alexametrics
30.2 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

606 Mahasiswa Unej Mengajar ke Seluruh Nusantara

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, Radar Jember – Sebanyak 606 mahasiswa Universitas Jember (Unej) dari beragam fakultas serentak memulai mengajar di SD dan SMP di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan Kampus Mengajar edisi semester gasal tahun akademik 2022/2023, kegiatan itu menjadi bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

BACA JUGA : Kop Surat Pakai Nama Ijen

Para duta pendidikan dari Unej itu dilepas secara resmi oleh rektor dalam sebuah upacara yang berpusat di Gedung Auditorium Unej, kemarin (3/8), serta dilaksanakan secara daring dan luring. Mengingat, beberapa mahasiswa sudah terjun di masing-masing sekolah. Dalam arahannya, Rektor Unej Iwan Taruna mengingatkan seluruh mahasiswa peserta Kampus Mengajar bahwa tantangan yang akan mereka hadapi di lapangan tidaklah ringan. “Anda semua akan ditempatkan di sekolah pelosok yang mungkin jauh dari fasilitas terbaik. Selain itu, bakal menghadapi anak didik yang perlu penanganan khusus, serta banyak tantangan lain,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, kegiatan Kampus Mengajar MBKM sengaja didesain mengajak mahasiswa turut serta memajukan pendidikan di sekolah yang masih perlu perhatian. Namun, sederet tantangan itu diharapkan memunculkan semangat pantang menyerah serta memupuk kemampuan soft skill. “Oleh karena itu, gali potensi lokal, temukan masalahnya, dan berusaha menciptakan solusinya,” pesan Iwan Taruna kepada mahasiswa peserta Kampus Mengajar.

- Advertisement -

TEGALBOTO, Radar Jember – Sebanyak 606 mahasiswa Universitas Jember (Unej) dari beragam fakultas serentak memulai mengajar di SD dan SMP di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan Kampus Mengajar edisi semester gasal tahun akademik 2022/2023, kegiatan itu menjadi bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

BACA JUGA : Kop Surat Pakai Nama Ijen

Para duta pendidikan dari Unej itu dilepas secara resmi oleh rektor dalam sebuah upacara yang berpusat di Gedung Auditorium Unej, kemarin (3/8), serta dilaksanakan secara daring dan luring. Mengingat, beberapa mahasiswa sudah terjun di masing-masing sekolah. Dalam arahannya, Rektor Unej Iwan Taruna mengingatkan seluruh mahasiswa peserta Kampus Mengajar bahwa tantangan yang akan mereka hadapi di lapangan tidaklah ringan. “Anda semua akan ditempatkan di sekolah pelosok yang mungkin jauh dari fasilitas terbaik. Selain itu, bakal menghadapi anak didik yang perlu penanganan khusus, serta banyak tantangan lain,” paparnya.

Dia menjelaskan, kegiatan Kampus Mengajar MBKM sengaja didesain mengajak mahasiswa turut serta memajukan pendidikan di sekolah yang masih perlu perhatian. Namun, sederet tantangan itu diharapkan memunculkan semangat pantang menyerah serta memupuk kemampuan soft skill. “Oleh karena itu, gali potensi lokal, temukan masalahnya, dan berusaha menciptakan solusinya,” pesan Iwan Taruna kepada mahasiswa peserta Kampus Mengajar.

TEGALBOTO, Radar Jember – Sebanyak 606 mahasiswa Universitas Jember (Unej) dari beragam fakultas serentak memulai mengajar di SD dan SMP di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan Kampus Mengajar edisi semester gasal tahun akademik 2022/2023, kegiatan itu menjadi bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

BACA JUGA : Kop Surat Pakai Nama Ijen

Para duta pendidikan dari Unej itu dilepas secara resmi oleh rektor dalam sebuah upacara yang berpusat di Gedung Auditorium Unej, kemarin (3/8), serta dilaksanakan secara daring dan luring. Mengingat, beberapa mahasiswa sudah terjun di masing-masing sekolah. Dalam arahannya, Rektor Unej Iwan Taruna mengingatkan seluruh mahasiswa peserta Kampus Mengajar bahwa tantangan yang akan mereka hadapi di lapangan tidaklah ringan. “Anda semua akan ditempatkan di sekolah pelosok yang mungkin jauh dari fasilitas terbaik. Selain itu, bakal menghadapi anak didik yang perlu penanganan khusus, serta banyak tantangan lain,” paparnya.

Dia menjelaskan, kegiatan Kampus Mengajar MBKM sengaja didesain mengajak mahasiswa turut serta memajukan pendidikan di sekolah yang masih perlu perhatian. Namun, sederet tantangan itu diharapkan memunculkan semangat pantang menyerah serta memupuk kemampuan soft skill. “Oleh karena itu, gali potensi lokal, temukan masalahnya, dan berusaha menciptakan solusinya,” pesan Iwan Taruna kepada mahasiswa peserta Kampus Mengajar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/