alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Cerita di Balik Wisuda Universitas Jember

Pandemi, Banyak Skenario, Stres Lihat Swab 

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, Radar Jember – Upacara wisuda selalu menjadi momen penting dalam perjalanan hidup seorang mahasiswa. Baik mereka yang duduk di jenjang diploma maupun lulusan program doktoral. Di masa pandemi Covid-19 tradisi ini berubah 180 derajat.

“Kami paham dengan kekecewaan wisudawan. Tapi, di lain sisi kami juga dituntut memikirkan keselamatan bersama. Sebab, dalam setiap wisuda pasti mengundang banyak orang. Jika dilaksanakan secara luring, maka ada 900 wisudawan, ditambah dengan orang tua, kerabat, dan kolega yang jika ditambahkan maka jumlah totalnya bisa dua hingga tiga kali lipat jumlah wisudawannya. Oleh karena itu, wisuda secara daring atau hybrid masih menjadi pilihan yang paling aman. Namun, saya yakin walau diwisuda secara daring atau hybrid tetap tidak mengurangi nilai kesakralannya,” tutur Rektor Universitas Jember Iwan Taruna di sela-sela persiapan acara wisuda periode III tahun akademik 2021/2022 (4/3).

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof Slamin mengatakan, setiap kali mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak peserta, maka selalu berkoordinasi dengan semua pihak. “Seperti Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana Covid-19 Unej. Juga dengan Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemkab Jember. Keamanan dan kesehatan civitas academica dan warga Jember menjadi yang utama,” kata Prof Slamin.

- Advertisement -

TEGALBOTO, Radar Jember – Upacara wisuda selalu menjadi momen penting dalam perjalanan hidup seorang mahasiswa. Baik mereka yang duduk di jenjang diploma maupun lulusan program doktoral. Di masa pandemi Covid-19 tradisi ini berubah 180 derajat.

“Kami paham dengan kekecewaan wisudawan. Tapi, di lain sisi kami juga dituntut memikirkan keselamatan bersama. Sebab, dalam setiap wisuda pasti mengundang banyak orang. Jika dilaksanakan secara luring, maka ada 900 wisudawan, ditambah dengan orang tua, kerabat, dan kolega yang jika ditambahkan maka jumlah totalnya bisa dua hingga tiga kali lipat jumlah wisudawannya. Oleh karena itu, wisuda secara daring atau hybrid masih menjadi pilihan yang paling aman. Namun, saya yakin walau diwisuda secara daring atau hybrid tetap tidak mengurangi nilai kesakralannya,” tutur Rektor Universitas Jember Iwan Taruna di sela-sela persiapan acara wisuda periode III tahun akademik 2021/2022 (4/3).

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof Slamin mengatakan, setiap kali mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak peserta, maka selalu berkoordinasi dengan semua pihak. “Seperti Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana Covid-19 Unej. Juga dengan Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemkab Jember. Keamanan dan kesehatan civitas academica dan warga Jember menjadi yang utama,” kata Prof Slamin.

TEGALBOTO, Radar Jember – Upacara wisuda selalu menjadi momen penting dalam perjalanan hidup seorang mahasiswa. Baik mereka yang duduk di jenjang diploma maupun lulusan program doktoral. Di masa pandemi Covid-19 tradisi ini berubah 180 derajat.

“Kami paham dengan kekecewaan wisudawan. Tapi, di lain sisi kami juga dituntut memikirkan keselamatan bersama. Sebab, dalam setiap wisuda pasti mengundang banyak orang. Jika dilaksanakan secara luring, maka ada 900 wisudawan, ditambah dengan orang tua, kerabat, dan kolega yang jika ditambahkan maka jumlah totalnya bisa dua hingga tiga kali lipat jumlah wisudawannya. Oleh karena itu, wisuda secara daring atau hybrid masih menjadi pilihan yang paling aman. Namun, saya yakin walau diwisuda secara daring atau hybrid tetap tidak mengurangi nilai kesakralannya,” tutur Rektor Universitas Jember Iwan Taruna di sela-sela persiapan acara wisuda periode III tahun akademik 2021/2022 (4/3).

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof Slamin mengatakan, setiap kali mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak peserta, maka selalu berkoordinasi dengan semua pihak. “Seperti Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana Covid-19 Unej. Juga dengan Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemkab Jember. Keamanan dan kesehatan civitas academica dan warga Jember menjadi yang utama,” kata Prof Slamin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/