-negara berkembang, termasuk Indonesia dengan pangsa impor di bawah 3 persen.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan eksportir solar panel Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal untuk melakukan ekspor ke AS.

“Pemerintah Indonesia mendorong eksportir panel surya di Indonesia untuk memanfaatkan peluang tersebut secara optimal guna meningkatkan ekspor ke pasar AS, terutama mendorong pertumbuhan perekonomian nasional di tengah pandemi saat ini,” kata Wisnu.

JawaPos.com – Kabar gembira untuk produk panel surya (Crystalline Silicon Photovoltaic Cells and Modules/CSPV) Indonesia. Produk ini kembali siap bersaing di Amerika Serikat (AS) karena terbebas dari pengenaan pengamanan atau pengamanan pengamanan (BMTP) dari Pemerintah AS. Presiden AS Joe Biden dokumen dokumen yang memggembirakan ini.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyambut baik keputusan tersebut. Menurutnya, dengan pengecualiannya Indonesia dari BMTP memberikan peluang bagi eksportir panel surya Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke AS.

“Pemerintah merespons dan menyambut baik keputusan AS untuk mengecualikan produk solar panel Indonesia dari penambahan pengenaan BMTP. Hal ini menjadi angin segar bagi eksportir solar panel Indonesia untuk membuka kembali dan memperluas akses pasar di AS,” ujar Mendag Lutfi.

Informasi bebasnya produk panel surya terkena BMTP disampaikan Atase Perdagangan Washington DC dalam dokumen ‘Proklamasi Untuk Terus Memfasilitasi Penyesuaian Positif terhadap Persaingan dari Impor Sel Fotovoltaik Silikon Kristal Tertentu (Dirakit Sebagian atau Sepenuhnya Menjadi Produk Lain) di bawah Bagian 201’ yang dirilis pada 4 Februari 2022.

Dokumen ini sekaligus memperkuat laporan akhir penyelidikan pengamanan untuk produk solar panel yang telah dirilis Otoritas AS pada 8 Desember 2021 lalu. Produk solar panel yang diinvestigasi tersebut meliputi produk solar panel dalam bentuk sel dan modul.

Dalam laporan tersebut, United States International Trade Commission (US ITC) sebagai pengawas penyelidikan kembali mereferensikan perpanjangan pengenaan BMTP selama empat tahun. Keputusan tersebut berlaku untuk semua negara kecuali negara-negara berkembang, termasuk Indonesia dengan pangsa impor di bawah 3 persen.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan eksportir solar panel Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal untuk melakukan ekspor ke AS.

“Pemerintah Indonesia mendorong eksportir panel surya di Indonesia untuk memanfaatkan peluang tersebut secara optimal guna meningkatkan ekspor ke pasar AS, terutama mendorong pertumbuhan perekonomian nasional di tengah pandemi saat ini,” kata Wisnu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/