alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Polije Tingkatkan Ekonomi Kader Posyandu Kabupaten Jember di Era Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

ARJASA, RADARJEMBER.ID – Tiga akademisi Politeknik Negeri Jember (Polije) yakni Maya Weka Santi, Cherry Triwidiarto, dan Theo Mahiseta Syahniar ikut aktif melakukan percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Jember. Salah satu bentuknya lewat diversifikasi produk kelor dan susu sapi untuk mencegah stunting.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketiga dosen Polije ini melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan sumber dana Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi Tahun Anggaran 2021. Ketiga dosen mendampingi kader Posyandu Manggis 18 Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Maya Weka Santi selaku ketua tim pengabdian menjelaskan, bentuk PKM berupa penyuluhan, pelatihan sampai pendampingan kader Posyandu dalam mencegah stunting. ”Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi atas hibah yang diberikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat,” kata Maya.

Pihaknya juga melakukan inovasi pembuatan pemberian makanan tambahan (PMT) dengan variasi bahan dasar daun kelor dan tanaman obat keluarga (TOGA) serta susu sapi dalam bentuk yoghurt kelor dan nugget kelor yang digemari balita. “Sehingga pencegahan stunting dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” lanjut Maya.

Tim pengabdian melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada ibu-ibu kader untuk membudidayakan toga dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah. Juga melakukan pendampingan penerapan good dairy farming practice (GDFP). Pelatihan kewirausaan dan pemasaran produk PMT dan toga ini untuk peningkatan derajat ekonomi sebagai modal dalam pengelolaan posyandu. “Serta pelatihan yang terintegrasi dengan kegiatan kewirausahaan sehingga dapat tercipta manajemen posyandu yang sehat dan terpadu antara peningkatan kesehatan dan finansial,” ungkap Maya.

- Advertisement -

ARJASA, RADARJEMBER.ID – Tiga akademisi Politeknik Negeri Jember (Polije) yakni Maya Weka Santi, Cherry Triwidiarto, dan Theo Mahiseta Syahniar ikut aktif melakukan percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Jember. Salah satu bentuknya lewat diversifikasi produk kelor dan susu sapi untuk mencegah stunting.

Ketiga dosen Polije ini melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan sumber dana Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi Tahun Anggaran 2021. Ketiga dosen mendampingi kader Posyandu Manggis 18 Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Maya Weka Santi selaku ketua tim pengabdian menjelaskan, bentuk PKM berupa penyuluhan, pelatihan sampai pendampingan kader Posyandu dalam mencegah stunting. ”Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi atas hibah yang diberikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat,” kata Maya.

Pihaknya juga melakukan inovasi pembuatan pemberian makanan tambahan (PMT) dengan variasi bahan dasar daun kelor dan tanaman obat keluarga (TOGA) serta susu sapi dalam bentuk yoghurt kelor dan nugget kelor yang digemari balita. “Sehingga pencegahan stunting dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” lanjut Maya.

Tim pengabdian melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada ibu-ibu kader untuk membudidayakan toga dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah. Juga melakukan pendampingan penerapan good dairy farming practice (GDFP). Pelatihan kewirausaan dan pemasaran produk PMT dan toga ini untuk peningkatan derajat ekonomi sebagai modal dalam pengelolaan posyandu. “Serta pelatihan yang terintegrasi dengan kegiatan kewirausahaan sehingga dapat tercipta manajemen posyandu yang sehat dan terpadu antara peningkatan kesehatan dan finansial,” ungkap Maya.

ARJASA, RADARJEMBER.ID – Tiga akademisi Politeknik Negeri Jember (Polije) yakni Maya Weka Santi, Cherry Triwidiarto, dan Theo Mahiseta Syahniar ikut aktif melakukan percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Jember. Salah satu bentuknya lewat diversifikasi produk kelor dan susu sapi untuk mencegah stunting.

Ketiga dosen Polije ini melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan sumber dana Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi Tahun Anggaran 2021. Ketiga dosen mendampingi kader Posyandu Manggis 18 Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Maya Weka Santi selaku ketua tim pengabdian menjelaskan, bentuk PKM berupa penyuluhan, pelatihan sampai pendampingan kader Posyandu dalam mencegah stunting. ”Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi atas hibah yang diberikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat,” kata Maya.

Pihaknya juga melakukan inovasi pembuatan pemberian makanan tambahan (PMT) dengan variasi bahan dasar daun kelor dan tanaman obat keluarga (TOGA) serta susu sapi dalam bentuk yoghurt kelor dan nugget kelor yang digemari balita. “Sehingga pencegahan stunting dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” lanjut Maya.

Tim pengabdian melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada ibu-ibu kader untuk membudidayakan toga dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah. Juga melakukan pendampingan penerapan good dairy farming practice (GDFP). Pelatihan kewirausaan dan pemasaran produk PMT dan toga ini untuk peningkatan derajat ekonomi sebagai modal dalam pengelolaan posyandu. “Serta pelatihan yang terintegrasi dengan kegiatan kewirausahaan sehingga dapat tercipta manajemen posyandu yang sehat dan terpadu antara peningkatan kesehatan dan finansial,” ungkap Maya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/