alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Eksis Lakukan Penghijauan demi Cegah Tanah Longsor

Cara SMKN 7 Jember Mencegah Kerusakan Lingkungan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepedulian terhadap lingkungan sekitar, inilah yang diterapkan SMK Negeri 7 Jember. Sekolah vokasi negeri di Sumberbaru tersebut terus melakukan penghijauan. Salah satunya dengan melakukan penanaman bibit pohon sengon untuk mengurangi dan menghambat bencana tanah longsor yang berada di bantaran sungai belakang sekolah.

Kegiatan penghijauan yang digelar Jumat (26/2) lalu itu tidak sekadar melibatkan tenaga pendidikan. Tapi, juga para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Pramuka. Kepala SMK Negeri 7 Jember Rahmah Hidana SPd Msi kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, hujan yang terus mengguyur Kabupaten Jember tentu saja mengakibatkan debit sungai mulai naik. Termasuk pada sungai di belakang SMKN 7 Jember. “Akibatnya, juga mulai ada longsoran tanah di bantaran sungai. Oleh karena itu, kami kembali lakukan penghijauan,” jelasnya.

Dia mengaku, ini bukan kali pertama SMKN 7 Jember menunjukkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar sekolah. Sebelum ini, pihaknya juga pernah lakukan penanaman pohon bambu di bantaran sungai. “Dulu pernah tanam ratusan bibit bambu, tapi ada yang ikut hanyut bersama air karena debitnya naik saat hujan deras,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh karena itu, kata dia, pada penghijauan kali ini tanaman pohon sengon ditanam sedikit menjorok di bantaran sungai. Langkah itu sebagai upaya untuk memperkuat struktur tanah dengan pepohonan agar tidak mudah longsor. Selain itu, sengon juga punya dampak ekonomi tinggi bagi masyarakat sekitar sekolah.

Ke depan, lanjut dia, langkah penghijauan akan terus dilakukan, termasuk kembali menanam bibit bambu tepat di bantaran sungai. Sebab, bambu dianggap cukup baik menjaga agar tidak longsor serta mampu menyimpan mata air. “Sungai belakang sekolah itu semakin lebar karena terus longsor. Bahkan, katanya dulu sungainya tidak lebar, hanya loncat bisa,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepedulian terhadap lingkungan sekitar, inilah yang diterapkan SMK Negeri 7 Jember. Sekolah vokasi negeri di Sumberbaru tersebut terus melakukan penghijauan. Salah satunya dengan melakukan penanaman bibit pohon sengon untuk mengurangi dan menghambat bencana tanah longsor yang berada di bantaran sungai belakang sekolah.

Kegiatan penghijauan yang digelar Jumat (26/2) lalu itu tidak sekadar melibatkan tenaga pendidikan. Tapi, juga para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Pramuka. Kepala SMK Negeri 7 Jember Rahmah Hidana SPd Msi kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, hujan yang terus mengguyur Kabupaten Jember tentu saja mengakibatkan debit sungai mulai naik. Termasuk pada sungai di belakang SMKN 7 Jember. “Akibatnya, juga mulai ada longsoran tanah di bantaran sungai. Oleh karena itu, kami kembali lakukan penghijauan,” jelasnya.

Dia mengaku, ini bukan kali pertama SMKN 7 Jember menunjukkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar sekolah. Sebelum ini, pihaknya juga pernah lakukan penanaman pohon bambu di bantaran sungai. “Dulu pernah tanam ratusan bibit bambu, tapi ada yang ikut hanyut bersama air karena debitnya naik saat hujan deras,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata dia, pada penghijauan kali ini tanaman pohon sengon ditanam sedikit menjorok di bantaran sungai. Langkah itu sebagai upaya untuk memperkuat struktur tanah dengan pepohonan agar tidak mudah longsor. Selain itu, sengon juga punya dampak ekonomi tinggi bagi masyarakat sekitar sekolah.

Ke depan, lanjut dia, langkah penghijauan akan terus dilakukan, termasuk kembali menanam bibit bambu tepat di bantaran sungai. Sebab, bambu dianggap cukup baik menjaga agar tidak longsor serta mampu menyimpan mata air. “Sungai belakang sekolah itu semakin lebar karena terus longsor. Bahkan, katanya dulu sungainya tidak lebar, hanya loncat bisa,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepedulian terhadap lingkungan sekitar, inilah yang diterapkan SMK Negeri 7 Jember. Sekolah vokasi negeri di Sumberbaru tersebut terus melakukan penghijauan. Salah satunya dengan melakukan penanaman bibit pohon sengon untuk mengurangi dan menghambat bencana tanah longsor yang berada di bantaran sungai belakang sekolah.

Kegiatan penghijauan yang digelar Jumat (26/2) lalu itu tidak sekadar melibatkan tenaga pendidikan. Tapi, juga para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Pramuka. Kepala SMK Negeri 7 Jember Rahmah Hidana SPd Msi kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, hujan yang terus mengguyur Kabupaten Jember tentu saja mengakibatkan debit sungai mulai naik. Termasuk pada sungai di belakang SMKN 7 Jember. “Akibatnya, juga mulai ada longsoran tanah di bantaran sungai. Oleh karena itu, kami kembali lakukan penghijauan,” jelasnya.

Dia mengaku, ini bukan kali pertama SMKN 7 Jember menunjukkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar sekolah. Sebelum ini, pihaknya juga pernah lakukan penanaman pohon bambu di bantaran sungai. “Dulu pernah tanam ratusan bibit bambu, tapi ada yang ikut hanyut bersama air karena debitnya naik saat hujan deras,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata dia, pada penghijauan kali ini tanaman pohon sengon ditanam sedikit menjorok di bantaran sungai. Langkah itu sebagai upaya untuk memperkuat struktur tanah dengan pepohonan agar tidak mudah longsor. Selain itu, sengon juga punya dampak ekonomi tinggi bagi masyarakat sekitar sekolah.

Ke depan, lanjut dia, langkah penghijauan akan terus dilakukan, termasuk kembali menanam bibit bambu tepat di bantaran sungai. Sebab, bambu dianggap cukup baik menjaga agar tidak longsor serta mampu menyimpan mata air. “Sungai belakang sekolah itu semakin lebar karena terus longsor. Bahkan, katanya dulu sungainya tidak lebar, hanya loncat bisa,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/