alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

IAIN Jember Gelar Wisuda Luring

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember kembali menggelar wisuda pada periode Desember 2020 di Aula Gedung Kuliah Terpadu IAIN Jember, Kamis (3/12). Bedanya, jika pada wisuda IAIN Jember pada periode Agustus lalu digelar secara drive thru, kini wisuda dilangsungkan secara tatap muka atau luar jaringan (luring).

Wakill Rektor I Bidang Akademik IAIN Jember Prof Miftah Arifin mengatakan, meskipun berjalan wisuda kali ini secara luring, namun ada beberapa pembatasan yang diberlakukan. Salah satunya tanpa pendampingan dari orang tua wisudawan.

Selain itu para wisudawan juga diwajibkan memenuhi persyaratan dan mematuhi protokol kesehatan sebelum mengikuti wisuda. Seperti menyerahkan surat hasil rapid test, pengecekan suhu tubuh, penyemprotan hand sanitizer, hingga wajib menggunakan masker serta face shield. “Kita diberi izin untuk melaksanakan wisuda secara luring oleh Satgas Covid Kabupaten Jember dengan banyak catatan dan persyaratan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain persyaratan tersebut, lanjut dia, jumlah peserta dan waktunya juga dibatasi, yakni tidak lebih dari tiga jam. Karena itu saat wisuda berlangsung, panitia membagi dua sesi. Sesi pertama pada 08.00-10.00, lalu dilanjut sesi kedua pada 13.00-15.00. “Protokol kesehatan yang kita jalankan cukup ketat, jadi saat begitu wisudawan selesai satu persatu, mereka segera meninggalkan tempat, lalu petugas nanti mensterilkan,” ibunya.

Di saat bersamaan Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto mengungkapkan, berjalannya wisuda kali ini menjadi bagian penting dari perjalanan kampus IAIN Jember memantapkan diri dalam proses alih status menjadi Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Karena itu pihaknya juga meminta restu dan dukungan semua kalangan untuk turut mensukseskan bersama impian besar tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember kembali menggelar wisuda pada periode Desember 2020 di Aula Gedung Kuliah Terpadu IAIN Jember, Kamis (3/12). Bedanya, jika pada wisuda IAIN Jember pada periode Agustus lalu digelar secara drive thru, kini wisuda dilangsungkan secara tatap muka atau luar jaringan (luring).

Wakill Rektor I Bidang Akademik IAIN Jember Prof Miftah Arifin mengatakan, meskipun berjalan wisuda kali ini secara luring, namun ada beberapa pembatasan yang diberlakukan. Salah satunya tanpa pendampingan dari orang tua wisudawan.

Selain itu para wisudawan juga diwajibkan memenuhi persyaratan dan mematuhi protokol kesehatan sebelum mengikuti wisuda. Seperti menyerahkan surat hasil rapid test, pengecekan suhu tubuh, penyemprotan hand sanitizer, hingga wajib menggunakan masker serta face shield. “Kita diberi izin untuk melaksanakan wisuda secara luring oleh Satgas Covid Kabupaten Jember dengan banyak catatan dan persyaratan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Selain persyaratan tersebut, lanjut dia, jumlah peserta dan waktunya juga dibatasi, yakni tidak lebih dari tiga jam. Karena itu saat wisuda berlangsung, panitia membagi dua sesi. Sesi pertama pada 08.00-10.00, lalu dilanjut sesi kedua pada 13.00-15.00. “Protokol kesehatan yang kita jalankan cukup ketat, jadi saat begitu wisudawan selesai satu persatu, mereka segera meninggalkan tempat, lalu petugas nanti mensterilkan,” ibunya.

Di saat bersamaan Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto mengungkapkan, berjalannya wisuda kali ini menjadi bagian penting dari perjalanan kampus IAIN Jember memantapkan diri dalam proses alih status menjadi Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Karena itu pihaknya juga meminta restu dan dukungan semua kalangan untuk turut mensukseskan bersama impian besar tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember kembali menggelar wisuda pada periode Desember 2020 di Aula Gedung Kuliah Terpadu IAIN Jember, Kamis (3/12). Bedanya, jika pada wisuda IAIN Jember pada periode Agustus lalu digelar secara drive thru, kini wisuda dilangsungkan secara tatap muka atau luar jaringan (luring).

Wakill Rektor I Bidang Akademik IAIN Jember Prof Miftah Arifin mengatakan, meskipun berjalan wisuda kali ini secara luring, namun ada beberapa pembatasan yang diberlakukan. Salah satunya tanpa pendampingan dari orang tua wisudawan.

Selain itu para wisudawan juga diwajibkan memenuhi persyaratan dan mematuhi protokol kesehatan sebelum mengikuti wisuda. Seperti menyerahkan surat hasil rapid test, pengecekan suhu tubuh, penyemprotan hand sanitizer, hingga wajib menggunakan masker serta face shield. “Kita diberi izin untuk melaksanakan wisuda secara luring oleh Satgas Covid Kabupaten Jember dengan banyak catatan dan persyaratan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Selain persyaratan tersebut, lanjut dia, jumlah peserta dan waktunya juga dibatasi, yakni tidak lebih dari tiga jam. Karena itu saat wisuda berlangsung, panitia membagi dua sesi. Sesi pertama pada 08.00-10.00, lalu dilanjut sesi kedua pada 13.00-15.00. “Protokol kesehatan yang kita jalankan cukup ketat, jadi saat begitu wisudawan selesai satu persatu, mereka segera meninggalkan tempat, lalu petugas nanti mensterilkan,” ibunya.

Di saat bersamaan Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto mengungkapkan, berjalannya wisuda kali ini menjadi bagian penting dari perjalanan kampus IAIN Jember memantapkan diri dalam proses alih status menjadi Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Karena itu pihaknya juga meminta restu dan dukungan semua kalangan untuk turut mensukseskan bersama impian besar tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/