alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Menko Airlangga: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Sangat Baik

“Penanganan krisis akibat Covid-19 dalam satu tahun sudah bisa recover, sehingga ini memberikan sinyal bahwa fundamental ekonomi kita masih sangat baik.” AIRLANGGA HARTARTO - Menko Perekonomian

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Kebijakan-kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional diyakini telah berada di jalur yang benar. Hal ini terlihat pada beberapa leading indicator perekonomian yang membaik seiring dengan melandainya kasus Covid-19 di Indonesia. Penanganan krisis kali ini juga lebih baik daripada penanganan krisis sebelumnya pada 1997-1998 dan 2008 silam.

Dalam upaya akselerasi pelaksanaan vaksinasi, hingga tanggal 31 Desember 2021 pukul 18.00, tercatat dari 208,26 juta target vaksinasi dosis 1 dan dosis 2, telah dilakukan vaksinasi dosis 1 kepada 161,32 juta penduduk atau sebesar 77,46 persen dari target, dan vaksinasi dosis 2 kepada 113,85 juta penduduk atau sebesar 54,67 persen dari target. Sementara itu, untuk vaksinasi dosis 3 telah diberikan kepada 1,29 juta penduduk atau sebesar 87,75 persen dari target. Upaya vaksinasi juga telah diperluas dan diakselerasi bagi kelompok anak-anak usia 6 hingga 11 tahun.

Dari sisi pemulihan ekonomi, indeks keyakinan konsumen Indonesia sudah berada di atas 100, yakni pada angka 118,5. Ekspor Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2021 naik 29,16 persen, sedangkan impor naik 30,11 persen. Indonesia juga memiliki cadangan devisa yang cukup tinggi, yaitu di atas USD 140 miliar dan neraca perdagangan secara akumulatif surplus sebesar USD 34,32 miliar.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Penanganan krisis akibat Covid-19 dalam satu tahun sudah bisa recover, sehingga ini memberikan sinyal bahwa fundamental ekonomi kita masih sangat baik,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (31/12).

Hal tersebut juga diakui oleh World Bank yang menilai bahwa saat ini Indonesia memiliki kebijakan fiskal yang prudent dan memiliki kebijakan moneter yang tepat. Termasuk reformasi struktural yang dilakukan secara masif sehingga dapat menarik investor. “Dibandingkan dengan berbagai emerging countries, Indonesia juga stand out karena tiga kebijakan tersebut,” lanjut Airlangga.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Kebijakan-kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional diyakini telah berada di jalur yang benar. Hal ini terlihat pada beberapa leading indicator perekonomian yang membaik seiring dengan melandainya kasus Covid-19 di Indonesia. Penanganan krisis kali ini juga lebih baik daripada penanganan krisis sebelumnya pada 1997-1998 dan 2008 silam.

Dalam upaya akselerasi pelaksanaan vaksinasi, hingga tanggal 31 Desember 2021 pukul 18.00, tercatat dari 208,26 juta target vaksinasi dosis 1 dan dosis 2, telah dilakukan vaksinasi dosis 1 kepada 161,32 juta penduduk atau sebesar 77,46 persen dari target, dan vaksinasi dosis 2 kepada 113,85 juta penduduk atau sebesar 54,67 persen dari target. Sementara itu, untuk vaksinasi dosis 3 telah diberikan kepada 1,29 juta penduduk atau sebesar 87,75 persen dari target. Upaya vaksinasi juga telah diperluas dan diakselerasi bagi kelompok anak-anak usia 6 hingga 11 tahun.

Dari sisi pemulihan ekonomi, indeks keyakinan konsumen Indonesia sudah berada di atas 100, yakni pada angka 118,5. Ekspor Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2021 naik 29,16 persen, sedangkan impor naik 30,11 persen. Indonesia juga memiliki cadangan devisa yang cukup tinggi, yaitu di atas USD 140 miliar dan neraca perdagangan secara akumulatif surplus sebesar USD 34,32 miliar.

“Penanganan krisis akibat Covid-19 dalam satu tahun sudah bisa recover, sehingga ini memberikan sinyal bahwa fundamental ekonomi kita masih sangat baik,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (31/12).

Hal tersebut juga diakui oleh World Bank yang menilai bahwa saat ini Indonesia memiliki kebijakan fiskal yang prudent dan memiliki kebijakan moneter yang tepat. Termasuk reformasi struktural yang dilakukan secara masif sehingga dapat menarik investor. “Dibandingkan dengan berbagai emerging countries, Indonesia juga stand out karena tiga kebijakan tersebut,” lanjut Airlangga.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Kebijakan-kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional diyakini telah berada di jalur yang benar. Hal ini terlihat pada beberapa leading indicator perekonomian yang membaik seiring dengan melandainya kasus Covid-19 di Indonesia. Penanganan krisis kali ini juga lebih baik daripada penanganan krisis sebelumnya pada 1997-1998 dan 2008 silam.

Dalam upaya akselerasi pelaksanaan vaksinasi, hingga tanggal 31 Desember 2021 pukul 18.00, tercatat dari 208,26 juta target vaksinasi dosis 1 dan dosis 2, telah dilakukan vaksinasi dosis 1 kepada 161,32 juta penduduk atau sebesar 77,46 persen dari target, dan vaksinasi dosis 2 kepada 113,85 juta penduduk atau sebesar 54,67 persen dari target. Sementara itu, untuk vaksinasi dosis 3 telah diberikan kepada 1,29 juta penduduk atau sebesar 87,75 persen dari target. Upaya vaksinasi juga telah diperluas dan diakselerasi bagi kelompok anak-anak usia 6 hingga 11 tahun.

Dari sisi pemulihan ekonomi, indeks keyakinan konsumen Indonesia sudah berada di atas 100, yakni pada angka 118,5. Ekspor Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2021 naik 29,16 persen, sedangkan impor naik 30,11 persen. Indonesia juga memiliki cadangan devisa yang cukup tinggi, yaitu di atas USD 140 miliar dan neraca perdagangan secara akumulatif surplus sebesar USD 34,32 miliar.

“Penanganan krisis akibat Covid-19 dalam satu tahun sudah bisa recover, sehingga ini memberikan sinyal bahwa fundamental ekonomi kita masih sangat baik,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (31/12).

Hal tersebut juga diakui oleh World Bank yang menilai bahwa saat ini Indonesia memiliki kebijakan fiskal yang prudent dan memiliki kebijakan moneter yang tepat. Termasuk reformasi struktural yang dilakukan secara masif sehingga dapat menarik investor. “Dibandingkan dengan berbagai emerging countries, Indonesia juga stand out karena tiga kebijakan tersebut,” lanjut Airlangga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/