alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Makin Kokoh di Usia 20 Tahun, Pelayanan RSD Balung Semakin Lengkap

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelayanan kesehatan di suatu daerah tentu menjadi salah satu penentu keberhasilan dan kemajuan suatu daerah. Hal itu membuat sektor kesehatan menjadi bidang yang perlu diperhatikan secara khusus oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Termasuk di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung.

SEMAKIN BERGERAK MAJU: Di usianya yang memasuki angka 20 tahun, RSD Balung bertekad memberikan pelayanan yang lebih lengkap lagi kepada masyarakat Jember, khususnya di Balung dan sekitarnya.

Pada hari jadinya yang ke-20, RSD Balung menggelar serangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari workshop pengadaan barang dan jasa, workshop komunikasi efektif, lomba cerdas cermat, lomba masak, lomba ruang terbaik, dan lomba fotografi kategori umum. Kemudian, pemutaran sejarah, lomba paduan suara, dan Gerakan Balung Berbagi.

Hal itu disebutkan oleh Direktur RSD Balung dr Andre Kusuma saat acara peringatan Hari Jadi RSD Balung ke-20 tahun di aula RSD Balung, kemarin (3/1). Pihaknya juga menceritakan sejarah dan perkembangan RSD Balung dari waktu ke waktu. Di mana RSD terbesar di wilayah Jember selatan itu telah ada sejak 1940 dengan nama RS Baloeng.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perpindahan dari Orde Lama ke Orde Baru, nama tersebut berubah menjadi puskesmas pembina. Tak lama, puskesmas tersebut berubah lagi menjadi puskesmas perawatan pada 1979. Kemudian, puskesmas perawatan pada 2002 menjadi RSD Balung kelas tipe C, yang akhirnya berkembang sampai sekarang. “Dengan berbagai fasilitas, ini tidak lepas dari peluang pengembangan wilayah, dengan adanya peluang otonomi daerah,” ungkap Andre.

Dia juga menjelaskan, sejak saat itu RSD Balung menjadi semakin berkembang pesat. Selain letaknya yang strategis, yakni berada di jalan provinsi, roda perekonomian masyarakatnya juga cukup tinggi. “Industrinya tampak tumbuh dengan baik. Bupati memberikan optimisme kepada saya, pasti berkembang,” katanya.

Sebagai fasilitas kesehatan milik Pemkab Jember, Andre menyebut, pihaknya selalu hadir dan berperan aktif mendukung pembangunan daerah Kabupaten Jember, khususnya yang tertera dalam RPJMD 2021-2026. Salah satu peran penting dari RSD adalah meningkatkan pelayanan dasar dan pendidikan dasar dengan sistem yang terintegrasi.

Ibarat remaja yang memasuki usia yang 20 tahun, RSD Balung masih harus melawati berbagai proses menuju kedewasaan, yang terimplementasi dalam peningkatan jumlah dan mutu pelayanan masyarakat dan Pemkab Jember. Dia menjelaskan, akan ada 22 dokter spesialis yang masuk ke RSD Balung pada tahun ini. Ini bukanlah sesuatu yang unik, namun menjadi suatu keharusan yang perlu terus dilakukan. “Insyaallah, tahun 2024 sampai 2025, RSD Balung menuju ke tipe B,” lanjutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelayanan kesehatan di suatu daerah tentu menjadi salah satu penentu keberhasilan dan kemajuan suatu daerah. Hal itu membuat sektor kesehatan menjadi bidang yang perlu diperhatikan secara khusus oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Termasuk di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung.

SEMAKIN BERGERAK MAJU: Di usianya yang memasuki angka 20 tahun, RSD Balung bertekad memberikan pelayanan yang lebih lengkap lagi kepada masyarakat Jember, khususnya di Balung dan sekitarnya.

Pada hari jadinya yang ke-20, RSD Balung menggelar serangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari workshop pengadaan barang dan jasa, workshop komunikasi efektif, lomba cerdas cermat, lomba masak, lomba ruang terbaik, dan lomba fotografi kategori umum. Kemudian, pemutaran sejarah, lomba paduan suara, dan Gerakan Balung Berbagi.

Hal itu disebutkan oleh Direktur RSD Balung dr Andre Kusuma saat acara peringatan Hari Jadi RSD Balung ke-20 tahun di aula RSD Balung, kemarin (3/1). Pihaknya juga menceritakan sejarah dan perkembangan RSD Balung dari waktu ke waktu. Di mana RSD terbesar di wilayah Jember selatan itu telah ada sejak 1940 dengan nama RS Baloeng.

Perpindahan dari Orde Lama ke Orde Baru, nama tersebut berubah menjadi puskesmas pembina. Tak lama, puskesmas tersebut berubah lagi menjadi puskesmas perawatan pada 1979. Kemudian, puskesmas perawatan pada 2002 menjadi RSD Balung kelas tipe C, yang akhirnya berkembang sampai sekarang. “Dengan berbagai fasilitas, ini tidak lepas dari peluang pengembangan wilayah, dengan adanya peluang otonomi daerah,” ungkap Andre.

Dia juga menjelaskan, sejak saat itu RSD Balung menjadi semakin berkembang pesat. Selain letaknya yang strategis, yakni berada di jalan provinsi, roda perekonomian masyarakatnya juga cukup tinggi. “Industrinya tampak tumbuh dengan baik. Bupati memberikan optimisme kepada saya, pasti berkembang,” katanya.

Sebagai fasilitas kesehatan milik Pemkab Jember, Andre menyebut, pihaknya selalu hadir dan berperan aktif mendukung pembangunan daerah Kabupaten Jember, khususnya yang tertera dalam RPJMD 2021-2026. Salah satu peran penting dari RSD adalah meningkatkan pelayanan dasar dan pendidikan dasar dengan sistem yang terintegrasi.

Ibarat remaja yang memasuki usia yang 20 tahun, RSD Balung masih harus melawati berbagai proses menuju kedewasaan, yang terimplementasi dalam peningkatan jumlah dan mutu pelayanan masyarakat dan Pemkab Jember. Dia menjelaskan, akan ada 22 dokter spesialis yang masuk ke RSD Balung pada tahun ini. Ini bukanlah sesuatu yang unik, namun menjadi suatu keharusan yang perlu terus dilakukan. “Insyaallah, tahun 2024 sampai 2025, RSD Balung menuju ke tipe B,” lanjutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelayanan kesehatan di suatu daerah tentu menjadi salah satu penentu keberhasilan dan kemajuan suatu daerah. Hal itu membuat sektor kesehatan menjadi bidang yang perlu diperhatikan secara khusus oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Termasuk di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung.

SEMAKIN BERGERAK MAJU: Di usianya yang memasuki angka 20 tahun, RSD Balung bertekad memberikan pelayanan yang lebih lengkap lagi kepada masyarakat Jember, khususnya di Balung dan sekitarnya.

Pada hari jadinya yang ke-20, RSD Balung menggelar serangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari workshop pengadaan barang dan jasa, workshop komunikasi efektif, lomba cerdas cermat, lomba masak, lomba ruang terbaik, dan lomba fotografi kategori umum. Kemudian, pemutaran sejarah, lomba paduan suara, dan Gerakan Balung Berbagi.

Hal itu disebutkan oleh Direktur RSD Balung dr Andre Kusuma saat acara peringatan Hari Jadi RSD Balung ke-20 tahun di aula RSD Balung, kemarin (3/1). Pihaknya juga menceritakan sejarah dan perkembangan RSD Balung dari waktu ke waktu. Di mana RSD terbesar di wilayah Jember selatan itu telah ada sejak 1940 dengan nama RS Baloeng.

Perpindahan dari Orde Lama ke Orde Baru, nama tersebut berubah menjadi puskesmas pembina. Tak lama, puskesmas tersebut berubah lagi menjadi puskesmas perawatan pada 1979. Kemudian, puskesmas perawatan pada 2002 menjadi RSD Balung kelas tipe C, yang akhirnya berkembang sampai sekarang. “Dengan berbagai fasilitas, ini tidak lepas dari peluang pengembangan wilayah, dengan adanya peluang otonomi daerah,” ungkap Andre.

Dia juga menjelaskan, sejak saat itu RSD Balung menjadi semakin berkembang pesat. Selain letaknya yang strategis, yakni berada di jalan provinsi, roda perekonomian masyarakatnya juga cukup tinggi. “Industrinya tampak tumbuh dengan baik. Bupati memberikan optimisme kepada saya, pasti berkembang,” katanya.

Sebagai fasilitas kesehatan milik Pemkab Jember, Andre menyebut, pihaknya selalu hadir dan berperan aktif mendukung pembangunan daerah Kabupaten Jember, khususnya yang tertera dalam RPJMD 2021-2026. Salah satu peran penting dari RSD adalah meningkatkan pelayanan dasar dan pendidikan dasar dengan sistem yang terintegrasi.

Ibarat remaja yang memasuki usia yang 20 tahun, RSD Balung masih harus melawati berbagai proses menuju kedewasaan, yang terimplementasi dalam peningkatan jumlah dan mutu pelayanan masyarakat dan Pemkab Jember. Dia menjelaskan, akan ada 22 dokter spesialis yang masuk ke RSD Balung pada tahun ini. Ini bukanlah sesuatu yang unik, namun menjadi suatu keharusan yang perlu terus dilakukan. “Insyaallah, tahun 2024 sampai 2025, RSD Balung menuju ke tipe B,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/