alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Ditjen Pendis Kemenag: UIN KHAS Tak Ada Masalah Dalam Moderasi Beragama

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER – Pengukuhan wisudawan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berlangsung cukup meriah. Sebab, pada momentum istimewa ini turut dihadiri oleh Suyitno M.Ag, Dirjen Dikti Keagamaan Islam Ditjen Pendis Kementerian Agama RI, Kamis (2/12).

Dalam kegiatan tersebut Suyitno menyampaikan orasi yang memberikan bekal terhadap para wisudawan. Menurutnya, kampus UIN KHAS Jember merupakan satu-satunya kampus yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Sebab di kampus hijau yang terletak di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates ini juga terdapat rumah moderasi beragama yang menjadi contoh bagi kampus lainnya.

“Kampus ini saya rasa tidak ada masalah dengan moderasi bergama. Lebih-lebih dengan nama Kiai Haji Achmad Siddiq, beliau selalu menekankan pentingnya hablumminallah dan hablumminannas,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa hubungan antara alumni dan perguruan tinggi itu seperti hubungan antara ibu dan anak. Sangat dekat, dan tidak dapat dipisahkan.
“Karena itu, anda semua seringkali menyebutnya almamater. Hubungan antara almuni dengan kampus Ar-Rodo’ah. Tidak ada bekas mahasiswa, tidak ada bekas anak. Meskipun hari ini anda sudah diwisuda, tetapi hubungan tetap erat,” tuturnya.

Artinya, setiap lulusan UIN KHAS Jember harus tetap berbakti dan memberikan sumbangsih kepada lembaga. Sebab, selama perkuliahan, para alumni telah mendapat banyak ilmu dari kampus. Setelah menjadi lulusan, maka alumni harus mengamalkan ilmunya, tanpa menentang atau menghianati kampusnya.

“Jika ada alumni yang mencederai nama kampus itu disebut anak yang durhaka kepada ibunya,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER – Pengukuhan wisudawan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berlangsung cukup meriah. Sebab, pada momentum istimewa ini turut dihadiri oleh Suyitno M.Ag, Dirjen Dikti Keagamaan Islam Ditjen Pendis Kementerian Agama RI, Kamis (2/12).

Dalam kegiatan tersebut Suyitno menyampaikan orasi yang memberikan bekal terhadap para wisudawan. Menurutnya, kampus UIN KHAS Jember merupakan satu-satunya kampus yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Sebab di kampus hijau yang terletak di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates ini juga terdapat rumah moderasi beragama yang menjadi contoh bagi kampus lainnya.

“Kampus ini saya rasa tidak ada masalah dengan moderasi bergama. Lebih-lebih dengan nama Kiai Haji Achmad Siddiq, beliau selalu menekankan pentingnya hablumminallah dan hablumminannas,” katanya.

Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa hubungan antara alumni dan perguruan tinggi itu seperti hubungan antara ibu dan anak. Sangat dekat, dan tidak dapat dipisahkan.
“Karena itu, anda semua seringkali menyebutnya almamater. Hubungan antara almuni dengan kampus Ar-Rodo’ah. Tidak ada bekas mahasiswa, tidak ada bekas anak. Meskipun hari ini anda sudah diwisuda, tetapi hubungan tetap erat,” tuturnya.

Artinya, setiap lulusan UIN KHAS Jember harus tetap berbakti dan memberikan sumbangsih kepada lembaga. Sebab, selama perkuliahan, para alumni telah mendapat banyak ilmu dari kampus. Setelah menjadi lulusan, maka alumni harus mengamalkan ilmunya, tanpa menentang atau menghianati kampusnya.

“Jika ada alumni yang mencederai nama kampus itu disebut anak yang durhaka kepada ibunya,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER – Pengukuhan wisudawan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berlangsung cukup meriah. Sebab, pada momentum istimewa ini turut dihadiri oleh Suyitno M.Ag, Dirjen Dikti Keagamaan Islam Ditjen Pendis Kementerian Agama RI, Kamis (2/12).

Dalam kegiatan tersebut Suyitno menyampaikan orasi yang memberikan bekal terhadap para wisudawan. Menurutnya, kampus UIN KHAS Jember merupakan satu-satunya kampus yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Sebab di kampus hijau yang terletak di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates ini juga terdapat rumah moderasi beragama yang menjadi contoh bagi kampus lainnya.

“Kampus ini saya rasa tidak ada masalah dengan moderasi bergama. Lebih-lebih dengan nama Kiai Haji Achmad Siddiq, beliau selalu menekankan pentingnya hablumminallah dan hablumminannas,” katanya.

Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa hubungan antara alumni dan perguruan tinggi itu seperti hubungan antara ibu dan anak. Sangat dekat, dan tidak dapat dipisahkan.
“Karena itu, anda semua seringkali menyebutnya almamater. Hubungan antara almuni dengan kampus Ar-Rodo’ah. Tidak ada bekas mahasiswa, tidak ada bekas anak. Meskipun hari ini anda sudah diwisuda, tetapi hubungan tetap erat,” tuturnya.

Artinya, setiap lulusan UIN KHAS Jember harus tetap berbakti dan memberikan sumbangsih kepada lembaga. Sebab, selama perkuliahan, para alumni telah mendapat banyak ilmu dari kampus. Setelah menjadi lulusan, maka alumni harus mengamalkan ilmunya, tanpa menentang atau menghianati kampusnya.

“Jika ada alumni yang mencederai nama kampus itu disebut anak yang durhaka kepada ibunya,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/