alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Begini Ternyata Esensi Pendidikan MBKM

FKIP Unej Gelar Seminar Hardiknas

Mobile_AP_Rectangle 1

“Pengetahuan tidak cukup jika tak diimbangi dengan budi pekerti. Makanya dibutuhkan pendidikan dan pengajaran. Lembaga pendidikan harus otonom dan fleksibel, sehingga memliki kultur pendidikan yang tidak memaksa peserta didik dan mereka bisa belajar sesuai kebutuhan mereka. Sehingga pengetahuan dan pendidikan dapat terserap dengan efektif,” imbuhnya.

Kaprodi Pendidikan Geografi Unej Dr Sri Astutik yang juga sebagai fasilitator menerangkan dalam materinya, sejak semester ini, FKIP Unej telah menerapkan program MBKM. Antara lain yaitu, pertukaran pelajar, praktik magang industri, program kampus mengajar dan penelitian. Oleh sebab itu, konsep MBKM ini memberikan suatu paradigma sharing dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Perguruan tinggi harus memfasilitasi hak mahasiswa untuk belajar di luar prodi selama tiga semester. Kemudian perguruan tinggi harus memimpin kebijakan, membuat dan menjalin dokumen kerjasama dengan mitra. Kemudian mahasiswa merencakan mengikuti program dengan DPA. Lalu mitra harus membuat dokumen MoU,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jurnalis: mg1
Fotografer: mg1
Redaktur: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

“Pengetahuan tidak cukup jika tak diimbangi dengan budi pekerti. Makanya dibutuhkan pendidikan dan pengajaran. Lembaga pendidikan harus otonom dan fleksibel, sehingga memliki kultur pendidikan yang tidak memaksa peserta didik dan mereka bisa belajar sesuai kebutuhan mereka. Sehingga pengetahuan dan pendidikan dapat terserap dengan efektif,” imbuhnya.

Kaprodi Pendidikan Geografi Unej Dr Sri Astutik yang juga sebagai fasilitator menerangkan dalam materinya, sejak semester ini, FKIP Unej telah menerapkan program MBKM. Antara lain yaitu, pertukaran pelajar, praktik magang industri, program kampus mengajar dan penelitian. Oleh sebab itu, konsep MBKM ini memberikan suatu paradigma sharing dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Perguruan tinggi harus memfasilitasi hak mahasiswa untuk belajar di luar prodi selama tiga semester. Kemudian perguruan tinggi harus memimpin kebijakan, membuat dan menjalin dokumen kerjasama dengan mitra. Kemudian mahasiswa merencakan mengikuti program dengan DPA. Lalu mitra harus membuat dokumen MoU,” pungkasnya.

Jurnalis: mg1
Fotografer: mg1
Redaktur: Lintang Anis Bena Kinanti

“Pengetahuan tidak cukup jika tak diimbangi dengan budi pekerti. Makanya dibutuhkan pendidikan dan pengajaran. Lembaga pendidikan harus otonom dan fleksibel, sehingga memliki kultur pendidikan yang tidak memaksa peserta didik dan mereka bisa belajar sesuai kebutuhan mereka. Sehingga pengetahuan dan pendidikan dapat terserap dengan efektif,” imbuhnya.

Kaprodi Pendidikan Geografi Unej Dr Sri Astutik yang juga sebagai fasilitator menerangkan dalam materinya, sejak semester ini, FKIP Unej telah menerapkan program MBKM. Antara lain yaitu, pertukaran pelajar, praktik magang industri, program kampus mengajar dan penelitian. Oleh sebab itu, konsep MBKM ini memberikan suatu paradigma sharing dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Perguruan tinggi harus memfasilitasi hak mahasiswa untuk belajar di luar prodi selama tiga semester. Kemudian perguruan tinggi harus memimpin kebijakan, membuat dan menjalin dokumen kerjasama dengan mitra. Kemudian mahasiswa merencakan mengikuti program dengan DPA. Lalu mitra harus membuat dokumen MoU,” pungkasnya.

Jurnalis: mg1
Fotografer: mg1
Redaktur: Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/