alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Polije Tingkatkan Ekonomi Kader Posyandu Kabupaten Jember di Era Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

Menurut dia, Kecamatan Arjasa merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki jumlah balita gizi buruk yang tinggi sebanyak 3,8 persen. Salah satu Posyandu yang terdapat di kecamatan tersebut adalah Posyandu Manggis 18, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Saat ini masih terdapat balita bawah garis merah (BGM) di Posyandu Manggis 18.

Theo Mahiseta Syahniar, anggota tim pengabdian menambahkan, Desa Kemuning Lor merupakan desa mitra Polije sejak 2019. Latar belakang kader Posyandu Manggis 18 rata-rata tamatan SMA yang masih memiliki pengetahuan yang kurang terkait stunting dan cara pencegahannya. Sejak pertama berdiri hingga sekarang, Posyandu Manggis 18 belum memiliki produk olahan PMT dengan memanfaatkan potensi tanaman sekitar yang terstandar gizi dan teruji klinis.

“Kegiatan Posyandu Keliling yang menjadi satu-satunya harapan bagi para anggota di era Pandemi Covid-19 tidak berjalan dengan optimal, karena berbagai keterbatasan sejak terdapat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)” ujar Theo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu Cherry Triwidiarto menambahkan, upaya budidaya bahan dasar pembuatan PMT seperti daun kelor atau sayuran makanan lain, dapat dilaksanakan ibu-ibu kader posyandu. Dengan melakukan penanaman di pekarangan rumah mereka, misalnya untuk kawasan rumah pangan lestari (KRPL) dan toga. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian PKM ini diharapkan akan dapat berkontibusi dalam mencegah terjadinya balita kurang gizi atau gizi buruk di Posyandu Manggis 18.

Andayani selaku Ketua Kader Posyandu Manggis 18 menyambut postif kegiatan PKM Polije. Dia mengungkapkan, kegiatan pengabdian PKM dengan pengembangan diversifikasi produk kelor dan susu sapi sangat bermanfaat sekali. Apalagi daerah Rembangan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil susu sapi di wilayah Jember.

“Hal ini menjadikan para kader sangat antusias dalam mengikuti program ini dan berharap agar program ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan berbagai bidang pengembangan sehingga tingkat kepercayaan masyarakat untuk berpartisipasi di Posyandu Manggis 18 terus mengalami peningkatan” pungkasnya.

Reporter: Narto
Fotografer:
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Menurut dia, Kecamatan Arjasa merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki jumlah balita gizi buruk yang tinggi sebanyak 3,8 persen. Salah satu Posyandu yang terdapat di kecamatan tersebut adalah Posyandu Manggis 18, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Saat ini masih terdapat balita bawah garis merah (BGM) di Posyandu Manggis 18.

Theo Mahiseta Syahniar, anggota tim pengabdian menambahkan, Desa Kemuning Lor merupakan desa mitra Polije sejak 2019. Latar belakang kader Posyandu Manggis 18 rata-rata tamatan SMA yang masih memiliki pengetahuan yang kurang terkait stunting dan cara pencegahannya. Sejak pertama berdiri hingga sekarang, Posyandu Manggis 18 belum memiliki produk olahan PMT dengan memanfaatkan potensi tanaman sekitar yang terstandar gizi dan teruji klinis.

“Kegiatan Posyandu Keliling yang menjadi satu-satunya harapan bagi para anggota di era Pandemi Covid-19 tidak berjalan dengan optimal, karena berbagai keterbatasan sejak terdapat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)” ujar Theo.

Sementara itu Cherry Triwidiarto menambahkan, upaya budidaya bahan dasar pembuatan PMT seperti daun kelor atau sayuran makanan lain, dapat dilaksanakan ibu-ibu kader posyandu. Dengan melakukan penanaman di pekarangan rumah mereka, misalnya untuk kawasan rumah pangan lestari (KRPL) dan toga. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian PKM ini diharapkan akan dapat berkontibusi dalam mencegah terjadinya balita kurang gizi atau gizi buruk di Posyandu Manggis 18.

Andayani selaku Ketua Kader Posyandu Manggis 18 menyambut postif kegiatan PKM Polije. Dia mengungkapkan, kegiatan pengabdian PKM dengan pengembangan diversifikasi produk kelor dan susu sapi sangat bermanfaat sekali. Apalagi daerah Rembangan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil susu sapi di wilayah Jember.

“Hal ini menjadikan para kader sangat antusias dalam mengikuti program ini dan berharap agar program ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan berbagai bidang pengembangan sehingga tingkat kepercayaan masyarakat untuk berpartisipasi di Posyandu Manggis 18 terus mengalami peningkatan” pungkasnya.

Reporter: Narto
Fotografer:
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

Menurut dia, Kecamatan Arjasa merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki jumlah balita gizi buruk yang tinggi sebanyak 3,8 persen. Salah satu Posyandu yang terdapat di kecamatan tersebut adalah Posyandu Manggis 18, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Saat ini masih terdapat balita bawah garis merah (BGM) di Posyandu Manggis 18.

Theo Mahiseta Syahniar, anggota tim pengabdian menambahkan, Desa Kemuning Lor merupakan desa mitra Polije sejak 2019. Latar belakang kader Posyandu Manggis 18 rata-rata tamatan SMA yang masih memiliki pengetahuan yang kurang terkait stunting dan cara pencegahannya. Sejak pertama berdiri hingga sekarang, Posyandu Manggis 18 belum memiliki produk olahan PMT dengan memanfaatkan potensi tanaman sekitar yang terstandar gizi dan teruji klinis.

“Kegiatan Posyandu Keliling yang menjadi satu-satunya harapan bagi para anggota di era Pandemi Covid-19 tidak berjalan dengan optimal, karena berbagai keterbatasan sejak terdapat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)” ujar Theo.

Sementara itu Cherry Triwidiarto menambahkan, upaya budidaya bahan dasar pembuatan PMT seperti daun kelor atau sayuran makanan lain, dapat dilaksanakan ibu-ibu kader posyandu. Dengan melakukan penanaman di pekarangan rumah mereka, misalnya untuk kawasan rumah pangan lestari (KRPL) dan toga. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian PKM ini diharapkan akan dapat berkontibusi dalam mencegah terjadinya balita kurang gizi atau gizi buruk di Posyandu Manggis 18.

Andayani selaku Ketua Kader Posyandu Manggis 18 menyambut postif kegiatan PKM Polije. Dia mengungkapkan, kegiatan pengabdian PKM dengan pengembangan diversifikasi produk kelor dan susu sapi sangat bermanfaat sekali. Apalagi daerah Rembangan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil susu sapi di wilayah Jember.

“Hal ini menjadikan para kader sangat antusias dalam mengikuti program ini dan berharap agar program ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan berbagai bidang pengembangan sehingga tingkat kepercayaan masyarakat untuk berpartisipasi di Posyandu Manggis 18 terus mengalami peningkatan” pungkasnya.

Reporter: Narto
Fotografer:
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/